Skip to main content

Buku Harian 2013



Write in recollection and amazement for yourself Jack Kerouac
Pergantian tahun selalu jadi kesempatan untuk memulai lembaran baru (dalam arti yang sebenarnya) dalam menulis di buku harian yang baru :D. Meski sehari-hari membuat notebook buat banyak orang, tapi aku sendiri seringkali memakai notebook buatan orang lain hahahaha.. ini namanya studi banding :))) Awal 2013 pilihanku jatuh pada Penguin Stationery, ini adalah notebook dengan cover dari judul-judul karya sastra terbitan Penguin Book. Kebetulan sekali On The Road adalah salah satu karya favoritku, sayangnya filmnya ga seasyik bukunya. 'On The Road' menjadi doa semoga tahun 2013 akan ada perjalanan-perjalanan ke tempat-tempat baru (baik yg memang sudah direncanakan maupun perjalanan kejutan seperti tahun lalu). Aku selalu membutuhkan buku harian yang kutulis tangan dimana aku bisa mengungkapkan apapun yang kurasakan kupikirkan, menyebut nama dengan sejujur-jujurnya, tanpa banyak tekanan untuk menyensornya (kalau ngeblogkan terlalu banyak self sensor). Meski kusadari juga tulisan tanganku makin lama makin jelek, tapi justru disitulah kenikmatannya menulis di buku harian, ga harus pusing dengan tulisan jelek dan salah. Selain itu, kesadaran pentingnya menulis riwayat hidupku sendiri semakin kuat ketika aku harus menghadapi kenyataan bahwa ibuku divonis Alzheimer, menulis buku harian seperti mengumpulkan kembali ingatan-ingatan yang tercecer sebelum hilang terhapus. 





Selamat memulai lembaran baru.. :) 
Salam dari si pembuat notebook hehehehe..

Comments

artika maya said…
mba tarlen... selamat tahun baru. tetap keren, tetap jaya!

I always love ur writing and ur work ;)

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.