Monday, November 26, 2012

Undangan Menghadiri Pameran "Seni Buku Seni", Kedai Kebun, Yogjakarta, 1 - 15 Desember 2012




Buku nampaknya tidak lagi bernilai sekedar teks. Keni Soeriatmadja, R.E.Hartanto, dan Tarlen Handayani yang ketiganya, selama 4 hari yaitu 16 – 19 November 2012, membagi ilmu kepada para peserta workshop Seni Buku di Kedai Kebun Forum (KKF). Dalam workshop tersebut mereka bertiga mengupas, mengeksplorasi, dan mereformasi buku, sehingga secara bentuk, buku dirangkai lewat bangun rupa.

Dalam workshop Seni Buku tersebut, Keni Soeriatmadja membagi materi tentang seni Pop Up. Di kelas ini para peserta workshop diajarkan untuk memunculkan efek tiga dimensi saat pop up dibuka. Kelas R.E.Hartanto membicarakan Jurnal BerseniArt Journaling dengan menggunakan barang-barang yang ada, sederhana serta memanfaatkan kreatifitas dari masing-masing peserta. Lewat Art Journaling ini banyak hal akan tergali dari dalam diri peserta yang kemudian akan dibagikan kepada khalayak umum, misalnya melalui gambar, tulisan bahkan nota pembelian yang dikumpulkan jadi satu seperti buku diary. Sedangkan Tarlen Handayani mengajarkan tentang Book Binding yaitu seni merakit lembaran kertas yang terpisah menjadi sebuah buku. Keunikan hasil jahitan para peserta workshop dalam merakit bukunya ini, merupakan kreasi karya yang menarik.

“Seni Buku Seni” adalah dunia imajinasi seni terhadap buku, yang karakternya merupakan luapan pengalaman pribadi dan cerita dari masing-masing peserta workshop, dalam karya-karya yang mereka hasilkan.

Mulai 1 sd 15 Desember 2012, para pecinta seni dapat menyaksikan kreasi dari para peserta workshop dalam merangkai buku-buku menjadi “bermakna” dan “bernilai” lebih dari sekedar teks, di Ruang Pamer KKF, Yogyakarta. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, yaitu ibu rumah tangga, pegawai, seniman, dan mahasiswa baik dari Institut Seni Indonesia (ISI) maupun dari universitas umum. Mereka adalah (1.) Adriani Zulivan, (2.) Agustina Tri Wahyuningsih, (3.) Anang Saptoto, (4.) Andriew B., (5.) Andy Setyanta, (6.) Anna Theedens, (7.) Ayu Desianti, (8.) Dian Utami, (9.) Diesta Noerdiawan, (10.) Dito Yuwono, (11.) Doni Maulistya, (12.) Edgar D. Ere, (13.) Elia Nurvista, (14.) Evi Pangestu, (15.) Fitri Kusumastuti, (16.) Ignatia Nilam, (17.) Imam Benjol, (18.) Iman Sutejo, (19.) Kathleen Azali, (20.) Kurniadi Widodo, (21.) Lashita Situmorang, (22.) Lutfandita Landistyas, (23.) Mira Asriningtyas, (24.) Octo Cornelius, (25.) Petek Sutrisno, (26.) Prihatmoko Moki, (27.) Puji Astari, (28.) Rendy Aditya, (29.) Rennie "Emonk", (30.) Ria Novitri N., (31.) Seto Hari Wibowo, (32.) Surijal, (33.) Thuke Wulandari, (34.) Udien Aee, (35.) Utari Dewi Narwati, dan (36.) Wulang Sunu. Salah seorang peserta workshop, Udien Aee bahkan menghasilkan karya yang merupakan gabungan antara kreasi seni buku dan teknik ukir kertas yang dia peroleh dalam workshop “The Cutting Edge” Oktober lalu di KKF.
Untuk itu, kami mengundang teman-teman semua untuk hadir dan menikmati karya 'Seni Buku Seni' pada acara Pembukaan Pameran Karya Workshop Book Play Project #1 "Seni Buku Seni", pada hari Sabtu, 1 Desember 2012, Pk. 19.00 Wib Bertempat di Kedai Kebun Forum Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogjakarta.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini silahkan kunjungi http://kedaikebun.com
Mengenai Book Play Project silahkan kunjungi tautan ini: Book Play Project #1 

