Monday, October 29, 2012

#letterpress Coptic Binding Notebook Mwathirika @papermoonpuppet

Ini adalah salah satu hasil pergaulan dengan kyai franco, mesin letterpressku :D. Semangatnya, semangat kolaborasi dengan Papermoon Puppet  untuk membuat notebook dari ikon pementasan mereka_Mwathirika. Aku bikin satu warna: merah. Jilidnya dijahit dengan teknik coptic binding. Di buat dalam jumlah yang terbatas. 



Masih banyak tumpukan cetakannya kyai franco yang belum beres di jilid.. sabar menunggu ya.. satu persatu nanti akan di terbitkan di sini. Eh, yang tertarik bisa menghubungi @papermoonpuppet atau @vitarlenology



Friday, October 26, 2012

Koleksi Penggaris Kayu

Tanpa sengaja, gara-gara ketemu penggaris kayu yang bisa dilipet-lipet dan sebuah penggaris kayu pendek Made in England di toko stasionery, Singapura, jadi berminat untuk mengkoleksinya. Terutama yang bisa lipet-lipet. Koleksi yang cukup menarik aku dapat pas perjalanan ke Bonn, di museum Bonn penggaris yang tulisannya 2000 Jahre itu angka-angka dan tulisan yang tercantum di situ adalah  2000 tahun perjalanan pemikiran sampai saat ini. Ada satu penggaris kayu yang aku menyesal ga membelinya dulu.. Penggaris kayu yang di jual di toko museum Brooklyn. Tulisannya Brooklyn dengan font yang klasik gitu.. duhh nyesel ga beli dan terbayang-bayang sampai sekarang :D 

Ada 9 penggaris kayu yang aku punya, 5 diantaranya 'made in england' jadi menduga-duga, apa orang Inggris itu senang mengukur-ngukur ya? karena ternyata mereka banyak memproduksi penggaris gitu.. hehehehhe.. atau aku belum punya aja penggaris kayu made in yang lain. Kalau ditanya mengapa lebih suka mengkoleksi penggaris kayu daripada penggaris dari bahan lain, jawabannya karena yang kayu terlihat lebih klasik dan handmade. Makin tua penggarisnya makin terlihat bahwa ia merekam banyak kisah pengukuran entah apa saja.. :D Jadi siapa di antara teman-teman yang punya koleksi penggaris kayu juga, mungkin bisa bagi-bagi cerita juga..:)

Simple Binding Notebook Batik Untuk Souvenir Pernikahan Marteen dan Francisca


Beberapa waktu lalu mba Feli yang pernah memesan souvenir pernikahannya padaku, memesan kembali souvenir pernikahan untuk temannya. Berhubung tema pernikahannya bertema navy blue dan undangan yang hadir banyak ekspatriat, maka model yang dipilih adalah simple binding notebook edisi batik dengan nuansa navy blue juga. Ada lima motif yang dipakai di sini. Semuanya jadi terasa sangat personal dan sekalian juga mempromosikan kekayaan batik Indonesia kepada tamu-tamu undangannya. 

Recycled Notebook: Edisi Kertas Kado

Sebagai pecinta kertas, rasanya melihat kertas kado dengan motif yang menggugah selera, tentu saja tak bisa menahan diri membelinya. Adalah Bagus-bagus warping yang kali ini berhasil menggoda dengan koleksi kertas kadonya. Kertas kado ini kemudian memunculkan ide untuk menggabungkannya dengan 'recycled notebook' yang pernah aku buat. Karena koleksi majalah bekas yang semakin menipis, akhirnya kepikiran untuk mengganti sampulnya dengan kertas kado-kertas kado ini. Sengaja aku pilih yang temanya vintage dari koleksinya Bagus-bagus untuk jadi sampul notebooknya..


