Tuesday, February 28, 2012

Dari Pembukaan Pameran Book Play

Oleh-oleh dari pembukaan pameran Book Play, Rabu, 22 Februari 2012 lalu. Pembukaan berlangsung hangat dan akrab, meski hujan tumpah tepat pk. 15.00, waktu dimana pembukaan seharusnya dimulai, tidak lama hanya sebentar saja, kemudian hujan menyisakan gerimis saja. Teman-teman, para sahabat kami berempat: Tanto, Keni, Ade dan aku memberi kehangatan sore di Gudang Selatan 88. Edi Brokoli tampil sebagai MC membawa suasana kedalam keakraban sebuah pameran yang kental dengan semangat bermain kami berempat. 

Aku, Tanto, Keni dan Dewi Aditia alias Ade.
Suasana semakin hangat dengan live cooking dari Chef Downey diiringi The Mission Possible yang menampilkan permainan hammond dari mas Luk, gudang tua di seberang rumahku itu, mendadak penuh dengan keceriaan dan aroma masakan chef Downey. Tempat yang kami berempat pakai untuk pameran adalah salah satu bangunan dari kompleks Gudang Selatan yang di pakai UNKL 347 sebagai ruang display produk-produk mereka. Ke depannya, ruang display ini akan menjadi ruang multi fungsi untuk kegiatan-kegiatan pameran 'alternatif' seperti ini. 

Dua karya Dewi Aditia: Akordeon books dari miniatur binantang dan Black Bile, buku yang dibuat dari matras dengan teknik cutting.
Karyanya Keni Soeriaatmaja: Descending & Ascending. Keni 'mengukir' buku dengan membuat tulisan dan ruang  di dalamnya. 
Karya R.E. Hartanto yang berjudul Teater Desa, sebuah cerita bergambar di atas MDF dengan mengadaptasi bentuk buku akordeon. Bercerita tentang kepanikan warga desa akibat teror serigala pemakan manusia. Raja kemudian mengutus seorang pendeta untuk menghadapi serigala tersebut. Saat bertemu serigala, pendeta meminta serigala untuk bertobat ke jalan kasih dan tidak lagi memangsa manusia. 

Kalau yang ini adalah buku naga buatanku.

Pemasangannya aku sangat dibantu oleh kakakku, Zhahson untuk meliuk-liukan buku setebal 2,5m atau 64.000 halaman ini.

Malam sebelum pemasangan karya, Adi dan papameong membantukan menemukan 'jurus' naga yang pas untuk dipasang di ruang pamer nanti. 


Lebih banyak foto pembukaan pameran ini ada di sini

Terima kasih kepada UNKL 347 yang sudah menyediakan tempat dan kesempatannya untuk kami berempat pameran di tempat yang luar biasa ini. Juga kepada teman-teman dan para sahabat yang sudah hadir dan selalu mendukung semangat kami untuk terus bermain dan bereksplorasi. Sampai jumpa di karya berikutnya..


Wednesday, February 22, 2012

Coptic Binding Dragon Book


Beginilah buku naga yang aku bikin untuk pameran Book Play. Tebalnya 2,5m atau 64.000 halaman dan ukurannya 4 x 5 cm dan di jilid dengan teknik coptic. Mendisplaynya lumayan juga, tapi untunglah, Zhahson, kakakku tercinta itu dengan mudah menyelesaikan persoalan teknis dalam pendisplayan. Buku Naga ini aku jilid selama 6 hari atau sekitar 40 jam, hehehehehehe.. lumayan lah :) Oya kepala naganya aku dapet dari pawai cap go meh kemaren, trus di gambar ulang wajahnya oleh Tanto. 

