Skip to main content

Pameran dan Workshop "BOOK PLAY PROJECT #1 @KedaiKebunForum November - Desember 2012


di reblog dari Kedai Kebun Forum

Berawal obrolan ringan mengenai kesukaan terhadap buku. Obrolan ini berlanjut menjadi sebuah proyek bersama yang berujung pada sebuah pameran berjudul Book Play pada 22 Februari 2012 lalu di UKL 347 Bandung. Bagi Dewi Aditya, Keni Soeriaatmadja, R.E. Hartanto dan Tarlen Handayani buku justru tidak lagi sekedar teks, tapi ia bisa jadi medium yang di kupas, di eksplorasi, di reformasi secara bentuk. Buku-buku ini bermain-main menjadi ruang-ruang tiga dimensi; menjadi seekor naga dengan panjang 2,5 meter, lipatan-lipatan akordeon, pop up, lorong-lorong bertingkat,  serta bentukan baru mengikuti material baru yang digunakannya. Pada pameran Book Play, buku tidak hanya merangkai kisahnya lewat teks tetapi juga lewat bangun rupa.
Semangat bermain ini yang kemudian akan dibawa Dewi Aditya, Keni Soeriatmadja, R.E. Hartanto dan Tarlen Handayani _yang keempatnya biasa bertemu dan berkumpul di Tobucil & Klabs di Bandung_ ke dalam sebuah undangan untuk bermain-main dengan buku dalam “Book Play Project” di Kedai Kebun Yogjakarta pada bulan November 2012 mendatang.
Book Play Project menjadi undangan terbuka kepada siapapun yang tertarik untuk bermain-main dengan buku, membuat karya bersama-sama melalui workshop yang akan dipandu oleh Dewi Aditya, Keni Soeriaatmadja, R.E. Hartanto dan Tarlen Handayani. Karya hasil workshop ini akan dipamerkan bersama di Kedai Kebun Forum, Yogjakarta.
R.E. Hartanto
Perupa lulusan Jurusan Seni Lukis, FSRD ITB. Dalam perjalanan kekaryaannya, Tanto panggilan akrab R.E. Hartanto, banyak mengeksplorasi tema-tema kecemasan. Tanto pernah mengikuti program artist in residence di Rijksakademie v.B.K., Amsterdam, Belanda, selama 2 tahun. Pernikahan Tanto dengan Fini Kania, di tahun 2009, dikarunia seorang putra bernama Cakrawala Hartanto. Tanto bersama keluarganya kini  tinggal, bermain dan bekerja di Ungaran, Jawa Tengah. Lebih jauh tentang R.E. Hartanto: http://rehartanto.info.
Keni Soeriaatmadja
Kesibukkannya sebagai ibu dari dua orang putra dan kegiatannya mengajar di kelas Creative-Movement untuk anak-anak, tidak membuat lulusan Seni Keramik, FSRD ITB ini kehilangan semangat untuk berkarya. Bercita-cita memiliki homemade book bakery  dan ingin menekuni book art, meski olah gerak dan tari Bali di Bengkel Tari Ayu Bulan telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Dewi Aditia
Perupa ‘non full time’ lulusan Jurusan Seni Lukis, FSRD ITB, crafter dan juga desainer tas.
Tarlen Handayani
Pendiri dan pengelola Tobucil & Klabs, penulis lepas dan bookbinder. Setelah mengikuti kelas book binding di Etsy Lab, Brooklyn, USA, tahun 2008, Tarlen memutuskan untuk mendalami book binding dan handmade notebook juga mendirikan label ‘Vitarlenology’ untuk handmade notebook buatannya. Lebih jauh tentang Vitarlenology: http://designbyvitarlenology.blogspot.com.
_______
Rencana workshop di galeri Kedai Kebun, selama bulan November 2012, “Book Play Project”, di pandu olehTobucil ( Tarlen Handayani, dkk), dengan rincian rencana workshop :
Pendaftaran peserta workshop dimulai dari tgl 1 s/d 15 November 2012.
Senin, 12 November 2012, Display mulai terpasang (para calon para peserta workshop dapat melihat sebagai contoh untuk mengembangkan ide kreatifnya).
Jumat, 16 November 2012, Pk. 15.00, Perkenalan Book Play Project  dan pemutaran slide.
Sabtu, 17 November 2012, Pk. 14.00, Workshop Book Binding bersama Tarlen Handayani.
Minggu, 18 November 2012, Pk. 14.00, Workshop Pop Up bersama Keni Soeria Atmadja.
Senin, 19 November 2012, Pk. 14.00, Workshop Art Journaling 1 bersama R.E. Hartanto.
Rabu, 21 November 2012, Pk. 14.00, Workshop Art Journaling 2 bersama Dewi Aditya.
22 s/d 30 November 2012, masa peserta workshop menyiapkan hasil karyanya untuk pameran bersama.
Sabtu, 1 Desember 2012, Pembukaan pameran karya peserta Workshop.
Sabtu, 15 Desember 2012, Penutupan pameran karya peserta workshop.
Jumlah peseta workshop Book Play Project akan dibatasi, maksimal 30 orang peserta. Alat & bahan yang dibutuhkan seperti: cutter, penggaris, alas potong (cutting mate), gunting, kertas, karton, kain, kulit, lembaran kayu, tali, alat gambar, benang silahkan para peserta membawa masing-masing sesuai dengan selera. (macam-macam material yang dapat digunakan ini akan dijelaskan pada pertemuan pertama). Acara workshop ini tidak dipungut biaya lho (Gratis…..).
Jadi, siapkan dan ikutkan dirimu teman-teman!

Comments

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.