Sunday, May 27, 2012

Design*Sponge at Home: Panduan Menemukan Desain yang 'Kamu Banget'

Tahun 2004 lalu, Grace Bonney_ tamatan jurnalistik New York University yang bercita-cita menjadi kolumnis seperti Carrie Bradshaw di Sex and The City _ mengklik tombol 'terbitkan' di blognya yang ia beri nama Design*Sponge untuk pertama kalinya. Nama blognya itu dikarenakan Grace memang berniat menyerap apapun tentang desain dan membaginya pada para pembacanya. Saat itu, Grace tidak punya bayangan sama sekali bahwa kelak blognya akan berkembang menjadi media online yang menjadi rujukan bagi jutaan pembaca dan peminat desain di seluruh dunia.

Ketika memulai blog Design*Sponge, Grace hanya ingin berbagi kisah dan inspirasi dengan sesama pecinta desain seperti dirinya. "My blog Design*Sponge was born out of desire to connect with people like myself_people who love design who want their homes to speak to who they really are." Seiring dengan konsistensi Grace dalam menerbitkan tulisan-tulisan inspiratif dalam dunia desain, blog Design*Sponge pun berkembang bersamaan dengan scene desain dan handmade Brooklyn yang berkembang pesat dan mendunia (Etsy komunitas handmade online terbesar di dunia berasal dari Brooklyn). Pembaca yang haus akan referensi dan ide-ide desain yang berasal dari keseharian, membanjiri Design*Sponge dan memberi apresiasi yang sangat baik pada blog ini. 

Tahun 2007, Grace meredesain dan merekrut editor pertamanya yang akan membantu mengembangkan blognya. Selain masakan dan masak memasak yang menjadi minat pribadi Grace, ia menambahkan rubrik-rubrik lain di blognya itu untuk memperkaya konten; seperti Do It Yourself, City Guide, Desain Interior, Sejarah desain, affordable shopping, dan lain-lainnya. Sampai akhirnya Grace menyadari bahwa blognya telah berubah menjadi 'majalah desain' yang ia idam-idamkan sebagai bacaan dan juga tempatnya bekerja. Kuliah lanjutannya di bidang 'printmaking' dan sejarah seni, memberi bekal dan pondasi yang kuat atas apa yang dia kerjakan saat ini. 



Tahun 2011, Design*Sponge at Home, terbit dalam bentuk buku setebal 390 halaman. Grace, sengaja menerbitkan buku ini dengan konten terpilih dari rubrik-rubrik yang sudah sangat akrab bagi pembaca Design*Spongeonline.com, seperti: Sneak PeaksDIY ProjectsDIY BasicsFlower Workshop dan Before & After. Semua konten dibuku ini pernah diterbitkan di situs Design*Sponge online. 

Misalnya saja, di bab Sneak Peak, dimana awalnya Grace ingin berbagi inspirasidari orang-orang di sekitarnya, bagaimana menata ruang yang mencerminkan kepribadian pemiliknya. Mulanya Grace mengundang desainer Amy Ruppel dari Portland, Oregon, untuk memperlihatkan foto salah satu ruang di rumahnya dimana Amy mendekorasi meja dengan menggunakan gambar vinggete. Setelah terbitan itu, Grace kebanjiran permintaan dan juga rujukan dari pembacanya untuk menampilkan lebih banyak lagi gagasan penataan ruang. "My goal for this section of the book, as with all Sneak Peak we run on Design*Sponge, is to help you to turn your home, large or small, into space that make you happy and reflect who you are," jelas Grace. 


 Gagasan-gagasan menarik lainnya juga dapat diperoleh dari bab Do It Yourself dimana pembaca memperoleh banyak tutorial menarik untuk mencipta benda-benda fungsional maupun dekoratif dengan menggunakan bahan-bahan sederhana yang dengan mudah dapat ditemui sehati-hari. Sementara yang tak kalah penting, informasi mengenai alat dan bahan serta cara dan kegunaannya, ditampilkan dalam bab tersendiri: Do It Yourself Basic. Bab yang tak kalah menarik adalah Before & After, di sini pembaca dapat menemukan ide-ide permak barang dan furnitur untuk tampil baru dan lebih menarik. misalnya saja, ide bagimana mengubah palet kayu bekas, menjadi sofa. Atau bagaimana menyulap koper lama, menjadi meja mungil nan cantik. Buku ini kemudian mempermudah kita dalam menemukan kembali rujukan terpilih untuk itu.  


