Skip to main content

Buku Petualangan EFG Untuk Mba Floren



Adalah satu kehormatan bagiku membuat sebuah notebook (mungkin lebih tepatnya untuk yang ini disebut album) yang bakalan dipakai untuk mendokumentasikan kisah sebuah keluarga. Hal itu aku dapatkan dari mba Florencia. Dengan sabar mba Floren menunggu album ini sampai kelar di kerjakan. Album yang diberi judul AFG Adventure Book ini akan menjadi album dokumentasi mba Floren dan keluarganya. 


Bisa dibilang ini adalah album/ notebook ukuran A4 (landscape) pertama yang pernah aku buat. Sebenarnya ga terlalu sulit kalau dibuat sebagai buku catatan biasa. Tapi yang ini jadi tantangan tersendiri karena nantinya akan ditempel-tempel foto dan lain-lain (mungkin semacam album scrapbook) dan aku mesti memperhitungkan ketebalanan buku ini setelah nanti di tempel-tempel. Makanya buku ini jadi terlihat sangat tebal. Berguru pada teman-teman scraper yang bisa membuat notebook biasa jadi berkali-kali lipat tebalnya dari notebook ukuran aslinya, album EFG ini kalau sudah penuh diisi memang akan jadi setebal ini. 

Menjilidnya lumayan repot, bukan karena teknik binding yang aku pakai tapi lebih karena aku belum terbiasa dengan ukuran dan besarnya buku ini. Oya tulisannya aku buat dari kain yang senada dengan kain dalemnya. Di bagian belakangnya juga mba Floren minta ditambah kantong. Ya udah aku bikin kantongnya senada dengan kain dalemnya. Setelah selesai, aku merasa lega. Rasanya seperti membuat sebuah buku 'induk' yang tebal dan besar seperti sebuah catatan kuno di perpustakaan tua hahahahah... lebay.. Tapi beneran, aku jadi pengen bikin buatku sendiri, untuk menempelkan kliping perjalanan tobucil dari dokumentasi publikasi di koran dan majalah..


Selamat mengisi buku petualangannya ya mba Floren... :)

Comments

fillyawie said…
Keren pisan karya teh Tarlen... Oversize dan warnanya keren bgt. ngences...ngiri..pengen : )
ikadamayanti said…
mbak tarlen itu pake kertas apa? awww,seger banget deh :}

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.