Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2012

Moel Dan Dunia @themogus

Setelah bertahun-tahun dengan ketekunan dan ketelatenannya membangun koloni monster gurita, akhirnya Moel memamerkannya dalam sebuah pameran tunggal di Galeri Gerilya, Jl. Raden Patah, Bandung. Dalam pameran ini, Moel memberiku kehormatan untuk berkontribusi sebagai salah satu penulis di katalog pamerannya. Berikut tulisannya aku terbitkan di sini. 
Surat Perayaan Rasa Takut
Dear The Mogus,
Sebelumnya kusampaikan selamat pada keluarga The Mogus yang akhirnya bisa tampil bersama-sama dalam pameran ini. Aku acungkan semua jempolku untuk Moelyana, orang di belakang ide dan kelahiran kalian sekeluarga. Aku teringat saat pertama kali prototipe The Mogus lahir. Saat itu Crafty Days #2 Tobucil & Klabs, Desember 2008, Moel membuat anggota pertama The Mogus yang diberi nama Mogu Sigarantang. Anggota keluarga pertama ini tentunya masih banyak kekurangannya. Moel membuatnya dari pompom benang bulky. Moel saat itu belum menemukan cara mengikat untuk menyatukan pompom-pompom itu dengan kuat. Aki…

Buku Petualangan EFG Untuk Mba Floren

Adalah satu kehormatan bagiku membuat sebuah notebook (mungkin lebih tepatnya untuk yang ini disebut album) yang bakalan dipakai untuk mendokumentasikan kisah sebuah keluarga. Hal itu aku dapatkan dari mba Florencia. Dengan sabar mba Floren menunggu album ini sampai kelar di kerjakan. Album yang diberi judul AFG Adventure Book ini akan menjadi album dokumentasi mba Floren dan keluarganya. 

Bisa dibilang ini adalah album/ notebook ukuran A4 (landscape) pertama yang pernah aku buat. Sebenarnya ga terlalu sulit kalau dibuat sebagai buku catatan biasa. Tapi yang ini jadi tantangan tersendiri karena nantinya akan ditempel-tempel foto dan lain-lain (mungkin semacam album scrapbook) dan aku mesti memperhitungkan ketebalanan buku ini setelah nanti di tempel-tempel. Makanya buku ini jadi terlihat sangat tebal. Berguru pada teman-teman scraper yang bisa membuat notebook biasa jadi berkali-kali lipat tebalnya dari notebook ukuran aslinya, album EFG ini kalau sudah penuh diisi memang akan jadi s…

Kindle Case Buat @puty

Beberapa waktu lalu, Puti berkirim email padaku, dia baru beli kindle (E-book reader) dan minta dibuatin sampul yang dilengkapi resleting seperti sampul kitab. Sebetulnya membuat model seperti ini aku udah pernah beberapa kali, yang justru jadi tantangan tersendiri adalah ukurannya. Ternyata ga mudah membuat sampul gadget kalo gadgetnya ga ada di deket kita hehehehe.. mungkin karena aku bukan termasuk orang yang terlalu presisi, jadi soal ukuran ini jadi masalah. Terutama berapa banyak aku harus melebihkan dari ukuran sebenarnya. Bisa jadi ketika bagian dalemnya belum terpasang, ukurannya udah pas. Tapi setelah  lapisan dalamnya di pasang, eh, jadi kekecilan. Nah.. nah.. aku berlajar banyak nih dari proses pembuatannya. Cerita tentang kindlenya Puti ada di sini.


@vitarlenology di 365-nya @adalahkita

Hari ini senang sekali, muncul di project 365 nya adalah kita. 