Aku ingin berterima kasih pada teman-teman yang mensupport karya ini: R.E. Hartanto, Keni Soeriatmaja,  Dewi Aditia, Adi Marseila, Palupi Kinkin, Kenti Prahmanti, Zhahson Burhanu, Mayang, Deasy Esterina, Dini Zakia, Eline Chandra, Yusrila Kerlooza,  Galuh Dyah, Arumdayu, teman-teman di Tobucil & Klabs dan para pembaca blog Vitarlenology, thanks ya :)

Monday, February 20, 2012

Book Play, A Book Art Exhibition, 22/2/2012 @unkl_347



Book Play
A Book Art Exhibition
22 - 28 Februari 2012

U&KL 
Jl. Gudang Selatan No. 88
Bandung

Pembukaan pameran 
Rabu, 22 Februari 2012
Pk. 15.00 - 18.00 WIB

Menampilkan karya:
R.E. Hartanto
Tarlen Handayani
Dewi Aditia
Keni Soeriaatmadja

Live Cooking bersama:
Chef Downey

Pertunjukkan Hammond Organ & Drums spesial dari:
The Mission: Possible

"Tercetus dari sebuah obrolan ringan mengenai kefanatikan sekelompok orang terhadap buku, maka lahirlah ide untuk mengadakan sebuah proyek bersama yang berujung dengan menampilkan hasilnya dalam sebuah pameran. Pameran ini diinspirasi oleh buku, tepatnya oleh buku secara bentuk, bukan sebagai literatur. Alih-alih membaca 'isi' buku tersebut, di sini buku justru dikupas kemasannya, proses pembentukannya, bahkan proses 'penghancurannya'. Dalam pameran ini, bentuk buku yang biasa kita kenal diubah sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk yang lain sama sekali; ia bertransformasi menjadi ruang-ruang tiga dimensi, menjadi seekor naga dengan panjang 2,5 meter dan lipatan-lipatan seperti akordeon. Yang menarik adalah, walaupun buku-buku ini sudah berubah bentuk dan tidak lagi menyerupai buku pada umumnya, kita tetap bisa menemukan ‘kisah’ di dalamnya. Dalam pameran ini kita bisa melihat bagaimana sebuah kisah bisa dirangkai tidak hanya dengan kata-kata atau teks, tetapi juga oleh bangun-rupa.

Pameran ini menampilkan karya-karya dari Tarlen Handayani, Keni Soeriaatmadja, Dewi Aditia dan R.E. Hartanto. Keempat perupa ini bertemu dan berkumpul di Tobucil & Klabs, sebuah toko buku dan hobi sekaligus ruang komunitas di Bandung. Pameran Book Play dirumuskan dan karya-karyanya dibuat bersama di tempat ini.

R.E. Hartanto
Perupa lulusan Jurusan Seni Lukis, FSRD ITB. Dalam perjalanan kekaryaannya, Tanto panggilan akrab R.E. Hartanto, banyak mengeksplorasi tema-tema kecemasan. Tanto pernah mengikuti program artist in residence di Rijksakademie v.B.K., Amsterdam, Belanda, selama 2 tahun. Pernikahan Tanto dengan Fini Kania, di tahun 2009, dikarunia seorang putra bernama Cakrawala Hartanto. Tanto bersama keluarganya kini  tinggal, bermain dan bekerja di Bandung. Lebih jauh tentang R.E. Hartanto: http://rehartanto.info

Keni Soeriaatmadja
Kesibukkannya sebagai ibu dari dua orang putra dan kegiatannya mengajar di kelas Creative-Movement untuk anak-anak, tidak membuat lulusan Seni Keramik, FSRD ITB ini kehilangan semangat untuk berkarya. Bercita-cita memiliki homemade book bakery  dan ingin menekuni book art, meski olah gerak dan tari Bali di Bengkel Tari Ayu Bulan telah menjadi bagian dari kesehariannya. 

Dewi Aditia
Perupa 'non full time' lulusan Jurusan Seni Lukis, FSRD ITB, crafter dan juga desainer tas. 