Yang tertarik dengan Recycled Notebook Edisi Kertas Kado, tersedia di toko vitarlenology dan tobucil & klabs



Thursday, October 25, 2012

Dari #supportpestaboneka @papermoonpuppet di @dialogue_arts

Sabtu, 20 Oktober 2012 lalu, Papermoon Puppet Theatre dengan dukungan penuh dari Dia.lo.gue Art Space dan Vitarlenology tentunya, bergeriliya menggalang dukungan untuk kegiatan Pesta Boneka yang akan diselenggarakan 17 s/d 21 Desember 2012, di Yogjakarta. Acara pengumpulan dana ini diisi dengan oleh-oleh cerita pentas keliling Papermoon Puppet Theatre di Amerika Serikat, September lalu.


Mendengar cerita Ria Papermoon dari pentas keliling mereka, ada rasa bangga sekaligus haru dengan bagaimana reaksi publik Amerika terhadap salah satu karya terbaik anak bangsa. Papermoon mementaskan "Mwathirika" kisah yang kehilangan Tupu dan Moyo akibat kekacauan politik tahun 1965. Perjalanan Papermoon keliling Amerika ternyata membuktikan bahwa rasa kehilangan itu di belahan dunia manapun rasanya sama. Itu terbukti dari kesaksian penonton yang mengejutkan, karena di antara ratusan penonton di 7 kota di 5 negara bagian Amerika itu, terselip anak-anak korban pendudukan Jerman, Jepang di Filipina, Revolusi Kebudayaan di Cina bahkan anak dari ayah seorang exile PKI. Rasa kehilangan dan kepedihan mereka itu, seolah terwakili lewat Tupu dan Moyo. Dan menurutku begitu mengharukan bahwa lewat sebuah kisah, rasa kehilangan itu bisa terhubung satu sama lain.
Dan yang membahagiakan, ternyata sore itu lebih dari seratus teman hadir untuk mendukung acara Pesta Boneka nanti. Teman-teman yang tidak sempat hadir pada sabtu kemarin, jangan berkecil hati. Teman-teman sejagad raya tentu saja bisa mendukung acara Pesta Boneka ini, caranya? nah silahkan di klik di sini. Tapi mungkin teman-teman bertanya-tanya juga, mengapa Pesta Boneka ini sangat membutuhkan dukungan teman-teman sekalian? Partisipasi teman-teman sekalian, sebenarnya adalah upaya untuk membangun hubungan yang kuat antara kegiatan seni dan budaya dengan penikmatnya. Siapa lagi yang akan menghidupi dunia seni di Indonesia jika bukan kita para penikmat ini. Hubungan yang kuat akan menciptakan semangat untuk membuat karya yang terbaik yang bisa dinikmati oleh teman-teman semua.. begitulah kira-kira... :)
Menutup acara penggalangan dana Pesta Boneka #3, Papermoon mementaskan sebuah mini pertunjukan di halaman belakang Dia.lo.gue Art Space yang sejuk dan hijau. Suasana sore ini terasa benar-benar spesial. Terima kasih banyak untuk teman-teman yang telah hadir dan mendukung, yang belum memberikan dukungannya, jangan sampai ketinggalan ya...

http://supportpestaboneka.blogspot.com/

Monday, October 15, 2012

#SupportPestaBoneka 2012


Tanpa terasa Pesta Boneka #3 akan segera tiba di bulan Desember 2012 mendatang. Dukungan teman-teman untuk penyelenggaraan acara ini sangat kami harapkan, loh..:) Untuk menggalang dukungan ini, Papermoon berencana menggelar acara #SupportPestaBoneka 2012 di Dia.loe.gue Art Space Kemang Selatan 99A Jakarta. Papermoon bakalan bagi-bagi cerita tentang tour Amerikanya yang berlangsung bulan September 2012 lalu, pementasan mini dan juga penggalangan dana untuk acara Pesta Boneka #3. Acara ini terbuka untuk umum. Kehadiran teman-teman sangat kami harapkan..:)

Untuk teman-teman yang tidak dapat hadir pada acara ini, masih bisa loh memberikan dukungannya. Caranya bisa di buka di sini: http://supportpestaboneka.blogspot.com

http://supportpestaboneka.blogspot.com

Tuesday, October 9, 2012

Pilihan Antara Hobi Dan (Atau) Serius Berbisnis

foto diambil dari sini 
Kelly Rand di buku Handmade to Sell membuat dikotomi (pemisahan) yang menarik antara penggiat hobi dan pembisnis. Dikotomi yang dibuat Kelly ini untuk menjawab pertanyaan mendasar yang seringkali muncul: mengapa kita membuat barang buatan tangan/handmade.

