Skip to main content

Printing By Hand Class: Foam Stamping

22 Januari lalu, aku bikin kelas di tobucil. Judul kelasnya 'printing by hand'. Kelas ini terinspirasi oleh bukunya Lena Corwin yang berjudul Printing By Hand. Aku hanya mengajarkan satu teknik printing by hand yaitu Foam Stamping. Sebenernya ini teknik yang sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan, membuat cap dari styrofoam bekas kemasan makanan. Bisa di capkan di kain atau kertas.


Aku bagikan caranya di sini. Untuk melakukan 'foam stamping' bahan yang dibutuhkan adalah: Acrylic bening tebal minimal 2mm, styrofoam bekas kemasan makanan, cutter atau craft knife, cutting mate, cat acrylic atau cat sablon, double tape. Acrylic bening ini gunanya sebagai alas atau tatakan cap. Mengapa harus yang bening? jika kita ingin membuat pattern pada kain dan kertas, alas atau tatakan bening akan memudahkan kita dalam mencap motif di atas kain/kertas sehingga gambarnya tidak bertumpuk. 

Kita bisa mengambil permukaan yang rata dari styrofoam bekas kemasan untuk membuat gambar yang akan dijadikan cap. Kita bisa menggambar langsung di styrofoam dengan menggunakan spidol. Perlu diingat styrofoam ini bukan material yang solid, dia punya pori-pori yang dapat menyerap cat. Untuk itu karakteristik gambar  yang dihasilkan dari foam stamping ini warnanya ga akan bisa ngeblock dan solid. Selalu ada efek 'dadas' atau 'belel' tapi menurutku itulah kelebihannya foam stamping. Gambar yang buat juga disarankan untuk tidak terlalu detail. Jika mau membuat cap tulisan, jangan lupa di 'mirror' atau di balik dulu tulisannya. Sebab kalau tidak di balik, nanti hasil capnya yang akan kebalik.  Setelah gambar atau tulisan yang ada di styrofoam kita potong dengan menggunakan cutter atau craft knife, kita tempel di acrylic dengan menggunakan double tape. Setelah itu baru kita warnai dengan cat acrylic atau cat sablon dan di capkan ke kain atau kertas. Kita bisa memberi warna yang berbeda dalam satu gambar sekaligus. Jika kita berniat mengganti-ganti warna pada cap yang akan kita pakai, mulailah dari warna yang lebih muda dulu baru ke warna yang lebih tua. Perlu diingat styrofoam akan menyerap warna yang sudah kita oleskan di atasnya. Jadi ketika kita mengubah warna, warna sebelumnya akan sedikit bercampur dengan warna yang baru. Selamat mencoba.. :)

Thanks to: Linda, Dina, Rani, Sarah, Nasrul, Lia, Inchan, Deasy, Lita, Trini dan Kresna yang sudah bergabung di kelas ini. Lebih banyak foto ada di sini

Tentang kegiatan Tobucil & Klabs:
atau follow twitternya: @tobucil

Info bahan baku Bandung
Acryclic dapat diperoleh di 
Polar Jl. Pungkur 129 C Bandung
Cat Acrylic bisa di dapat di toko-toko penjual alat gambar 
(Toko Diva Jl. ABC Bandung, Toko Tidar Jl. Sabang Bandung)
Cat Sablon bisa di beli di : 
Toko Warna Aseli (ga nama jalannya, tapi deket stasiun belakang) atau di 
Lukas Jl. Karang Anyar (deket Cibadak- Pajagalan) Bandung


Comments

mbak Tarlen, kursusnya masi ada? bayar berapa,,
aku terinspirasi ama http://www.kelanifabric.com.au/
motif yang di cap ke kain tahan cuci ga?
nuvv@rocketmail.com
Mbak Tarlen, saya pengen bikin kaen hand screen printing kayak yg di blog inih:
http://www.kelanifabric.com.au/
kira2 gimana yah caranyah?

nuvv@rocketmail.com
the java market said…
Wah... jadi inget kelas ketrampilan waktu SD, sama bu guru juga diajari persis buat stempel kayak gini. bedanya waktu itu bahannya diganti sama limbah spon sandal yg bertebaran disekitar sekolah. teknik ini juga bisa digunakan untuk menghias dinding, tentunya catnya juga harus cat dinding. Terimakasih banyak atas ilmunya mbak Tarlen, sangat menginspirasi. GBU

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.