Wednesday, February 19, 2014

Bermain Pola, Menemukan Otentisitas

Menurutku, penting bagi seorang crafter untuk menemukan otentisitas dari karya yang dihasilkannya.  Otentisitas ini menjadi semacam tanda bukti pada sebuah karya dimana bukti ini menjadi cerminan karakter si pembuatnya atau dengan kata lain menjadi semacam tanda tangan dari setiap karya yang dibuat. Pada prosesnya, otentisitas ini tidak hadir begitu saja. Proses perjalanan berkarya menjadi jalan untuk menemukan otentisitas, seperti halnya karakter yang dibentuk dan dimatangkan oleh pengalaman.


Menemukan otentisitas dalam setiap notebook yang kubuat menjadi sangat penting, karena sekarang ini setiap hal bisa ditiru dengan mudah. Setiap orang bisa membuat notebook dengan model yang sama dengan bahan dan teknik yang sama, tapi bagaimana caranya membuat notebook yang 'vitarlenology' banget. Karena notebook-notebook ini dibuat olehku sendiri, maka identitas dan karakterku menjadi penting untuk hadir dalam setiap notebook yang kubuat sekaligus membedakan notebook buatanku dengan buatan orang lain. 

Salah satu cara yang kulakukan untuk menemukan otentisitas itu adalah dengan menggali dari apa yang aku punya. Sebagai orang yang tidak pandai menggambar tapi hobi memotret dan mengambil foto objek-objek 'ga penting', ternyata aku bisa menemukan banyak foto-foto yang selama ini hanya tersimpan di Hard Disk. Beberapa foto yang menjadi diari visualku memang sudah dimanfaatkan untuk sampul dari notebook yang aku buat, namun aku bisa lebih mengeksplorasi foto-fotoku itu.  Terilhami dari seorang seniman asal Mexico yang menjadi teman di instagram, aku mencoba menjadikan foto-foto itu sebagai pola. Hasilnya memang banyak kejutan dan menjadi karya baru yang berbeda dengan asalnya tapi punya kekhasan yang sama. Sehingga ketika pola-pola ini berubah menjadi notebook, notebook yang kulahirkan memiliki otentisitas yang lebih di bandingkan jika aku menggunakan pattern bukan buatanku untuk sampulnya. 





Bagiku, selalu ada kejutan ketika setiap foto bersatu padu, beriringan, saling berefleksi membentuk pola baru, seperti mainan kaleidoskop. Merangkaikan kembali foto-foto ini seperti melihat kembali setiap peristiwa yang terekam dan terbingkai di dalamnya. Ketika rekam jejak ingatan itu dilihat kembali, selalu ada arti baru bahkan menjadi karya yang bebeda yang memperkaya dan menegaskan karakter si pembuatnya dan menjadi karya spesial bagi siapapun yang memilikinya.  








1 comment:

Ratna Amalia said...

keren mba Tarlen. Jadi pengen tahu, ide-ide sampulnya dapet dari mana ?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...