Thursday, January 31, 2013

Your Magic Quote Keychains


Ini adalah produk yang kubuat sebagai 'excess project' dari produksi notebook yang selama ini aku kerjakan. Banyak potongan-potongan bahan sisa cover notebook yang mulai menggunung, aku coba memanfaatkannya dengan membuat gantungan kunci ini. Untuk menambah nilainya, aku tambahkan quote atau nama. Menurutku gantungan kunci ini bisa jadi souvenir murah meriah dan berbeda. Tentunya karena desainnya aku coba buat ga pasaran dan ga terlihat murahan.. heheheh..



Tertarik? Bisa lihat katalog lengkapnya di toko onlineku.  Lengkap dengan 18 warna pilihan  :D

Dari Kelas Book Binding Pemula & Lanjutan, Januari 2013

Sabtu 26 Januari 2013 lalu, aku kembali membuka kelas book binding untuk pemula di Tobucil. Ada 13 peserta yang mengikuti kelas ini, beberapa malah datang langsung dari Jakarta khusus untuk mengikuti kelas ini ...terima kasih ya.. :) Di kelas pemula ini, peserta belajar teknik simple binding, flag book dan lipatan booklet dari selembar kertas. Senang karena beragam usia dengan penuh semangat mengikuti kelas ini, semua ingin belajar hal baru.Terima kasih untuk Jane, Putri, Atik, Rita, Dhiko, Endah, Putri A.S., Amanda, Sarah, Lina, Milka, Galuh dan Risa.


Minggu, 27 Januari 2013 bersambung ke kelas lanjutan. Beberapa peserta di hari Sabtu, Putri, Sarah dan Jane lanjut ke kelas lanjutan. Di kelas ini peserta belajar teknik long stitch binding dan french link stitch binding dengan 5 signature/bundel. Sembilan orang dengan penuh semangat dan kerja keras, mempelajari teknik lanjutan ini: Putri, Rani, Caroline, Elin, Grace, Sarah, Claudine, Jane dan Suriyanti. 


Setiap peserta di kelas lanjutan membawa pulang dua buah notebook karya mereka masing-masing dengan teknik long stitch binding dan french link stitch binding. Bulan februari mendatang, aku akan membuka kembali kelas book binding pemula, lanjutan dan kelas khusus untuk belajar coptic binding. Tunggu informasi selanjutnya untuk jadwal kelas berikutnya ya.. :)

Foto lebih lengkap ada di sini

Friday, January 25, 2013

#letterpress Undangan Dwi dan Agung

November 2012 lalu, aku menggerjakan undangan pernikahan untuk Dwi Winarsih dan Agung Wibowo dengan menggunakan letterpress. Aku senang Dwi dan Agung memberiku keleluasaan dalam membuat desainnya yang cocok pas dikerjakan dengan letterpress. Bahan yang digunakan untuk undangan ini adalah karton 3mm dan amplopnya dari bahan book paper. Karton 3mm ini memberi efek emboss dari letterpress jadi lebih terlihat, meski lumayan berat untuk selembar undangan. Mencetak undangan ini gampang-gampang susah. Dengan menggunakan mesin letterpress seperti kyai franco, aku masih belajar untuk menghasilkan warna yang konstan dan memperbanyak jam terbang dengan mesin ini, akan menambah penguasaanku terhadap teknik letterpress ini.


Inspirasi Di Hari Kamis

Inspirasi itu bisa muncul dari secangkir kopi susu enak di tempat sarapan langganan bersama para sahabat..


atau foto salah satu karya brick artist Nathan Sawaya kiriman seorang teman yang menyaksikannya secara langsung, membuat kerinduanku merasakan karya seni terbaik yang menggugah serta menggetarkan, hadir kembali.. (makasih loh mas Aryo untuk kiriman fotonya dan bikin sirik pengen nonton juga pamerannya :D. Foto jepretan Aryo Wisanggeni)

juga barang-barang vintage dari toko sahabat.. serta kenangan cerutu Adipati kesukaan bapak dan penggaris kayu penambah koleksi


dan obrolan ga penting bersama para sahabat, kompetisi trivia IMDB aktor-aktor ganteng ditemani es kopi susu dan cake ketan hitam diiringi alunan merdu suara Titik Puspa lewat piringan hitam di sore yang 'vintage'..


tak ketinggalan kucing-kucing di rumah yang selalu memberi semangat mengikuti keingin tahuan..


Terima kasih Ariani Darmawan, Budi Warsito, Pauline Toruan, Aryo Wisanggeni dan kucing-kucing di rumah: Goldi, Snowi, Bleki untuk semua yang telah memberi inspirasi di hari kamis..