Saturday, November 24, 2012

Selamat Ulang Tahun @ojantos



Aku jadi ingat pertama kali mengenal Ojan, ketika tak sengaja blog walking dan menemukan blognya: blogojan.blogspot.com. Melihat isinya aku langsung terkesan, pikirku Ojan adalah cowo pemberani. Bagaimana tidak, dia belajar menyulam, menjahit tanpa takut dianggap kurang macho. Dari karyanya aku menemukan semangat craftivisme. Saat itu, belum banyak blog yang diterbitkan crafter lokal. Aku merasa menemukan teman dengan semangat dan passion yang sama. Keberaniannya untuk bereksplorasi dan senantiasa keluar dari kotak, memberiku semangat. Tak lama kamipun berteman dan kemudian Ojan sudah seperti adik buatku. Meski kami tinggal di beda kota: Ojan di Yogja dan Aku di Bandung, namun setiap perjumpaan entah di Bandung maupun di Yogja selalu memberi energi baru untuk terus berkarya. Ya, kadang ada saatnya kami kehilangan semangat, namun di saat seperti itu, justru kami menemukan cara untuk bisa bertukar semangat. 

Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan sulaman ini dari Ojan. Sebuah kata-kata bijak dalam bahasa Jawa yang artinya "jalannya masih panjang, makanya jangan takut menderita". Sulaman ini terpajang di kamarku. Setiap hari, setiap kali membacanya, rasanya seperti Ojan mengingatkan aku  untuk menempuh perjalanan hidup yang (mungkin) masih panjang ini dan tetap semangat. 

Sekarang giliran di hari ulang tahunnya, aku persembahkan tulisan ini khusus untuk Ojan, untuk persahabatan beberapa tahun terakhir ini yang luar biasa menginspirasi. Setiap perjumpaan dan pertukaran ide, gagasan, keluh kesah, senang gembira, seperti api yang memantikan nyala untuk terus berkarya. 

Ojan, Selamat ulang tahun. Jalan panjangmu adalah setiap balok karya yang kamu buat dan susun sebagai jalan bagimu dan bagi setiap orang yang terinspirasi olehnya. Tetap semangat ya :)

 "No Matter How Cold The Winter, There's a spring time ahead."

salam hangat dari ruang kecil di jalan aceh 56

foto di tempel dari sini 

Mengenal Ojan lebih jauh bisa kunjungi blognya yang begitu inspiratif: 

Friday, November 23, 2012

Pembukaan Book Play Project #1, Kedai Kebun, Yogjakarta

Tanggal 12 November 2012 lalu, Book Play Project #01, dibuka resmi oleh mas Agung 'Leak' Kurniawan di Kedai Kebun Jl. Tirtodipuran No. 3 Yogjakarta. Pembukaan ini untuk menandai bahwa rangkaian project ini telah dimulai. Rasanya seperti 'balapan hamster' ketika menyiapkan pembukaan ini. Sehari sebelumnya (11/11) aku harus mengikuti acara Creative Commons Indonesia di Jakarta. Itu sebabnya aku berangkat ke Yogja tgl 12/11 dengan pesawat pk. 10.30 dari Cengkareng dan mendarat di Yogja pk. 12.00. Seharusnya pesawat mendarat pk. 11.30 tapi bandara Adi Sucipto penuh, jadi pesawat harus menunggu dulu untuk mendarat. Itu artinya pesawat muter-muter dulu, blasak-blusuk di awan dan membuat 'panik' beberapa penumpang, termasuk mba-mba di sebelahku yang muntah karena panik. Untunglah akhirnya tepat tengah hari, pesawat bisa mendarat dengan selamat. 



