Thursday, August 18, 2011

RTP#8 Cara Memasang Resleting dan Kain Pelapis Pada Dompet Rajutan



Tutorial kali ini aku akan menunjukkan cara memasang resleting dan kain pelapis pada dompet rajutan. 


Yang perlu disiapkan adalah hasil rajutan, resleting (lebih panjang dari ukuran rajutannya), kain pelapis.

Pertama-tama, pasangkan resleting dengan dijahit tangan. Untuk memasang resleting ini, akan sangat sulit jika menggunakan mesin jahit karena bisa merusak mesin jahit dan rajutannya juga. Jahit tangan jadi cara yang terbaik untuk memasangkan resleting pada rajutan. 





Setelah dipasang resletingnya, baru pasang kain pelapisnya dengan menggunakan jahitan tangan juga. Kain pelapis ini, sebelumnya sudah dijahit sesuai dengan bentuk rajutannya.



Kain pelapis ini cukup penting untuk menjaga bentuk rajutan tidak berubah dan rajutan tidak mudah rusak. Selamat melapisi hasil rajutanmu..


Wednesday, August 17, 2011

Menghilang Sementara Untuk Kembali Lagi..


Setelah sepuluh hari menghilang karena berbagai alasan, diantaranya deadline pekerjaan, kemalasan luar biasa sesudah di kejar deadline dan puasa kali ini yang terasa lemes banget buat berkegiatan, akhirnya aku kembali menyapa lewat blog ini dan meneruskan kembali tutorial project. Terima kasih untuk novyalfee yang sudah mengkhawatirkan keadaanku, aku baik-baik aja kok..

Salam hangat,
tarlen

Sunday, August 7, 2011

RTP#7: 'Messenger Bag' Dari Rok Span Bekas

Maaf, tutorial hari ini cukup terlambat untuk di terbitkan. Hari ini cukup hectic dengan persiapan pameran dan slide presentasi 'Kami Punya Cerita#1', besok. Tutorial hari ini cukup mudah dan simpel banget. Jadi ceritanya temanku, Daus, punya kebiasaan berburu jaket-jaket kulit di pasar minggu pagi Gasibu, Bandung. Lalu berceritalah dia padaku bahwa di tempat langganannya itu mereka jualan rok-rok model span gitu, hanya 10 ribu 3 potong. "Mungkin kamu bisa mengubahnya jadi sesuatu," begitulah Daus berpesan ketika memberikan 9 potong rok dari bahan kulit (ada imitasi tapi ada juga yang asli, malah ada yang mereknya United Colors of Benetton dan Ralp Lauren). Tentu saja aku kegirangan. Salah satu rok hasil buruan Daus muncul di tutorial kali ini.
Jadi bahan yang dibutuhkan adalah: Sebuah rok model span. Kalau kamu ga punya rok span kulit/suede macam ini, bisa diganti dengan rok jeans/kanvas/corduroy yang penting bahannya cukup tebal. Selendang panjang dengan bahan yang cukup kuat. Tiga buah ring dan potongan kulit imitasi (bisa menggunakan sisa potongan rok).
Ratakan bagian tepi bawah rok, lalu jahit dan satukan, sehingga rok membentuk kantong.

Untuk memberi volume pada kantong, jahit kedua ujung tepi bawah tas yang sudah disatukan tadi seperti tampak pada foto.

Setelah itu, mari kita siapkan bagian tali tasnya. Pasang satu ring pada salah satu ujung  selendang dengan cara menyampirkan salah satu ujung selendang pada ring tersebut, lalu jahit sehingga ring terpasang permanen pada salah satu ujung selendang.


Sampirkan potongan kulit imitasi/potongan rok pada ring yang telah terpasang pada selendang, lalu tempelkan pada sisi badan tas tadi kira-kira 1/3 bagian di bawah tepi atas rok.