Thursday, January 24, 2013

Greeting Notebook Suede Hijau

Ini adalah notebook yang kukerjakan untuk PAI Design sebagai ucapan selamat tahun baru yang dibagikan untuk klien mereka. Berbahan suede dan tulisan logo mereka di cetak dengan menggunakan letterpress. Kertas yang digunakan sebagai pembungkus notebook adalah kertas ter/aspal karena kertas ini kertas ini memang dicampuri ter/aspal biar tahan air (aku menduga kertas ini dibuat sebelum muncul kertas berlapis plastik seperti yang digunakan untuk pembungkus nasi). Aku suka warna hijau dan tekstur bahan suedenya. Meski desain notebooknya sederhana, tapi bahan suede ini bisa memunculkan kesan elegan.



Wednesday, January 23, 2013

Pocketbook Tokyo Connection Dengan Lebih Banyak Pilihan

Segera hadir di toko online vitarlenolog :) (Ngetes posting blog dari iphone)

Notebook Bersampul Kresek Bekas


Aku ga suka kantong kresek, tapi kresek adalah benda yang paling sulit dihindari di dunia ini. Makanya selain mengurangi penggunaannya, kalau terpaksa memilikinya, kebiasaanku adalah melipatnya dengan rapi biar bisa digunakan lagi. Liburan Idul Fitri tahun lalu, aku iseng mempraktekan cara mengolah kantong kresek ini dengan menyetrika dan menjadikan lembaran yang lebih kaku dan kuat untuk kujadikan sampul notebook. Tutorial bagaimana mengolah lembaran-lembaran kresek dengan cara menyetrikanya, bisa di lihat di sini.

Beberapa jenis kantong kresek memang diciptakan dari bahan plastik dengan kualitas yang baik dan desain grafis yang menggoda. Termasuk kresek bekas yang aku pakai di sini. Untuk mendapatkan lembaran yang kaku (karena ini aku butuhkan untuk membuat sampul notebook), aku melapis dan mencampur beberapa jenis kantong kresek dan menyetrikanya sehingga menjadi satu lembaran plastik yang lebih kuat dan bervariasi. Aku juga menggabungkan kresek yang polos dengan yang bermotif biar ada variasai pada sampul notebooknya nanti.
Untuk notebook yang kuning ini, aku juga menambahkan kantong dengan resleting di bagian dalamnya dan velcrow sebagai penguncinya. Lembaran-lembaran kresek ini aku jahit dengan mesin jahit. Dan ternyata tidak sulit menjahit lembaran-lembaran kresek ini, tidak jauh berbeda dengan menjahit kain tebal. 


Dan baru beberapa hari yang lalu aku menemukan sampul-sampul notebook dari kresek bekas ini setelah hampir setahun terlupakan. Karena aku sedang mencoba beberapa variasi teknik simple binding/ long stitch binding dengan lebih dari 3 signature kertas, binding untuk notebook ini pun aku gunakan teknik ini. Sekalian berlatih dan menjadikan sampul-sampul kresek ini sebagai notebook sesuai dengan rencana semula :D 

Satu hal yang aku sesalkan dari proses pengolahan kantong kresek sebagai sampul notebook ini adalah, ketika menyetrikanya, ada klorin yang menguap ketika plastik bereaksi dengan panas dan aku pikir ini sangat berbahaya, terbukti dari pusing-pusing setelah menyetrika kresek-kresek ini. Aku belum menemukan bagaimana menyatukan lembaran-lembaran kresek ini dengan cara yang lebih aman bagi kesehatan.. 

Friday, January 11, 2013

Kelas Book Binding Untuk Pemula & Lanjutan


Yang Tersisa dari Book Play Project #1



Rasanya ada yang kurang kalau belum berbagi cerita workshop dan pameran Book Play Project #1, November  sampai Desember lalu. Desember memang bulan 'balapan hamster' buatku. Harus bolak balik Bandung - Yogja - Jakarta di sela-sela banyak deadline pekerjaan, bener-bener menguras tenaga dan pikiran. Meski melelahkan, tetap menyenangkan karena banyak kejutan. 

Ini pertama kalinya aku memberi workshop book binding di kota lain. Dengan karakteristik peserta yang sangat-sangat berbeda dari peserta kelas book binding yang biasa aku selenggarakan di Bandung. Jika biasanya tujuan kelas lebih mengajarkan skil kepada peserta, di workshop Book Play Project ini penekanannya lebih pada pengalaman bereksperimen dan eksplorasi dengan hasil akhir karyanya di pamerkan. Selain itu juga peserta kebanyakan seniman. Aku jadi belajar banyak untuk memberi materi di workshop seperti ini. Workshop berlangsung 16-19 November 2012 dan di bagi menjadi 3 materi. Aku memberi materi tentang Book Binding, Keni Soeriaatmadja memberikan materi tentang pop up dan R.E. Hartanto memberi materi tentang Art Journaling.

