Skip to main content

Instagram @vitarlenology

Ternyata aku ga bisa menahan godaan instagram, sebuah jejaring sosial lain bagi siapapun yang senang bagi-bagi foto. Parahnya lagi, di apple store banyak banget aplikasi pendukung bagi yang seneng foto-foto dengan menggunakan iphone atau android ini, sampai-sampai bingung milihnya. Salah seorang teman dengan semangat menyarankan sebuah aplikasi wajib, namanya hipstamatic, sebuah aplikasi foto yang mengadaptasi sistem kamera analog alias ada film seluloid yang bisa diganti-ganti dan juga lensa yang bisa di ganti-ganti. Untuk mendonlot hipstamatic ini bayar $ 1.99.

Instagram ini sebenarnya mirip flickr tapi dalam format yang lebih sederhana seperti memotret analog dengan menggunakan kamera lomo, 'don't think, just shoot'. Tapi untuk menyimpan foto, aku tetap mengandalkan flickr (pro account), karena lebih mudah kalau mau di link ke blog atau website dan penyimpanannya tak terbatas, makanya foto-foto yang ada di instagramku aku simpen di flickr juga.  Sementara instagram hanya dibatasi oleh gadget yang digunakan karena kita hanya bisa log in ke instagram dari iphone atau android saja. Begitulah.. Kalau pengen menghasilkan foto digital dengan berbagai efek lomo, polaroid atau foto-foto jadul dari jaman kamera analog, instagram ini cukup menyenangkan dan mudah untuk foto-foto sepuasnya..

my instagram: @vitarlenology
Instagram album di flickr bisa dilihat di sini

Comments

riariaria said…
teh, aku naksir kaleng pink yg ada tulisan happy happy joy nya :D *salahfokus*
hihihihihih... iya itu kaleng baru dengan gambar iklan lama dapet di singapura
agung n wibowo said…
hahahaha... pecandu baru instagram... sama ama aku juga hehehehe :) :)
tapi untuk liat hasil fotonya gak cuma di hape kok mbak tarlen, bisa liat di www.statigr.am

bisa dijual juga malahan di www.instacanv.as

agungnwibowo :)
anakmagangcemprut :)
pecandu baru instagram ;p

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.