Pada sisi tas satunya lagi, sampirkan potongan kulit/rok dengan ukuran dua kali dari panjang potongan kulit/rok sebelumnya pada dua buah ring, Lalu tempelkan pada badan tas dengan tinggi sama atau 1/3 bagian dari bawah tepi atas rok.

Lalu jahit keduannya seperti yang tampak pada foto di atas.

Maka selesailah 'messenger bag' dari rok bekas ini. Untuk Ketika dipakai, 1/3 bagian akan terlipat secara otomatis dan  menjadi tutup dari messenger.
Untuk memasukkan barang-barang ke dalam tas, tinggal masukan dari bagian atas tas. Jika lubang bagian atas kurang lebar untuk memasukkan barang, resleting belakang rok bisa dibuka agar lebih mudah memasukkan barang yang akan disimpan dalam tas.

Karena rok ini punya aksen rumbai-rumbai di bagian depan, maka tas ini jadi punyan dua sisi. Ayo temukan rok spanmu yang tidak terpakai  lalu sulap jadi messenger bag. Selamat mencoba :)

Saturday, August 6, 2011

Kami Punya Cerita #1: Pameran & Slideshow Karya Kelas Foto Cerita Tobucil Angakatan I


Kami Punya Cerita #1


Pameran & slideshow foto karya kelas foto cerita tobucil angkatan I
Senin, 8 Agustus 2011
Pukul 15.00-sampai selesai
Tobucil jalan Aceh 56 Bandung
...
Sejak kemunculan kamera digital, fotografi kini menjadi milik sejuta
umat. Kamera digital menjamur dengan harga yang terjangkau. Hampir setiap telepon kini selalu dilengkapi dengan kamera dengan pixel besar. Memotret menjadi hal yang akrab terlihat sehari hari di
sekitar kita. Bahkan kamera sepertinya kini menjadi tentengan wajib di pusat perbelanjaan dan tempat tempat wisata.

Kamera memudahkan orang untuk mendokumentasikan segala sesuatu yang terjadi disekitarnya. Munculnya berbagai macam jejaring sosial juga turut memicu kegiatan ini. Semua orang berlomba lomba memamerkan hasil jepretan kamera, diunggah ke dalam situs jejaring sosial dengan harapan menuai komentar dan pujian.

Semua orang bisa memotret, semua orang bisa menjadi fotografer.
Teknologi kamera digital menjadikan memotret menjadi kegiatan yang mudah. Jangan khawatir jika belum pernah belajar fotografi sebelumnya,kemudahan pengoperasian kamera digital memungkinkan semua orang menjadi fotografer. Bahkan keponakan saya yang berusia lima tahun saja sudah tahu bagaimana cara memotret.

Segala sesuatunya serba digital dan otomatis. Pengaturan diafragma dan kecepatan bisa kita pasrahkan saja pada mode otomatis kamera dan hasilnya tentu tidak akan mengecewakan. Bahkan hasil jepretan langsung bisa kita lihat begitu kita selesai membidik. Jika hasil tidak bagus, foto bisa langsung dihapus dan mulai memotret lagi.

Hal itulah yang mendasari konsep dari dibukanya kelas foto cerita
tobucil. Kami tidak sekedar memotret, namun juga bercerita. Kelas
perdana foto cerita ini diikuti oleh enam orang dengan latar belakang yang sangat beragam, dari mahasiswa, ibu rumah tangga hingga nenek cantik penuh semangat.

Kelas foto cerita tobucil angkatan I telah usai dan angkatan II akan mulai sesudah lebaran. Kami memang bukan sekumpulan fotografer dengan alat alat canggih dan mentereng. Kami juga bukan fotografer dengan hasil foto yang mengundang decak kagum. Kami hanya tak ingin cerita kami hanya tersimpan rapi dalam folder di komputer.

Kami punya cerita dan ingin berbagi cerita. Datanglah jika ingin
mendengar cerita dari kami.