Begitu sampai langsunglah menuju TKP alias Kedai Kebun untuk mendisplay. Dengan bantuan Doni Maulistya alias Aul dan mas KKF bagian display, acara mendisplay dimulai dengan si buku naga dulu, karena ini yang paling susah dipasang. Sampai akhirnya pk. 17.30 semua sudah siap terpasang. Aku pun segera ke Minggiran dulu, bersiap-siap untuk pembukaan dan bertemu keluarga Akum dan Gendis.  Lalu kembali ke KKF pk. 18.30. Pembukaan dimulai pk. 19.00 sampai Pk. 21.30, kembali ke Minggiran lalu berpamitan karena harus pulang kembali ke Bandung dengan KA Malabar pk. 23.00. Bener-bener marathon.


Dalam Book Play Project #1 ini karya di pamerkan sedikit berbeda. Aku dan Keni masih memamerkan karya yang sama dengan Pameren Book Play di UNKL, bulan Februari lalu. Sementara Tanto membawa karya berbeda. Ia memamerkan buku hariannya yang sangat-sangat menarik karena banyak doodling dan buku akordeon yang pernah dibuat tahun 2007. Sementara Dewi Aditya berhalangan untuk ikut dalam project kali ini. 
Untuk acara pembukaan ini aku mewakili dua temanku yang lain: R.E. Hartanto dan Keni Soeriaatmadja yang tidak dapat hadir. Setelah pembukaan tgl 16 kami bertiga kembali berkumpul di Yogja untuk memulai kegiatan workshop. Oya, yang menyenangkan, ternyata banyak sekali yang berminat mengikuti workshopnya ada 40 nama yang terdaftar sebagai peserta workshop dan sebagian aku tau adalah seniman-seniman muda Yogja.. hahahah.. jadi gugup membayangkan karya seperti apa yang akan mereka buat. 


Dalam kempatan ini aku ingin berterima kasih pada KKF terutama mba Neni dan mas Leak, Wina dan kru KKF yang membuat project ini bisa dilaksanakan di Yogja, Aul dan mas KKF yang sudah membantu mendisplay, keluarga Minggiran: Ibu Tita, Pak Agus, Akum & Gendis yang selalu memberi rumah buatku..dan tentu saja teman baikku yang membuat Book Play menjadi karya nyata: R.E. Hartanto, Keni Soeriaatmadja dan Dewi Aditya. Terima kasih.

Tunggu laporan hasil workshop dan pembukaan pameran hasil karya peserta workshop ya.. :)

Notebook Amplop DHL

Ini juga notebook lain yang aku buat untuk menghilangkan hang over karena ngerjain pesanan :D menemukan amplop DHL dengan label nama tujuan dan pengirim juga barcode-barcodenya.. sepertinya menarik kalau dibuat jadi sampul notebook. Model kuncinya aku bikin seperti kunci amplop tapi aku bikin dari dua buah kancing. 

Sampulnya bukan sekedar sampul loh, masih bisa berfungsi sebagai amplop untuk menyimpan selipan-selipan..  Jadi fungsi sebagai amplop masih dipertahankan.. :) Nah sekarang kalau di rumah ada bekas-bekas amplop atau kemasan yang menurutmu menarik, jangan buru-buru dibuang, siapa tau bisa difungsikan kembali, sekalian mengurangi sampah..

Notebook Corona

Semangatnya adalah mengembalikan 'membuat notebook' sebagai kesenangan dan bukan semata-mata ngejar setoran (akibat hang over gara-gara pesenan). Jadilah tumpukan bahan-bahan bekas yang selama ini ditimbun dan ga tersentuh, giliran dapat perhatian. Selain itu juga untuk menyegarkan lagi kejenuhan otak dengan eksplorasi material dan bahan. Ini seperti memberi tantangan pada diri sendiri dengan memanfaatkan barang-barang di sekitarnya.  

Selain birnya memang enak :D dus tempatnya juga bagus. Aku suka perpaduan warna kuning dan birunya juga fontnya.. karena ini dus untuk membawa 6 botol bir dus ini punya sekat sekaligus pegangan untuk menjinjing dan bagian ini justru yang membuat dusnya jadi unik. Dengan menggabungkan model notebook 2 in 1 dan coptic binding sebagai teknik jilidnya, maka jadilah 4 bundel dengan penyekat di tengah dan saku untuk menyelipkan kertas-kertas..

