Skip to main content

Merchandise Dangdut 'Goddess of Pantura' Kolaborasi Bersama @aumdayu

Hal yang paling menyenangkan dan membahagiakan buatku adalah ketika bisa berkolaborasi dan membuat karya bersama teman. Adalah Arum Tresnaningtyas Dayuputri yang beberapa waktu lalu membuat seri foto cerita berjudul Goddess of Pantura untuk tugas akhirnya. Pada perkembangannya, Arum ga ingin foto cerita ini sekedar untuk kepentingan tugas akhir, ia berniat meneruskannya menjadi sebuah buku foto. Untuk mendukung gagasan itu, aku dan Arum memutuskan untuk berkolaborasi dengan membuat merchandise dari foto-foto Goddess of Pantura, sebagai jalan yang diretas untuk menuju cita-cita terbitnya buku foto itu

Dengan semangat Do It Yourself dan keinginan untuk menerbitkan buku foto secara mandiri, merchandise ini menjadi salah salah satu cara mengumpulkan dukungan dan modal untuk proyek penerbitan buku foto Goddess of Pantura. Sementara ini, baru 12 foto yang digunakan untuk membuat seri pocketbook Goddess of Pantura. Foto-foto Arum membuat pocketbook yang sederhana ini terasa begitu istimewa. Satu kehormatan untukku bisa membuat pocketbook dengan foto-foto dunia dangdut pantura yang selama ini seringkali di remehkan sekaligus mengundang decak kagum.

Pocketbook ini berukuran 10 x 14 cm kertas dalamnya menggunakan bookpaper 70gr. Untuk melengkapi pocketbook ini, ada juga gantungan kunci yang bertuliskan kutipan-kutipan lirik lagu-lagu dangdut yang sudah sangat dikenal..

Bagi yang berminat bisa menghubungi aku di vitarlenology@gmail.com atau mention aku di twitter @vitarlenology atau Arum @aumdayu

Comments

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.