Menurut Kelly, penggiat hobi bisa di cirikan sebagai berikut:

  • Membuat barang buatan tangan di waktu luang
  • Membuat barang buatan tangan itu untuk dipakai sendiri atau untuk teman dan kerabat.
  • Biasanya memberikan cuma-cuma barang buatan tangan sebagai hadiah.
  • Membuat barang buatan tangan sebagai pelepas ketegangan atau stres.
  • Membuat barang buatan tangan sebagai sarana penyaluran kreativitas.
  • Menjual barang buatan tangan biasanya hanya sekedar untuk mencari kesenangan dan tambahan uang saku.
  • Dalam konteks negara maju, membuat barang buatan tangan sebagai hobi, bahan-bahan yang dibeli, pelatihan yang diikuti serta biaya yang dikeluarkan untuk proses produksinya, tidak mungkin dimasukan ke dalam variabel yang dapat mengurangi pajak yang harus dibayar oleh individu yang bersangkutan.

Sementara orang yang memang serius berbisnis dengan barang buatan tangannya, diindetifikasikan Kelly sebagai:
  • Orang yang membuat barang buatan tangan sebagai pekerjaan sehari hari.
  • Barang buatan tangan yang dihasilkan biasanya dijual pada konsumen yang tidak dikenal sebelumnya. 
  • Orang yang membuat barang buatan tangan tidak cukup mampu untuk memberikan karyanya secara cuma-cuma. 
  • Proses membuat barang buatan tangan ini, alih-alih sebagai pengusir stres justru malah menjadi sumber stres. 
  • Kreativitas justru jadi terbatas karena dituntut membuat sesuai dengan keinginan konsumen.
  • Jualan adalah tujuan utama dari kegiatan membuat barang buatan tangan. Ada target pendapatan yang dikejar.
  • Dalam konteks negara maju, membuat barang buatan tangan, bahan-bahan yang dibeli, pelatihan yang diikuti serta biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi dapat dimaksukan ke dalam variabel yang dapat mengurangi pajak dari pendapatan. 

Pada kenyataannya, dikotomi ini tidak sekaku yang dipaparkan Kelly. Kadang keduanya bisa jadi motif yang bercampur jadi satu dari hobi mejadi serius berbisnis. Di satu sisi, bisnis yang dibangun dari hobi biasanya punya semangat yang lebih dari sekedar mencari uang. Namun di sisi lain, uang kerap kali justru menjadi godaan untuk menjadikannya sebagai motif utama dalam pergeseran itu_ hobi menjadi bisnis. 

***

Hal yang pertama kali mesti disadari dari berbisnis berdasarkan hobi yang kita tekuni adalah ini bisnis yang komoditas utamanya adalah sentuhan tangan kita. Identitas yang 'kita banget' menjadi penting. Karena itu yang kemudian akan membedakan antara barang buatan kita dengan orang lain. Dan tentunya identitas itu dibangun dari keahlian kita dalam membuatnya. Keahlian yang bukan sekedar persoalan penguasaan teknis, tapi juga bagaimana si pembuatnya memberi rasa pada benda yang dia buat (miriplah kaya seniman, kalau seniman sudah menyerahkan karyanya pada artisan rasa seninya pasti hilang dari karyanya). seterusnya baca di sini

Monday, October 8, 2012

Kelas 'Book Binding' Di Bulan Oktober 2012

Minggu, 7 Oktober 2012, kemarin aku kembali membuka kelas 'book binding' di Tobucil. Lumayan, kelas terisi maksimal. Ada tiga tehnik yang dipelajari di kelas ini:  membuat lipatan dari selembar kertas menjadi bentuk buku, simple binding atau phamplet stitch dan flag book. Semua tehnik ini kategorinya untuk pemula karena mudah, terutama bagi yang belum pernah melakukan 'book binding' sama sekali. 