Setelah selesai workshop, peserta diberi waktu sampai akhir bulan untuk membuat karya masing-masing untuk di pamerkan pada 2 -15 Desember 2012. Karya para peserta ini sungguh mengejutkan. Semangat bermain di Book Play Project #1 ini sangat-sangat terasa. Bikin seneng dan hepi. 

salah satu karya pop up Utari Dewi
Buku konseptualnya Anang Saptoto
Buku Badutnya mba Agustina Tri Wahyuningsih

Book sculpture karya Octo Cornelius
Aku belajar banyak sekali dari para peserta karena mereka punya banyak keahlian lain yang aku ga punya. Dalam project seperti ini yang menyenangkan adalah peserta dan pemateri bisa sama-sama saling belajar. 


Aku ingin berterima kasih pada mba Neni & mas Agung Kurniawan dari Kedai Kebun yang sudah memberikan kesempatan, ruang, waktu, tenaga, pikiran, materi .. terima kasih yang tidak terhingga. Juga Wina dan Komar yang banyak direpoti untuk project ini. Ini pengalaman yang menyenangkan buatku. Salut untuk program-program Kedai Kebun yang selalu berusaha membangun audience baru, jadi seni ga asyik sendiri tapi juga bsia dinikmati oleh siapa saja.  Juga kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam workshop dan pameran ini. 1.) Adriani Zulivan, (2.) Agustina Tri Wahyuningsih, (3.) Anang Saptoto, (4.) Andriew B., (5.) Andy Setyanta, (6.) Anna Theedens, (7.) Ayu Desianti, (8.) Dian Utami, (9.) Diesta Noerdiawan, (10.) Dito Yuwono, (11.) Doni Maulistya, (12.) Edgar D. Ere, (13.) Elia Nurvista, (14.) Evi Pangestu, (15.) Fitri Kusumastuti, (16.) Ignatia Nilam, (17.) Imam Benjol, (18.) Iman Sutejo, (19.) Kathleen Azali, (20.) Kurniadi Widodo, (21.) Lashita Situmorang, (22.) Lutfandita Landistyas, (23.) Mira Asriningtyas, (24.) Octo Cornelius, (25.) Petek Sutrisno, (26.) Prihatmoko Moki, (27.) Puji Astari, (28.) Rendy Aditya, (29.) Rennie "Emonk", (30.) Ria Novitri N., (31.) Seto Hari Wibowo, (32.) Surijal, (33.) Thuke Wulandari, (34.) Udien Aee, (35.) Utari Dewi Narwati, dan (36.) Wulang Sunu. Terima kasih banyak :) sampai jumpa di project lain..

Foto-foto lebih lengkap bisa dilihat di sini



Wednesday, January 9, 2013

Buku Harian 2013



Write in recollection and amazement for yourself Jack Kerouac
Pergantian tahun selalu jadi kesempatan untuk memulai lembaran baru (dalam arti yang sebenarnya) dalam menulis di buku harian yang baru :D. Meski sehari-hari membuat notebook buat banyak orang, tapi aku sendiri seringkali memakai notebook buatan orang lain hahahaha.. ini namanya studi banding :))) Awal 2013 pilihanku jatuh pada Penguin Stationery, ini adalah notebook dengan cover dari judul-judul karya sastra terbitan Penguin Book. Kebetulan sekali On The Road adalah salah satu karya favoritku, sayangnya filmnya ga seasyik bukunya. 'On The Road' menjadi doa semoga tahun 2013 akan ada perjalanan-perjalanan ke tempat-tempat baru (baik yg memang sudah direncanakan maupun perjalanan kejutan seperti tahun lalu). Aku selalu membutuhkan buku harian yang kutulis tangan dimana aku bisa mengungkapkan apapun yang kurasakan kupikirkan, menyebut nama dengan sejujur-jujurnya, tanpa banyak tekanan untuk menyensornya (kalau ngeblogkan terlalu banyak self sensor). Meski kusadari juga tulisan tanganku makin lama makin jelek, tapi justru disitulah kenikmatannya menulis di buku harian, ga harus pusing dengan tulisan jelek dan salah. Selain itu, kesadaran pentingnya menulis riwayat hidupku sendiri semakin kuat ketika aku harus menghadapi kenyataan bahwa ibuku divonis Alzheimer, menulis buku harian seperti mengumpulkan kembali ingatan-ingatan yang tercecer sebelum hilang terhapus. 





Selamat memulai lembaran baru.. :) 
Salam dari si pembuat notebook hehehehe..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...