Tarlen Handayani
Pendiri dan pengelola Tobucil & Klabs, penulis lepas dan crafter. Setelah mengikuti kelas book binding di Etsy Lab, Brooklyn, USA, tahun 2008, Tarlen memutuskan untuk mendalami book binding dan handmade notebook juga mendirikan label 'Vitarlenology' untuk handmade notebook buatannya. Lebih jauh tentang Vitarlenology: http://designbyvitarlenology.blogspot.com
_

Pameran ini didukung penuh oleh UNKL347, yang pada saat bersamaan meluncurkan proyek terbarunya yang bertajuk 'U&KL/ Us&KindOfLife', sebuah penawaran untuk menikmati gaya hidup dengan kecerdasan visual; sebuah ruang yang dapat digunakan untuk bersantai, berkarya, membentuk komunitas, bersosialisasi, atau bahkan sekedar mengabadikan momen untuk diupload ke dalam lingkup jejaring sosial. U&KL adalah upaya pembuktian bahwa sebuah 'produk' merupakan representasi dari gaya hidup masyarakat dan komunitas di sekitarnya, bahwa baju, sepatu, dan meja-kursi bukan sekedar berfungsi untuk melindungi tubuh dan melayani manusia, tapi juga menyuarakan 'siapa' penggunanya. Ia bukan sekedar ruang untuk berkembang, tapi ia juga mengisi ruang tersebut dengan karya yang rendah hati, mudah diraih, dan bersahabat dengan lingkungan tempatnya berkembang. Namun sesungguhnya, tak perlulah kita berpanjang-kata merumuskan semua ini, nikmati saja keberadaannya dan menjadi bagian daripadanya. After all, it's for us, and our kind of life..
_

Saturday, February 18, 2012

Book Play: Sneak Peek U&KL


Tanggal 22 Februari 2012 nanti, di tempat ini bakalan ada keramaian nih. Ini sebetulnya salah satu bagian dari bangunan gudang yang ada di Jalan Gudang Selatan yang sekarang gudang no. 88 ini jadi kantornya UNKL 347 salah satu pionir clothing distro yang ada di Bandung. Di ruang display inilah nanti bakalan digelar pameran untuk soft opening ruang display ini... kira-kira bakalan seheboh apa ya?


Thursday, February 16, 2012

Book Play [Sneak Peek]


Sssstttt...! Tanggal 22 Februari nanti bakalan ada pameran seru di U&KL Gudang Selatan No. 88 Bandung, tunggu info selanjutnya..


Pembajakan Email


Tanggal 14 Februari 2012 lalu, emailku yang vitarlenology@yahoo.com di bajak orang. Dari alamat emailku itulah lantas terkirim pesan yang mengabarkan seolah-olah aku sedang berada di London dan terkena masalah. Ini membuat banyak teman langsung menghubungi aku mengkonfirmasikan kebenarannya dan sebagian lagi memberitahukan bahwa emailku di bajak orang. Yang paling menyebalkan dari pembajakan email ini adalah: semua alamat email yang sudah ke save di email address book, hilang. Semua arsip email yang ada di folder dan juga sent folder hilang setelah passwordnya aku ganti. 

Aku mencurigai, pembajakan ini terjadi karena beberapa hari sebelumnya aku mendapatkan email yang mengatas namakan Yahoo Service yang meminta para pengguna account Yahoo untuk memverifikasi account yang aktif dan yang tidak dengan memasukkan data-data pengguna termasuk password, karena kalau hal ini tidak dilakukan Yahoo akan mendelete account email kita. Waktu itu, aku mereply email tersebut dan memasukkan data pengguna tapi password aku kosongin. Email balasan ini di balas kembali oleh yang mengatas namakan Yahoo Service ini dengan meminta ku mengaktifkan verifikasi yang sudah aku lakukan dengan meng klik link yang mereka berikan. Dua hari setelah itu, tepatnya tanggal 14 Februari emailku sukses mereka bajak. 