Maka jadilah notebook yang bisa ditenteng-tenteng. Cocok buat menggambar sketsa outdoor :)



Tuesday, November 13, 2012

Notebook #Letterpress: Seri Kutipan Tokoh Indonesia

Idenya adalah memperkenalkan kembali pemikiran-pemikiran hebat tokoh-tokoh Indonesia. Harapannya, kalau kita bisa meneladani pemikiran hebat anak bangsa, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia juga bisa muncul. Kadang kita lupa untuk melihat kehebatan pemikiran bangsa sendiri dan lebih melihat kehebatan pemikiran orang dari negeri lain, akibatnya yang kita lihat dari diri kita sebagai bangsa Indonesia hanya yang jelek-jeleknya saja. Notebook letterpress sederhana ini, misinya menumbuhkan kembali kepercayaan pada diri sendiri, pada kehebatan pemikiran dan sikap yang dimiliki para pendiri dan tokoh-tokoh hebat di negeri ini. Untuk sementara baru 5 kutipan yang aku produksi dan tentunya akan terus bertambah. Selamat mengapresiasi... :)


Notebook ini tersedia di toko online vitarlenology

Monday, November 5, 2012

Pameran dan Workshop "BOOK PLAY PROJECT #1 @KedaiKebunForum November - Desember 2012


