Skip to main content

I Love Stationery


Ketika menemukan buku ini, langsung deh girang berat! Gimana engga isinya desain stationery semua dan sebagian di buat dengan teknik manual dan handmade. I love Stationery ini disusun oleh Charlotte Rivers dan di terbitkan oleh W&V Press. Edisi Asia diterbitkan pertama kali tahun 2012. Desainer stationery dari Amerika, Eropa dan Australia juga tampil di buku ini. Mai Autumm (New Jersey, USA), Heidi Burton (London, UK), Oh My Deer Handmades (Nashville, Tennessee, USA), Akimbo (Adelaide, Australia), Sakura Snow (Amsterdam, The Netherlands), Cabin + Cub (Vancouver, Canada) dan lain-lain.

Charlote sengaja mengumpulkan beberapa desainer stationery yang menggunakan berbagai teknik di buku ini. Screen printing, block printing, ilustrasi, letterpress dan ilustrasi digital. Amerika sendiri memiliki acara tahunan dengan skala yang cukup besar untuk menampilkan desain-desain baru stationery: the National Stationery Shows di New York. Sayangnya di Indonesia belum banyak desainer yang mengkhususkan diri membuat desain stationery, padahal penggemar stationery di Indonesia ini cukup fanatik. Selain itu juga, banyak materi tradisional Indonesia yang sangat bisa diolah untuk desain-desain stationery ini.
Selain itu, sedikit penjelasan mengenai teknik yang digunakan juga dipaparkan di buku ini, jadi lumayan memberi tips and trick juga. Secara kesuluruhan material yang banyak digunakan oleh para desainer stationery di buku ini, terfokus pada kertas dan berbagai teknik cetak. Buatku, buku ini sangat menyenangkan karena bisa dapet banyak referensi dan ide segar dalam rangka cita-citaku yang ingin jadi desainer stationery juga :D mimpinya, suatu saat nanti di buku semacam ini ada porto folio desain dan karya stationeryku juga; Vitarlenology (Bandung, Indonesia). Amin.

Comments

dweedy said…
Amin! ^^ Dapat bukunya di mana mbak?
Warna Warni said…
wow..keren atuh ya... ^^

Amien..semoga tercapai ya mimpinya ^^
terima kasih doanya heheheh...
itu buku dapetnya di gramedia kok..

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.