Setelah kejadian aku baru kepikiran, rasanya ga mungkin juga Yahoo akan mendelete email yang akif dan yang tidak dengan meminta verifikasi kita.  Secara sistematis, ketika kita sign in ke account email kita, Yahoo pasti tau kalau account itu sedang kita aktifkan. Sementara kalau emailnya ga pernah di buka dalam jangka waktu yang sangat lama, bisa jadi account itu langsung di delete atau ada pemberitahuan kepada email lain yang jadi referensi ketika membuka account email tersebut. Tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur. Ini pembelajaran untuk lebih berhati-hati dengan data kita di dunia maya. 

Kang Rizky Adiwilaga begitu menerima email spam dariku itu langsung meneleponku dan memberitahukan padaku untuk segera mengganti password emailku dengan yang lebih aman. karena kang Kiky, begitu panggilan akrabnya, juga pernah menjadi korban pembajakan email. 

Tips password email yang cukup aman karena cukup rumit untuk di baca oleh spammer adalah yang mengandung huruf kapital dan angka di dalam passwordnya. misalnya: V1t4rl3n0lo9y hihihih alay banget sih.. yang penting tetep bisa dingat dengan mudah. Ada artikel menarik tentang Tips Membuat Kata Sandi yang Aman, silahkan di buka. 

Selain itu, untuk menghindari kehilangan arsip email, sebaiknya email-email yang penting di save as di komputer kita atau di print. Termasuk juga alamat-alamat email penting, sebaiknya di copy ke address book yang ada di komputer bukan yang ada di email.

Tidakan pencegahan lain, gunakan alamat email ganda sebagai back up, ketika mereply email dengan cc atau bcc ke alamat email lain. 

Setelah kejadian ini aku jadi lebih berhati-hati dengan jebakan-jebakan para hacker dan spammer. Semoga teman-teman terhindar dari kejadian yang aku alami.

Pedoman keamanan mail Yahoo ada di sini 

Wednesday, February 8, 2012

Kebun Binatang Ojanto


Ikutan bahagia, akhirnya Ojan bisa pameran karya-karya pattern yang dia buat. Dan satu kehormatan untukku, ketika Ojan mendaulat aku untuk menulis kurasi pamerannya. Sayang banget aku ga bisa hadir di Yogja pada saat pembukaan pameran ini berlangsung. Semoga sebelum pamerannya berakhir aku bisa ke Yogja.

Karya-karya Ojan bisa di cek disini:

Mari Tamasya Ke Kebun Binatang Ojanto

Ojan mewakili sedikit crafter laki-laki yang begitu intens dan tidak membatasi diri untuk mempelajari banyak hal: menjahit, belajar Cross Stitch, fotografi, stenciling, sampai akhirnya sablon.
Ojan lantas membangun dunia ‘pattern’ di atas pondasi teknik sablon yang ia dalami. Sementara tidak banyak crafter yang konsisten berekspolasi dengan dunia pattern sablon handmade di negeri ini.

Pameran ini akan membawa kita tamasya berpetualang ke kebun binatang Ojanto yang penuh dengan imajinasi, sekaligus sebuah undangan terbuka untuk kita semua menelisik objek-objek yang begitu dekat dengan keseharian kita. 

Lewat pameran ini, Ojan ingin menunjukkan pada kita semua bahwa keseharian itu inspirasi yang tiada habisnya,  dengan teknik sablon sederhana dan komitmen untuk terus-menerus mengeksplorasinya, maka jadilah dunia pola-pola imajinatif yang bisa kita aplikasikan pada apapun. Ojanto telah membuktikan itu.