di reblog dari Kedai Kebun Forum

Berawal obrolan ringan mengenai kesukaan terhadap buku. Obrolan ini berlanjut menjadi sebuah proyek bersama yang berujung pada sebuah pameran berjudul Book Play pada 22 Februari 2012 lalu di UKL 347 Bandung. Bagi Dewi Aditya, Keni Soeriaatmadja, R.E. Hartanto dan Tarlen Handayani buku justru tidak lagi sekedar teks, tapi ia bisa jadi medium yang di kupas, di eksplorasi, di reformasi secara bentuk. Buku-buku ini bermain-main menjadi ruang-ruang tiga dimensi; menjadi seekor naga dengan panjang 2,5 meter, lipatan-lipatan akordeon, pop up, lorong-lorong bertingkat,  serta bentukan baru mengikuti material baru yang digunakannya. Pada pameran Book Play, buku tidak hanya merangkai kisahnya lewat teks tetapi juga lewat bangun rupa.
Semangat bermain ini yang kemudian akan dibawa Dewi Aditya, Keni Soeriatmadja, R.E. Hartanto dan Tarlen Handayani _yang keempatnya biasa bertemu dan berkumpul di Tobucil & Klabs di Bandung_ ke dalam sebuah undangan untuk bermain-main dengan buku dalam “Book Play Project” di Kedai Kebun Yogjakarta pada bulan November 2012 mendatang.
Book Play Project menjadi undangan terbuka kepada siapapun yang tertarik untuk bermain-main dengan buku, membuat karya bersama-sama melalui workshop yang akan dipandu oleh Dewi Aditya, Keni Soeriaatmadja, R.E. Hartanto dan Tarlen Handayani. Karya hasil workshop ini akan dipamerkan bersama di Kedai Kebun Forum, Yogjakarta.
R.E. Hartanto
Perupa lulusan Jurusan Seni Lukis, FSRD ITB. Dalam perjalanan kekaryaannya, Tanto panggilan akrab R.E. Hartanto, banyak mengeksplorasi tema-tema kecemasan. Tanto pernah mengikuti program artist in residence di Rijksakademie v.B.K., Amsterdam, Belanda, selama 2 tahun. Pernikahan Tanto dengan Fini Kania, di tahun 2009, dikarunia seorang putra bernama Cakrawala Hartanto. Tanto bersama keluarganya kini  tinggal, bermain dan bekerja di Ungaran, Jawa Tengah. Lebih jauh tentang R.E. Hartanto: http://rehartanto.info.
Keni Soeriaatmadja
Kesibukkannya sebagai ibu dari dua orang putra dan kegiatannya mengajar di kelas Creative-Movement untuk anak-anak, tidak membuat lulusan Seni Keramik, FSRD ITB ini kehilangan semangat untuk berkarya. Bercita-cita memiliki homemade book bakery  dan ingin menekuni book art, meski olah gerak dan tari Bali di Bengkel Tari Ayu Bulan telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Dewi Aditia
Perupa ‘non full time’ lulusan Jurusan Seni Lukis, FSRD ITB, crafter dan juga desainer tas.
Tarlen Handayani
Pendiri dan pengelola Tobucil & Klabs, penulis lepas dan bookbinder. Setelah mengikuti kelas book binding di Etsy Lab, Brooklyn, USA, tahun 2008, Tarlen memutuskan untuk mendalami book binding dan handmade notebook juga mendirikan label ‘Vitarlenology’ untuk handmade notebook buatannya. Lebih jauh tentang Vitarlenology: http://designbyvitarlenology.blogspot.com.
_______
Rencana workshop di galeri Kedai Kebun, selama bulan November 2012, “Book Play Project”, di pandu olehTobucil ( Tarlen Handayani, dkk), dengan rincian rencana workshop :
Pendaftaran peserta workshop dimulai dari tgl 1 s/d 15 November 2012.
Senin, 12 November 2012, Display mulai terpasang (para calon para peserta workshop dapat melihat sebagai contoh untuk mengembangkan ide kreatifnya).
Jumat, 16 November 2012, Pk. 15.00, Perkenalan Book Play Project  dan pemutaran slide.
Sabtu, 17 November 2012, Pk. 14.00, Workshop Book Binding bersama Tarlen Handayani.
Minggu, 18 November 2012, Pk. 14.00, Workshop Pop Up bersama Keni Soeria Atmadja.
Senin, 19 November 2012, Pk. 14.00, Workshop Art Journaling 1 bersama R.E. Hartanto.
Rabu, 21 November 2012, Pk. 14.00, Workshop Art Journaling 2 bersama Dewi Aditya.
22 s/d 30 November 2012, masa peserta workshop menyiapkan hasil karyanya untuk pameran bersama.
Sabtu, 1 Desember 2012, Pembukaan pameran karya peserta Workshop.
Sabtu, 15 Desember 2012, Penutupan pameran karya peserta workshop.
Jumlah peseta workshop Book Play Project akan dibatasi, maksimal 30 orang peserta. Alat & bahan yang dibutuhkan seperti: cutter, penggaris, alas potong (cutting mate), gunting, kertas, karton, kain, kulit, lembaran kayu, tali, alat gambar, benang silahkan para peserta membawa masing-masing sesuai dengan selera. (macam-macam material yang dapat digunakan ini akan dijelaskan pada pertemuan pertama). Acara workshop ini tidak dipungut biaya lho (Gratis…..).
Jadi, siapkan dan ikutkan dirimu teman-teman!

Magno, Radio Kayu Dari Temanggung

Radio kayu bermerek Magno di desain oleh desainer Indonesia bernama Singgih S. Kartono. Modelnya mengadaptasi model radio transistor lama, klasik, vintage tapi sekaligus terkesan moderen minimalis. Sepintas seperti mainan, tapi jangan dikira, radio ini bisa menangkap gelombang FM dengan baik dan bisa terhubung dengan ipod dan menjadi speaker mono stereo.  Radio ini bukan sembarang radio, karena kayunya ditanam dengan pengelolaan berkelanjutan oleh pak Singgih dan yang membanggakan, radio kayu ini begitu mendunia. Di jual di toko-toko museum kelas dunia, toko-toko yang menjual barang-barang desainer kelas dunia dan tidak di jual sembarangan di dalam negeri. Magno menjadi contoh bagaimana desainer Indonesia dengan produk yang dibuat di Indonesia, bisa bersaing di dunia internasional. Sungguh memberi inspirasi terutama bagaimana kekuatan produk justru lahir dari keserhanaan desain dan didukung oleh kontrol kualitas produk yang sangat baik.



Desain kemasan dan label yang menjadi identitas produk desain menjadi penting untuk menunjang kekuatan produk. Meski kemasannya terlihat sederhana, namun terasa di desain dengan sangat baik di sesuaikan dengan produknya (mengingatkanku pada kemasan produk-produk Apple). 