Selama tujuh tahun terakhir ini, Design*Sponge memberikan pengaruh berarti dalam dunia desain dan interior khususnya. Design*Sponge memberi banyak inspirasi, tentang bagaimana keseharian dan benda-benda murah serta sederhana, bisa tampil menarik dan segar, ketika desain memberi sentuhan citarasa baru. Bagi pecinta dan peminat desain, buku yang di Amazon dijual dengan harga $22.5 dan $10 untuk ongkos kirim ini, sangat layak untuk dimiliki. Seperti yang dikatakan Nate Berkus dalam endorsmentnya: "This book is the perfect strom of what's cool and what's coveted." (t)

Saturday, May 26, 2012

Hey, Ini Dari Crafty Days#6


Pagi-pagi semua siap-siap...

bazzarnya akrab bisa ngobrol akrab dengan pengunjung
Craftypreneur forum, berbagi ilmu dan pengalaman dengan sesama crafter

workshop scrapbook bareng Ria Nirwana

Workshop Puppet Lantern bareng Pappermoon

Mr. Bean and The Teddy Bear ikut memeriahkan suasana

Duo Tesla Manaf dan Rudy Aru, memukau penonton

Duo SeeBlink jadi penutup Crafty Days yang meriah..

Sampai berjumpa lagi tahun depan.. dengan kemeriahan yang berbeda..
Foto-foto lebih lengkapnya bisa di lihat di sini



Thursday, May 24, 2012

Kelas Book Binding

Rila, Claudine, Isur, Caroline, Tarlen, Lia, Dhea, Sarah
Sebenernya ini kegiatan bulan April lalu dan terlalu sayang kalau ga di terbitkan di sini. Kelas Book Binding untuk pemula. Kelas ini mengajarkan teknik simple binding dan beberapa variasinya. Peminatnya lumayan juga. Kertas yang dipakai juga bisa bermacam-macam bahkan memanfaatkan kertas bekas pakai yang masih kosong satu sisinya juga bisa. Kesulitan yang banyak dialami para peserta kelas ini adalah tahapan akhir ketika buku mesti di potong untuk dirapikan dengan menggunakan pisau cutter.


Bagi yang tidak terbiasa memotong dengan pisau cutter memang merepotkan, karena cara memegang pisau (kemiringan) dan juga jenis pisau cutternya bisa mempengaruhi hasilnya. Sayangnya aku belum punya mesin pisau potong kertas yang portable... (ini salah satu benda yang dicita-citakan untuk di beli).  Ada yang sempat mengira di kelas ini aku akan mengajarkan teknik coptic binding juga, heheheh coptic binding itu bisa di kategorikan teknik intermediate, jadi sebelum belajar coptic, sebaiknya menguasai dulu teknik yang dasar seperti simple binding ini.

Masalah terbesar dalam mendalami teknik book binding di Indonesia  adalah keterbatasan material. Terutama benang untuk binding dan ukuran jarumnya. Di sini ga ada standar dan ukuran lagi pula benang linen yang idealnya digunakan juga ga ada. Jadi semua serba menyesuaikan dengan pasokan yang ada. Penyesuaian ini membutuhkan waktu dan uji coba untuk ketemu standar baru yang sesuai dengan ketersediaan alat dan bahan di sini.

Foto lebih lengkap bisa di lihat di sini

Tuesday, May 1, 2012

Buku Foto @aumdayu 'Goddess of Pantura'


Halo teman-teman :)
Bulan April berlalu begitu saja, bukannya tanpa produktivitas, tapi terlalu banyak hal yang harus di kerjakan dan dibereskan. Sampai-sampai waktu buat ngeblog tersita habis. Awal Mei ini, aku ingin menceritakan tentang buku foto untuk adik angkatku Arumdayu yang awal Mei ini harus melaksanakan sidang akhirnya di Ateneo de Manila University untuk program master Photo Journalism. Untuk kepentingan tugas akhirnya, jeng Arum membuat foto cerita tentang Dangdut Pantura. Foto-foto itu kemudian disusun dalam bentuk buku. Karena ini sifatnya masih dummy, Arum minta aku untuk mengerjakan bukunya. Beginilah jadinya. Sebenernya buku ini ga akan aku binding dengan coptic binding. Namun terjadi kebodohan dalam menghitung panjang cover yang membuat rencana semula _star binding_ berubah jadi coptic binding :D Aku senang sekali mengerjakan buku-buku seperti ini. 








Kunjung websitenya jeng Arum juga ya..  http://arumaum.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...