Studio Vitarlenology, Bandung
4 Februari 2012,
Tarlen Handayani


Monday, February 6, 2012

Coptic Series: @themogus

Ini adalah notebook seri terbaru yang aku keluarkan. Coptic Series merupakan notebook dengan teknik coptic binding dan menggabungkan semangat kolaborasi. Coptic Series The Mogus ini adalah kolaborasiku dengan Moel, si pencipta karakter The Mogus. Aku menggunakan teknik sablon untuk gambar The Mogus yang ada di cover. Cover terbuat dari karton daur ulang setebal 3mm. Edisi sablon ini hanya aku buat 10 eks saja. Isi kertas dalamnya aku menggunakan book paper. Tebal notebook 180 lembar dan ukurannya 17.5 cm X 12.5 cm.  IDR 80.000 (belum termasuk ongkir). Yang berminat silahkan email aku di vitarlenology@yahoo.com

Thursday, February 2, 2012

Franco, My Letterpress

Sebut saja ini hadiah ulang tahun yang datang dua bulan lebih cepat :D Meski menguras tabungan perjalanan ulang tahunku, tapi aku ga menyesal. Toh, perjalanan masih bisa dilakukan di tahun ini dan ga harus bulan maret. Aku memberi nama Franco, buat mesin letter press jadulku ini. Sebulan lamanya aku menunggu sampai mendapatkan si Franco. Duhhh seneng banget. Mesin ini ga ada yang baru, karena ini mesin tua. Si Franco juga second. Mesin ini kegunaannya lumayan beragam. Selain bisa cetak dengan teknik letter press (emboss warna), bisa ngepon (potong dengan bentuk tertentu). Selain itu bahan cetaknya ga harus kertas, bisa kain, MDF, tripleks, karton tebal, kertas daur ulang.. wuaaaaa senang sekaliiiiii!!!!!


Meski ukurannya ga terlalu besar, tapi jangan tertipu dengan beratnya. Dibutuhkan lima orang laki-laki untuk mengangkat mesin yang beratnya sekitar 100 kg ini. Thanks to: Agung 'Lightning Hand Printed Goods' yang sudah bersusah payah mewujudkan impianku memiliki mesin letter press ini. Tak lupa kepada Emil untuk restorasi mesinnya. Siap tempur nih.. tak sabar ingin segera bereksperimen..:)

Emil, Agung dan mukaku yang sumringah hepi menyambut franco..


Wednesday, February 1, 2012

Berbagi Cinta Bersama @MSLiving_ID

Setelah pemotretan yang melelahkan sekaligus mengasyikan, beginilah jadinya setelah terbit di majalah Martha Stewart Living Edisi Februari 2012. Berbagi Cinta bersama Eline ChandraPalupi KinkinGaluh AgengClaudine Patricia, Caroline Najoan, Kenti PrahmantiFini Kania. 



Dari Pemotretan 'Berbagi Cinta' @MSLiving_ID

Akhir Desember lalu, mba Fifi dari Martha Stewart Living Indonesia, menghubungiku untuk melakukan pemotretan MSL Indonesia edisi bulan Februari. Konsepnya adalah crafter gathering. Untuk itu aku diminta mengumpulkan teman-teman crafter yang sering berkegiatan di Tobucil & Klabs. Aku menghubungi para mentor kelas hobi di Tobucil: Eline sebagai manajer operasional Tobucil, Claudine & Caroline sebagai mentor di kelas scrapbook, Galuh mentor kelas merenda, Palupi mentor kelas merajut, Kenti mentor kelas sulam pita. Aku juga Fini pembuat cupcake sekaligus istri Tanto, sahabatku. Tanto semangat sekali menyambutnya. Bahkan ia menawarkan rumahnya untuk dijadikan lokasi pemotretan. Setelah hiruk pikuk perayaan tahun baru, tepatnya tanggal 4 Januari 2012, teman-teman dari MSL ID datang ke Bandung. Kami sama-sama mengunjungi Tanto untuk lokasi pemotretan dan menyiapkan hal-hal yang perlu di siapkan untuk tanggal 5 Januari 2012. 


