Saturday, July 7, 2012

Bonn Voyage

Ceritanya tanggal 23 sampai 27 Juni 2012 lalu, aku melakukan perjalanan yang sangat-sangat singkat ke Bonn, Jerman. Yup, bener perjalanan ini memang super duper singkat. Aku mendapat undangan untuk mengikuti Global Media Forum 2012 yang berlangsung dari tanggal 24 sampai 27 Juni 2012 dan diselenggarakan oleh Deutsche Welle. Jadi begitu konfrensinya selesai, aku langsung pulang. Dari perjalananan yang begitu singkat ini, ada sedikit oleh-oleh yang ingin aku bagikan di sini. Bonn sebuah kota kecil bekas ibukota Jerman Barat, setelah bersatu, ibukota Jerman pindah ke Berlin. Beethoven menjadi 'maskot', karena Bonn adalah kota kelahirannya, ga heran patungnya ada di plaza pusat kota lama Bonn. Rumah kelahirannya dijadikan museum, tapi sayang aku beneran ga sempet mengunjunginya karena jadwal yang cukup padat.

Seperti biasa, kesasar adalah bagian yang membuat perjalanan ke tempat baru menjadi sah dan mabrur. Dan aku selalu menikmati momen kesasar, malah kalau cukup waktu sengaja menyasarkan diri. Untuk menikmati keasingannya dan sekaligus orientasi medan. Di tengah cuaca yang cukup dingin (terlalu dingin malah untuk ukuran musim panas) dan hujan gerimis, keliling-keling jalan kaki, berusaha menemukan hotel tempatku menginap. Ga sengaja nyasar ke pasar loak yang cuma buka sebulan sekali.. aku beruntung!! langsung terpesona melihat benda-benda yang dijual di sana. Pengen rasanya ngeborong semuanya..hahahah!!

Begitu melihat koper-koper kulit ini, langsung teringat Ria Papermoon si pecinta koper. Seandainya Ria ada bersamaku, pasti kami akan histeris bersama melihat koper-koper ini. Sementara di kios lain yang menjual pola-pola baju dan majalah-majalah mode vintage langsung mengingatkanku pada Ika Vantiani.. Bisa di bayangkan seandainya kami ada dalam satu rombongan pasti akan nongkrong di pasar antik ini sampai tutup. 

Tentu saja, ini kios yang lagi-lagi bisa bikin aku, Ria, Ika dan Astrid Reza akan panik berat.. karena sekios isinya kaleng semua (ga berani moto dari deket, takut ga bisa menahan diri dari godaan kaleng.. hahahah). Ampunnnnn... nyaris membeli beberapa, tapi urung karena teringat hotel tempat menginap yang belum juga di temukan..
Dan lihatlah kompor  berikut ini.. sungguh luar biasa ciamikkkkkkkkk .. takjub aku melihatnya. Bisa gawat kalau kunjunganku ke Jerman ini adalah dalam rangka residensi beberapa bulan, benda-benda ini bisa ngikut pulang ke Indonesia.. hahahahah..
Beruntung, di penghujung konfrensi hari pertama, panitia menjadikan acara boat trip menyusuri sungai Rhine dari Bonn ke Koln sebagai bagian dari acara untuk peserta bersantai dan saling mengenal. Jadinya kunjungan yang teramat singkat ini cukup meninggalkan kesan. Banyak kastil dan bangunan khas Jerman di sepanjang sungai. Meski anginnya cukup dingin, namun pemandangan musim panas di sepanjang sungai Rhine ini sangat sayang jika dilewatkan. 


Lebih banyak foto-foto Bonn Voyage, bisa dilihat di sini

6 comments:

Eugenia Gina said...

tarleen, kompornyaa itu kompornyaaa... *histeris panik sambil nunjuk2

Tarlen Handayani said...

makanya... kalo aku punya kompor kaya gitu pasti aku pajang doang ga akan aku pake biar ga rusak hahahahhaha...

kuwacikecil said...

semaput, pemirsa...

dweedy said...

*Menggila* Itu kompor, kaleng, buku mode vintage!!! *histeris*

moshe things said...

Tarlen, aku iri banget... I always love flea market. Itu barang-2 vintagenya sangat menggiurkan. Banyak banget yg pengin aku pajang di rumahku...

Lovesomeone said...

gimana caranya bisa ikut global media forum yaa? :O

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...