Sampai jumpa di Kami Punya Cerita
Salam

Arum Tresnaningtyas Dayuputri

pecinta fotografi yang kebetulan mengajar Kelas Foto Cerita Tobucil 



Acara terbuka untuk umum dan gratis!

RTP#6 Membuat 'Desk Organizer' Dari Tempat Disket

Setelah kemarin, disketnya diolah jadi tas, sekarang tempatnya yang kita olah. Mari kita jadikan kotak tempat disket itu sebagai 'desk organizer'. Caranya sangat-sangat mudah. Yuuuukk mariii..

 Bahan yang dibutuhkan: dua tempat disket, double tape, lem aibon/UHU/gel medium, kertas motif, pita-pita.

 

Buka dua kotak, tempelkan saling berpunggung-punggungan seperti pada foto. Kita sudah mendapatkan bentuk dasar dari desk organizer yang akan kita buat.



Untuk mempercantik penampilan desk organizernya, mari kita bungkus dengan kertas motif dengan menggunakan lem. Bagian luar dan dalam, biar cantik.
 


 Untuk merapikan bagian tepinya, mari kita tempelkan pita.


Gampang banget kan, meja kerja jadi lebih rapi dan desk organizer ini juga bisa dengan mudah di pindah-pindah.. selamat mencoba dan merapikan meja kerjamu.. :)

Friday, August 5, 2011

RTP#5 Membuat Tas Dari Disket Bekas

Tutorial kali ini ga susah, tapi bikinnya lumayan memerlukan kesabaran. Kalau teman-teman punya bekas disket bekas di rumah, jangan dibuang. Disket ini bisa digunakan kembali menjadi berbagai macam barang. Salah satunya di bikin tas. Tutorial ini terisnpirasi dari instructables.com, dengan sedikit modifikasi aku bikin tas dengan model yang berbeda. Nah, teman-teman juga bisa bikin sesuai dengan model yang teman-teman inginkan. Tadinya aku mau bikin tas ini ada tutupnya, tapi pengikat plastinya keburu habis, jadi belum aku pasang tutupnya. Nanti aku kabari kalau tas ini sudah bertutup. 

 Bahan yang butuhkan: 
Disket bekas (jumlah mengikuti besar kecil tas yang akan dibikin teman-teman), pengikat plastik ukuran kecil untuk tas sebesar yang aku buat, membutuhkan 250 pcs, pengikat plastik ini bisa di beli di supermarket atau toko peralatan listrik. Selain itu, pengikat plastik ini juga bisa diganti dengan menggunakan ring besi ukuran kecil, tapi dari segi kemudahan memasang, pengikat plastik jauh lebih praktis. Solder buat melubangi, tali buat pegangan tas, benang dan jarum.


Cara membuatnya: Susun disket sesuai dengan model yang kamu inginkan, sekalian untuk menghitung jumlah disket yang kamu perlukan.



Lubangi bagian atas disket dengan menggunakan solder untuk mengikat disket yang satu dengan yang lain. 

 Masukkan pengikat plastik pada lubang yang ada di disket, lalu ikat. 

 Untuk menyambungkan deretan disket yang sudah terikat satu sama lain, masukkan pengikat plasik pada lubang yang saling bersisian. 

Sampai ikatannya membentuk seperti ini. Ada 4 pengikat plastik yang masuk ke 4 lubang disket. 

Tampak depan akan terlihat seperti ini.


Disket yang telah tersambung satu sama lain....

 ... dan membentuk badan tas...



Untuk memasang talinya, jahitkan tali pada lubang disket, sehingga tali terpasang seperti foto di atas.


Bagian dalam tas akan tampak seperti ini. Kamu bisa menambahkan kain pelapis biar tas terlihat lebih rapi..


 Jika disket bekas yang kamu punya cukup banyak, kamu juga bisa membuat keranjang tempat koran, majalah atau baju kotor.. silahkan bebas berkreasi. Selamat mencoba..:)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...