Skip to main content

Coptic Binding Dragon Book


Beginilah buku naga yang aku bikin untuk pameran Book Play. Tebalnya 2,5m atau 64.000 halaman dan ukurannya 4 x 5 cm dan di jilid dengan teknik coptic. Mendisplaynya lumayan juga, tapi untunglah, Zhahson, kakakku tercinta itu dengan mudah menyelesaikan persoalan teknis dalam pendisplayan. Buku Naga ini aku jilid selama 6 hari atau sekitar 40 jam, hehehehehehe.. lumayan lah :) Oya kepala naganya aku dapet dari pawai cap go meh kemaren, trus di gambar ulang wajahnya oleh Tanto. 

Aku ingin berterima kasih pada teman-teman yang mensupport karya ini: R.E. Hartanto, Keni Soeriatmaja,  Dewi Aditia, Adi Marseila, Palupi Kinkin, Kenti Prahmanti, Zhahson Burhanu, Mayang, Deasy Esterina, Dini Zakia, Eline Chandra, Yusrila Kerlooza,  Galuh Dyah, Arumdayu, teman-teman di Tobucil & Klabs dan para pembaca blog Vitarlenology, thanks ya :)

Comments

Ayu Welirang said…
keren Mbak! Ini buat display Kopi Liong Bogor juga masuk.. nanti, kalau ada pameran kopi lagi, mau request display naganya seperti ini.
dweedy said…
Keren banget mbak :D
Bad Excel said…
keren banget tarlen!
deluniQ said…
jempol empat mb'e
bee wee said…
Wow!!! Keren mba!!
Jadi ngebayangin gimana membuatnya :)
Ekbess said…
keren...keren...mantap sekali idenya mbak...salut...
paperpleased said…
tarleennn....*pingsan*

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.