Wednesday, February 1, 2012

Printing By Hand Class: Foam Stamping

22 Januari lalu, aku bikin kelas di tobucil. Judul kelasnya 'printing by hand'. Kelas ini terinspirasi oleh bukunya Lena Corwin yang berjudul Printing By Hand. Aku hanya mengajarkan satu teknik printing by hand yaitu Foam Stamping. Sebenernya ini teknik yang sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan, membuat cap dari styrofoam bekas kemasan makanan. Bisa di capkan di kain atau kertas.


Aku bagikan caranya di sini. Untuk melakukan 'foam stamping' bahan yang dibutuhkan adalah: Acrylic bening tebal minimal 2mm, styrofoam bekas kemasan makanan, cutter atau craft knife, cutting mate, cat acrylic atau cat sablon, double tape. Acrylic bening ini gunanya sebagai alas atau tatakan cap. Mengapa harus yang bening? jika kita ingin membuat pattern pada kain dan kertas, alas atau tatakan bening akan memudahkan kita dalam mencap motif di atas kain/kertas sehingga gambarnya tidak bertumpuk. 

Kita bisa mengambil permukaan yang rata dari styrofoam bekas kemasan untuk membuat gambar yang akan dijadikan cap. Kita bisa menggambar langsung di styrofoam dengan menggunakan spidol. Perlu diingat styrofoam ini bukan material yang solid, dia punya pori-pori yang dapat menyerap cat. Untuk itu karakteristik gambar  yang dihasilkan dari foam stamping ini warnanya ga akan bisa ngeblock dan solid. Selalu ada efek 'dadas' atau 'belel' tapi menurutku itulah kelebihannya foam stamping. Gambar yang buat juga disarankan untuk tidak terlalu detail. Jika mau membuat cap tulisan, jangan lupa di 'mirror' atau di balik dulu tulisannya. Sebab kalau tidak di balik, nanti hasil capnya yang akan kebalik.  Setelah gambar atau tulisan yang ada di styrofoam kita potong dengan menggunakan cutter atau craft knife, kita tempel di acrylic dengan menggunakan double tape. Setelah itu baru kita warnai dengan cat acrylic atau cat sablon dan di capkan ke kain atau kertas. Kita bisa memberi warna yang berbeda dalam satu gambar sekaligus. Jika kita berniat mengganti-ganti warna pada cap yang akan kita pakai, mulailah dari warna yang lebih muda dulu baru ke warna yang lebih tua. Perlu diingat styrofoam akan menyerap warna yang sudah kita oleskan di atasnya. Jadi ketika kita mengubah warna, warna sebelumnya akan sedikit bercampur dengan warna yang baru. Selamat mencoba.. :)

Thanks to: Linda, Dina, Rani, Sarah, Nasrul, Lia, Inchan, Deasy, Lita, Trini dan Kresna yang sudah bergabung di kelas ini. Lebih banyak foto ada di sini

Tentang kegiatan Tobucil & Klabs:
atau follow twitternya: @tobucil

Info bahan baku Bandung
Acryclic dapat diperoleh di 
Polar Jl. Pungkur 129 C Bandung
Cat Acrylic bisa di dapat di toko-toko penjual alat gambar 
(Toko Diva Jl. ABC Bandung, Toko Tidar Jl. Sabang Bandung)
Cat Sablon bisa di beli di : 
Toko Warna Aseli (ga nama jalannya, tapi deket stasiun belakang) atau di 
Lukas Jl. Karang Anyar (deket Cibadak- Pajagalan) Bandung


3 comments:

mampir kesini dulu said...

mbak Tarlen, kursusnya masi ada? bayar berapa,,
aku terinspirasi ama http://www.kelanifabric.com.au/
motif yang di cap ke kain tahan cuci ga?
nuvv@rocketmail.com

mampir kesini dulu said...

Mbak Tarlen, saya pengen bikin kaen hand screen printing kayak yg di blog inih:
http://www.kelanifabric.com.au/
kira2 gimana yah caranyah?

nuvv@rocketmail.com

the java market said...

Wah... jadi inget kelas ketrampilan waktu SD, sama bu guru juga diajari persis buat stempel kayak gini. bedanya waktu itu bahannya diganti sama limbah spon sandal yg bertebaran disekitar sekolah. teknik ini juga bisa digunakan untuk menghias dinding, tentunya catnya juga harus cat dinding. Terimakasih banyak atas ilmunya mbak Tarlen, sangat menginspirasi. GBU

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...