Karenanya, ketika tak sengaja membaca twitnya Ojan di minggu pagi. Ojan menyebut kalau dirinya sedang berada di Pasar Minggu Pagi di Temanggung dan ada lapak 'Magno' sebuah merek radio kayu buatan Temanggung yang mendunia. Ojan menawarkan lewat twitnya, barangkali ada yang mau titip. Tentu saja dengan suka cita tawaran itu aku sambut dengan baik. Kebetulan aku sedang berada di Yogjakarta pada saat itu. Aku titip yang paling kecil saja (karena mikir ga mampu beli yang ukuran besar :D). Akhirnya lewat Putri Santoso, radio kayu ini sampai juga ke tanganku dengan bonus sebuat catatan kecil dari desainernya: Pak Singgih S. Kartono, Wuuuaaa senang sekali..:) Terima kasih Ojan.

Magic Quote Binder Untuk Toyota Auto 2000

Magic Quote Binder yang aku kerjakan untuk Toyota Auto 2000. Ukurannya A5 (1/2nya A4). 

Monday, October 29, 2012

#letterpress Coptic Binding Notebook Mwathirika @papermoonpuppet

Ini adalah salah satu hasil pergaulan dengan kyai franco, mesin letterpressku :D. Semangatnya, semangat kolaborasi dengan Papermoon Puppet  untuk membuat notebook dari ikon pementasan mereka_Mwathirika. Aku bikin satu warna: merah. Jilidnya dijahit dengan teknik coptic binding. Di buat dalam jumlah yang terbatas. 



Masih banyak tumpukan cetakannya kyai franco yang belum beres di jilid.. sabar menunggu ya.. satu persatu nanti akan di terbitkan di sini. Eh, yang tertarik bisa menghubungi @papermoonpuppet atau @vitarlenology



Friday, October 26, 2012

Koleksi Penggaris Kayu

Tanpa sengaja, gara-gara ketemu penggaris kayu yang bisa dilipet-lipet dan sebuah penggaris kayu pendek Made in England di toko stasionery, Singapura, jadi berminat untuk mengkoleksinya. Terutama yang bisa lipet-lipet. Koleksi yang cukup menarik aku dapat pas perjalanan ke Bonn, di museum Bonn penggaris yang tulisannya 2000 Jahre itu angka-angka dan tulisan yang tercantum di situ adalah  2000 tahun perjalanan pemikiran sampai saat ini. Ada satu penggaris kayu yang aku menyesal ga membelinya dulu.. Penggaris kayu yang di jual di toko museum Brooklyn. Tulisannya Brooklyn dengan font yang klasik gitu.. duhh nyesel ga beli dan terbayang-bayang sampai sekarang :D 

Ada 9 penggaris kayu yang aku punya, 5 diantaranya 'made in england' jadi menduga-duga, apa orang Inggris itu senang mengukur-ngukur ya? karena ternyata mereka banyak memproduksi penggaris gitu.. hehehehhe.. atau aku belum punya aja penggaris kayu made in yang lain. Kalau ditanya mengapa lebih suka mengkoleksi penggaris kayu daripada penggaris dari bahan lain, jawabannya karena yang kayu terlihat lebih klasik dan handmade. Makin tua penggarisnya makin terlihat bahwa ia merekam banyak kisah pengukuran entah apa saja.. :D Jadi siapa di antara teman-teman yang punya koleksi penggaris kayu juga, mungkin bisa bagi-bagi cerita juga..:)

Simple Binding Notebook Batik Untuk Souvenir Pernikahan Marteen dan Francisca


Beberapa waktu lalu mba Feli yang pernah memesan souvenir pernikahannya padaku, memesan kembali souvenir pernikahan untuk temannya. Berhubung tema pernikahannya bertema navy blue dan undangan yang hadir banyak ekspatriat, maka model yang dipilih adalah simple binding notebook edisi batik dengan nuansa navy blue juga. Ada lima motif yang dipakai di sini. Semuanya jadi terasa sangat personal dan sekalian juga mempromosikan kekayaan batik Indonesia kepada tamu-tamu undangannya. 