Pertemuan kali ini diikuti oleh 11 orang peserta: Dian (yang datang jauh-jauh dari Jakarta), Hezky, Paula, Lia, Triyana, Juniar, Rani, Lily, Grace, Unis dan Cice. Mereka semua dengan penuh semangat mengikuti kelas ini. Lia malah pernah ikut kelas book binding yang sebelumnya, sementara Cice sendiri selama ini malah sudah memproduksi notebook-notebook keren dengan label Journ(al)ey.

Dan yang lebih menyenangkan lagi, ternyata minat teman-teman ga hanya berhenti sampai di kelas ini saja, mereka ingin aku membuat kelas lanjutan. Baiklah.. aku memang berencana membuat kelas lanjutan untuk tehnik-tehnik yang sedikit lebih advance. Tunggu saja jadwalnya ya.. :)

Lebih banyak foto ada di sini 

Oya,buat  kamu yang ingin belajar book binding di kotamu, kumpulkan teman-temanmu yang juga tertarik ingin belajar dan silahkan menghubungiku via vitarlenology@gmail.com atau twitter @vitarlenology. Jika jadwal cocok dengan senang hati aku akan datang ke kotamu dan bikin kelas untuk berbagi ilmu di kotamu... 

Tentang kelas di bulan April bisa di buka di sini


Friday, October 5, 2012

Membuat 'Grip' Sepeda Untuk @johnny_mushroom


Temanku, Zaky lagi semangat-semangatnya mempercantik sepeda miliknya. Beberapa waktu lalu ia memintaku membuatkan pelapis grip untuk sepedanya dari bahan kulit. Cara membuatnya sangat mudah dan bahan yang dibutuhkan juga tidak banyak yang penting ukurannya harus pas biar gripnya ga longgar. Untuk melingkarkannya pada grip, aku menggunakan teknik ikatan tali sepatu: jadi kedua tepi aku lubangi dengan menggunakan Awl lalu tali kulit sintetis aku masukan dengan jalinan tali sepatu, kemudian dikencangkan dan ujungnya diikat dengan simpul mati. Setelah pas, barulah  bagian ujung gripnya di tutup dengan potongan kulit yang sudah di bentuk sesuai dengan ukuran ujung grip lalu di jahitkan. Mudah kan!



Warna kulit pada grip, memberi sentuhan yang berbeda pada sepeda ini.. jadi manis seperti coklat susu :D Membuat bersepeda menjadi lebih asyik.. Oya, kalau berminat dengan sepeda Jepang rekondisi bisa menghubungi  Zaky via twitter dia ya.. @johnny_mushroom 


Thursday, October 4, 2012

Siapa Mau Ikut Kelas Book Binding Di Bulan Oktober 2012?

peserta kelas book binding bulan April lalu, dokumentasinya bisa dilihat di sini
Ssst! Aku mau buka kelas book binding lagi loh, siapa mau ikutan?
Kelas ini hanya satu kali pertemuan saja. Akan diselenggarakan pada hari Minggu, 7 Oktober 2012. Pk. 10.00 - 12.00 Wib. Bertempat di Tobucil & Klabs Jl. Aceh No. 56 Bandung Telp. 022 4261548

Biaya Rp. 75.000/peserta ini sudah termasuk: Awl (pembolong kertas), jarum dan kertas, tapi teman-teman sangat diperbolehkan membawa kertas tambahan sendiri.

Karena keterbatasan tempat kelas ini maksimal untuk 10 orang. Yang berminat silahkan langsung mendaftarkan diri ke Tobucil bisa via telepon 022 4261548 atau mention di @tobucil dan@vitarlenology 

Sampai berjumpa hari minggu ya.. :)

salam hangat,
tarlen


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...