Skip to main content

Kebun Binatang Ojanto


Ikutan bahagia, akhirnya Ojan bisa pameran karya-karya pattern yang dia buat. Dan satu kehormatan untukku, ketika Ojan mendaulat aku untuk menulis kurasi pamerannya. Sayang banget aku ga bisa hadir di Yogja pada saat pembukaan pameran ini berlangsung. Semoga sebelum pamerannya berakhir aku bisa ke Yogja.

Karya-karya Ojan bisa di cek disini:

Mari Tamasya Ke Kebun Binatang Ojanto

Ojan mewakili sedikit crafter laki-laki yang begitu intens dan tidak membatasi diri untuk mempelajari banyak hal: menjahit, belajar Cross Stitch, fotografi, stenciling, sampai akhirnya sablon.
Ojan lantas membangun dunia ‘pattern’ di atas pondasi teknik sablon yang ia dalami. Sementara tidak banyak crafter yang konsisten berekspolasi dengan dunia pattern sablon handmade di negeri ini.

Pameran ini akan membawa kita tamasya berpetualang ke kebun binatang Ojanto yang penuh dengan imajinasi, sekaligus sebuah undangan terbuka untuk kita semua menelisik objek-objek yang begitu dekat dengan keseharian kita. 

Lewat pameran ini, Ojan ingin menunjukkan pada kita semua bahwa keseharian itu inspirasi yang tiada habisnya,  dengan teknik sablon sederhana dan komitmen untuk terus-menerus mengeksplorasinya, maka jadilah dunia pola-pola imajinatif yang bisa kita aplikasikan pada apapun. Ojanto telah membuktikan itu.

Studio Vitarlenology, Bandung
4 Februari 2012,
Tarlen Handayani


Comments

super banget deh mas ojan mba put plus mas tarlen juga :)
g.luck :)
iya nih kok mbak tarlen gak dtg :( pdhl pgn ketemu kmrn aku sempet2in kesana lho :D (meskipun agak telat hihi)


Lucia

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.