Recycled Notebook: Edisi Kertas Kado

Sebagai pecinta kertas, rasanya melihat kertas kado dengan motif yang menggugah selera, tentu saja tak bisa menahan diri membelinya. Adalah Bagus-bagus warping yang kali ini berhasil menggoda dengan koleksi kertas kadonya. Kertas kado ini kemudian memunculkan ide untuk menggabungkannya dengan 'recycled notebook' yang pernah aku buat. Karena koleksi majalah bekas yang semakin menipis, akhirnya kepikiran untuk mengganti sampulnya dengan kertas kado-kertas kado ini. Sengaja aku pilih yang temanya vintage dari koleksinya Bagus-bagus untuk jadi sampul notebooknya..


Yang tertarik dengan Recycled Notebook Edisi Kertas Kado, tersedia di toko vitarlenology dan tobucil & klabs



Thursday, October 25, 2012

Dari #supportpestaboneka @papermoonpuppet di @dialogue_arts

Sabtu, 20 Oktober 2012 lalu, Papermoon Puppet Theatre dengan dukungan penuh dari Dia.lo.gue Art Space dan Vitarlenology tentunya, bergeriliya menggalang dukungan untuk kegiatan Pesta Boneka yang akan diselenggarakan 17 s/d 21 Desember 2012, di Yogjakarta. Acara pengumpulan dana ini diisi dengan oleh-oleh cerita pentas keliling Papermoon Puppet Theatre di Amerika Serikat, September lalu.


Mendengar cerita Ria Papermoon dari pentas keliling mereka, ada rasa bangga sekaligus haru dengan bagaimana reaksi publik Amerika terhadap salah satu karya terbaik anak bangsa. Papermoon mementaskan "Mwathirika" kisah yang kehilangan Tupu dan Moyo akibat kekacauan politik tahun 1965. Perjalanan Papermoon keliling Amerika ternyata membuktikan bahwa rasa kehilangan itu di belahan dunia manapun rasanya sama. Itu terbukti dari kesaksian penonton yang mengejutkan, karena di antara ratusan penonton di 7 kota di 5 negara bagian Amerika itu, terselip anak-anak korban pendudukan Jerman, Jepang di Filipina, Revolusi Kebudayaan di Cina bahkan anak dari ayah seorang exile PKI. Rasa kehilangan dan kepedihan mereka itu, seolah terwakili lewat Tupu dan Moyo. Dan menurutku begitu mengharukan bahwa lewat sebuah kisah, rasa kehilangan itu bisa terhubung satu sama lain.
Dan yang membahagiakan, ternyata sore itu lebih dari seratus teman hadir untuk mendukung acara Pesta Boneka nanti. Teman-teman yang tidak sempat hadir pada sabtu kemarin, jangan berkecil hati. Teman-teman sejagad raya tentu saja bisa mendukung acara Pesta Boneka ini, caranya? nah silahkan di klik di sini. Tapi mungkin teman-teman bertanya-tanya juga, mengapa Pesta Boneka ini sangat membutuhkan dukungan teman-teman sekalian? Partisipasi teman-teman sekalian, sebenarnya adalah upaya untuk membangun hubungan yang kuat antara kegiatan seni dan budaya dengan penikmatnya. Siapa lagi yang akan menghidupi dunia seni di Indonesia jika bukan kita para penikmat ini. Hubungan yang kuat akan menciptakan semangat untuk membuat karya yang terbaik yang bisa dinikmati oleh teman-teman semua.. begitulah kira-kira... :)
Menutup acara penggalangan dana Pesta Boneka #3, Papermoon mementaskan sebuah mini pertunjukan di halaman belakang Dia.lo.gue Art Space yang sejuk dan hijau. Suasana sore ini terasa benar-benar spesial. Terima kasih banyak untuk teman-teman yang telah hadir dan mendukung, yang belum memberikan dukungannya, jangan sampai ketinggalan ya...

http://supportpestaboneka.blogspot.com/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...