Kamis, 5 Januari 2012 pagi, kami: Aku, Palupi, Kenti, Claudine, Caroline, Galuh dan Eline, bergegas menuju rumah Tanto. Sementara kami berdanda, Teman-teman dari MSL ID: Mba Fifi, Mas Herman Harsoyo, Mas Yudha Gunawan dan Mas Pungkas Isnandar, sibuk mempersiapkan lokasi pemotretan. Menyenangkan sekali karena aku dan teman-teman crafter bisa membawa 'perlengkapan perang' yang biasa kami gunakan untuk membuat karya. Untuk edisi Februari ini, MSL ID mengundang kami untuk membuat kartu valentine dengan gaya kami masing-masing. Aku membuat kartu dengan batik dan simple binding, Palupi dan Galuh membuat kartu rajutan, Caroline membuat kartu berbentuk robot dari kardus bekas, Claudine membuat kartu dengan teknik scrapbook, Kenti membuat kotak kado dengan hiasan mawar kain, Eline membuat kartu valentine dengan sulam payet dan Fini membuat cookies dan cupcake. 


Pemotretan ini ternyata memakan waktu lebih lama dari yang kuperkirakan. Pemotretan dimulai Pk. 09.30 dan berakhir sekitar pk. 16.00 kepotong makan siang sekitar satu jam. Seneng tapi lumayan gempor, padahal tugas kami para model ini, ya mengerjakan pekerjaan yang biasa kami kerjakan dengan suka cita alias senyum selalu. Sambil becanda teman-teman justru merasa kelelahan disuruh senyum terus dan cape kebanyakan bercanda hihihihih... setelah pemotretan ini baru deh bisa berempati dengan model-model yang ada di majalah. 


Mba Fifi dari MSL ID sempat berpesan, "mba jangan dibocorin dulu ya foto-fotonya sampai majalah edisi Februarinya, terbit." Padahal melihat foto-foto proses pemotretannya rasanya ingin cepet-cepet di publikasikan di blog masing-masing. Tapi untunglah kami cukup bisa bersabar. Tak lupa dalam proses pemotretan ini, aku berterima kasih pada kang Dundun, fotografer asistennya Tanto yang mengabadikan proses pemotretan ini sehingga foto-fotonya bisa di publikasikan di sini.  Lebih banyak foto dari proses pemotretan 'Berbagi Cinta' bisa di lihat di sini. 

Terima kasih banyak untuk teman-teman crafter yang terlibat dalam pemotretan ini: Eline ChandraPalupi KinkinGaluh AgengClaudine Patricia, Caroline Najoan, Kenti PrahmantiFini Kania. Teman-teman MSL ID: Mba Fifi Juliana,  Mas Herman Harsoyo, Mas Yudha Gunawan dan Mas Pungkas Isnandar. Tak lupa untuk sahabatku yang selalu mendukungku, R.E. Hartanto dan juga Kang Dundun yang sudah mengabadikan moment ini. Terima kasih semua :) 


Journ(al)ey Hadiah dari @cicceria

Beberapa waktu lalu aku dapet hadiah yang luar biasa: sebuah jurnal yang digambari manual oleh Cice.  Sejak menemukan blognya, aku langsung mengagumi gambar-gambarnya sumpah sirik berat pengen bisa gambar kaya gitu. Apalagi Cice menggambari notebook-notebook buatannya. Langsunglah aku memesan padanya, pokonya aku bilang sama Cice, sesantainya dia aja. Aku yakin menggambari notebook secara manual pasti memakan waktu lama.. dengan senang hati aku bersedia menunggu.. dan inilah yang kutunggu-tunggu...


Cice membuatkan aku notebook bertema piknik. Aku suka sekali gambar kincir kertas di pembuka notebook. Belum lagi efek teh yang membuat isi halaman notebook jadi terlihat antik. Cice bilang efek teh ini, memang dibuat dengan menggunakan tetesan teh. Makin lama warnanya akan makin coklat. Belum lagi gambar keranjang pikniknya.. seru banget!

Yang keren lagi dari notebook ini adalah garis-garisnya dan kotak-kotaknya itu beneran di garisin satu-satu sama cice.. luar biasa banget!!! setiap notebook jadi sangat-sangat personal. Maksih banyak ya ce..:) Penasaran sama karya-karya Cice yang lain, kunjungi blognya.. http://rainbowteaumbrella.blogspot.com/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...