Cara Mencetak Poster Kegiatan Dengan Pendekatan 'Desain Modular'

Di jaman serba internet, publikasi kegiatan dalam bentuk poster tercetak ternyata masih tetap diperlukan. Bulan Januari ini, ada beberapa pekerjaan mendesain poster kegiatan yang aku kerjakan. Ada yang memang berhubungan dengan publikasi kegiatan tobucil dan kegiatan pameran temanku. Tidak seperti jaman pra cetak digital, dimana poster minimal mesti di cetak satu rim. Sekarang dengan bermodalkan printer warna, kita bisa mencetak sendiri poster-poster seperti ini. Jangan kawatir, meski teman-teman hanya punya printer ukuran A4, tapi teman-teman bisa mencetak poster dengan ukuran lebih besar dari ukuran A4. Untuk melakukannya, teman-teman perlu 'kesadaran desain' yang disesuaikan dengan keterbatasan alat. Dengan printer A4, teman-teman sebenarnya bisa menggunakan sistem modular atau puzzle dalam mendesain poster tersebut. Beberapa desain poster yang aku buat ini, menggunakan pendekatan itu. 

Poster Resital Empat Gitar ini aku layout dengan menggunakan Adobe Illustrator. Aku men…

DIY Print On Demand Bredel 1994

Sejak awal Januari ini, pekerjaan seperti membrondong bertubi-tubi. Terutama pekerjaan yang berhubungan dengan program-program kegiatan tobucil yang Januari ini angkatan baru dimulai kembali. Padahal banyak yang ingin di publikasikan di blog ini. Salah satunya cerita tentang buku Bredel 1994. Setelah membuat Bredel 1994 edisi khusus dengan model magic quote notebook, awal Januari ini teman-teman AJI memintaku membuat edisi regulernya dengan sistem print on demand alias di cetak hanya berdasarkan permintaan. Bindingnya juga seperti binding buku. Mmm.. ini pengalaman yang menarik buatku, karena aku kemudian mengerjakan binding seperti yang dikerjakan oleh penerbitan buku: di jahit dan di lem. Ternyata binding seperti ini awalnya cukup merepotkan, karena ini menggabungkan dua cara jadi satu. Selain itu butuh alat press biar buku ga mekar ketika di lem. Tapi setelah menemukan triknya, ga serepot yang dibayangkan. Pengalaman ini buatku sangat penting untuk mengukur kapasitas produksi DIY …

Secuplik Kisah Dari Laweyan

Sebenernya ini masih oleh-oleh dari jalan-jalan ke Solo Desember lalu, belum sempet aku publikasikan di blog ini. Tentang sebuah daerah tua bernama Laweyan. Sebuah daerah yang sudah eksis sebelum kerajaan Mataram berdiri. Disebut laweyan karena dalam bahasa Jawa 'laweyan' itu berarti benang. Jauh sebelum daerah ini berubah menjadi kampung saudagar batik, kampung Laweyan menjadi daerah yang menghasilkan kain tenun (lurik) untuk konsumsi rakyat bawah. Pergeseran dari penghasil kain tenun menjadi kampung saudagar batik, melampaui perjalanan panjang sekitar 600 tahun. Di Laweyan ini pulalah, Serikat Dagang Islam berdiri yang merupakan kongsi dagang lokalyang berpengaruh untuk melawan kolonialisme kongsi dagang Eropa pasa saat itu. Konon kabarnya, di balik benteng rumah-rumah saudagar yang sepertinya terpisah dan terisolasi satu sama lain itu, terdapat jalan bawah tanah yang menghubungkan satu rumah saudagar dengan saudagar lainnya untuk memudahkan mereka melakukan koordinasi satu…

Mari Mulai Putaran Baru 2012

Tahun baru itu artinya satu putaran genap dilalui. Dan sekarang putaran 2012 baru saja dimulai. Bagiku, tahun baru itu seperti kumpulan kisah perjalanan hari-hari mengalami kebaruan-kebaruan dalam hidup. Satu tahun itu seperti satu bab dalam hidupku. Tahun 2012 ini aku memasuki bab ke 35 dari hidupku. Semestinya setelah bab ke 35, kisah perjalanan hari-harinya akan makin seru, pemaknaan hidup makin  dalam dan semangat yang lebih besar untuk terus berkarya.

Selamat mencatat kisah di putaran 2012, selamat menjalani kisah perjalanan hari-hari yang seru dan menyenangkan..

Salam hangat,
tarlen - vitarlenology