Wednesday, March 30, 2011

#marchproject 30: Para Leluhur, Ibu dan Bapak

88. Para leluhur. Tahun ini aku memutuskan berulang tahun di tanah para leluhurku di Yogja - Magelang dan Semarang. Dan pas tanggal 30 ini, aku berziarah ke makam leluhur dari ibuku di Magelang. Seperti yang pernah kusinggung, aku ga bisa memilih dari keluarga mana aku lahir. Ketika aku lahir dari keluarga dan leluhur seperti ini, aku menerimanya sambil terus menerus mencari maknanya. Apa yang membentukku sampai hari ini, itu bukan sesuatu yang terlepas dari jalan para leluhurku. Mereka meneruskan tongkat estafet itu, sampai akhirnya tongkat itu ada di tanganku. Apa yang harus kulakukan dengan tongkat itu? jalan mana yang harus kutempuh? mengenali para leluhur, akan memudahkan aku untuk melihat polanya dan mencoba meneruskannya. Aku merasa sangat beruntung mengetahui siapa leluhurku dan inspirasi apa yang bisa kuambil dari mereka.

89. Ibuku. Kadang aku merasa, dia adalah orang yang paling keras yang pernah aku kenal. Tapi dibalik kerasnya, ibuku  adalah orang yang sangat fair. Dia meminta maaf pada anak-anaknya ketika dia tau di bersalah. Dia setia mendoakan apa yang di cita-citakan anak-anaknya meski dia seringkali tidak mengerti dengan jalan pikiran anak-anaknya. Dia memiliki keteguhan hati, tidak mudah digoyahkan dan mengajarkan aku bahwa modal pengetahuan itu tidak akan pernah habis, meski aku membaginya pada banyak orang, justru akan semakin banyak. Dia adalah ibu terbaik yang tidak akan pernah tergantikan.

90. Bapakku. Dia adalah orang yang membuatku patah hati, ketika dia dipanggil Tuhan 16 tahun yang lalu. Dia adalah sahabat terbaikku, apresiator terbaik untuk semua karyaku, Teman berkhayal yang sering membawaku pada dunia warna warni dengan banyak kemungkinan. Dia adalah inspirasi petualangan hidupku. Dia adalah teladanku dengan caranya membuat kesimpulan yang baik di akhir kehidupannya. Dia adalah bapak yang pelukkannya membuat aku merasa penuh. Dia adalah bapak terbaik yang tidak akan pernah tergantikan.

***

Tuhan,
Terima kasih untuk segala inspirasi dan hal-hal baik yang membentuk dan hadir serta menyusun hidupku sampai detik ini. Segala kebaikan yang hadir dalam hidupku adalah anugerah dariMu, segala keburukan yang ada, semata-mata karena ketidak mampuanku dan keterbatasanku menerima anugerah dariMu. Terima kasih untuk waktu, umur dan segala kasih dan sayangMu dalam kebaikan-kebaikan  yang Engkau berikan setiap detiknya.


Terima kasih Tuhan.

Selamat ulang tahun buat teman-teman yang tanggal lahirnya sama denganku, 30 Maret.

Tuesday, March 29, 2011

#marchproject 29: The Apple Way, Starbuck dan Jack White

85. The Apple Way. Steve Jobs, pendiri Apple punya prinsip bisnis yang sangat menginspirasiku: Mundur lima langkah ke belakang, untuk berlari sepuluh kali lebih cepat dari semuanya. Steve Jobs ini terkenal sebagai sosok yang sangat perfectionist dalam hal desain dan tampilan produk-produk apple, itu sebabnya kenapa aku jatuh cinta pada apple. Menariknya, budget riset dan pengembangan apple bisa mencapai 60% dari biaya operasional keseluruhan, itu menandakan bahwa inovasi dan eksplorasi adalah hal yang sangat penting bagi Apple.


86. Starbuck. Meski aku ga suka kopi starbuck, tapi aku sangat setuju dengan apa yang pernah dikatakan para pendirinya dalam buku sejarah Starbuck: "kesuksesan kami, sebesar kegagalan kami". Dan itu membuktikan bahwa kegagalan adalah motivasi untuk menjadi sukses. Kalau gagal, coba lagi dan coba lagi, jangan buru-buru pindah melakukan yang lain.



87. Jack White. Beberapa kali aku menulis tentang Jack White di blog ini. Ya, karena dia sangat inspiratif buatku. Aku mengagumi sosoknya bukan hanya sebagai musisi. seniman multi talenta tapi juga sekaligus entrepreneur with attitude. Mungkin karena sebelum jadi rockstar, dia adalah upholsterer jadi dia attitude itu penting dan keberanian untuk mengambil jalan yang berbeda itu juga penting, karena menjadi berbeda sebenarnya modal untuk menjadi lebih percaya diri, karena ada kelebihan lain yang ga dimiliki orang lain dan kita memilkinya.

Monday, March 28, 2011

#marchproject 28: Batik, Motif Toraja dan Skandinavia


82. Aku suka sekali batik. Dengan melihatnya saja, langsung muncul ide-ide untuk bikin sesuatu dari batik. Di antara motif-motif batik, aku paling suka dengan batik pesisir dengan warna-warna cerah dan ngejreng. Pokoknya aku bisa mendadak gila kalo pergi ke toko batik.. pengennya se pabrik-pabriknya aku beli.. hahahaha..


83. Aku suka sekali dengan motif tradisional Toraja. Aku suka color chart nya, motifnya dan efek cukil kayu yang ada di motif itu. Lagi aku kumpulin untuk di transformasikan jadi sesuatu..


84. Aku suka sekali dengan motif-motif tradisional Skandinavia. Apalagi yang di cross stitch di baju tradisional mereka. Wuiiihhh membuatku rindu ingin mengcross stitch lagi..

Sunday, March 27, 2011

#marchproject 27: Denys Lombard, Haryoto Kunto dan Ong Hok Ham


79. Nusa Jawa Silang Budaya, Denys Lombard. Sabagai orang Jawa yang lahir dan besar di Bandung, persoalan identitas sering jadi pertanyaanku. Apalagi waktu aku kecil, guru olah ragaku yang bukan orang Jawa, pernah mengolok-olok kejawaanku ini. Pengalaman pahit itu, memotivasiku untuk mencari tau lebih banyak tentang Jawa, karena bagiku mengetahui Jawa, berarti juga mengetahui identitas kulturalku. Aku  mengerti bahasa Jawa, bisa bicara sedikit, tapi aku lebih fasih berbahasa Sunda dan kadang itu membingungkan. Tahun 1998, aku mendapatkan buku Nusa Jawa Silang Budaya. Sebuah hasil penelitian Denys Lombard, sejarawan Perancis tentang sejarah Jawa dan pengaruh-pengaruh yang membentuknya. Bukan hanya Jawa Tengah, tempat leluhurku, tapi seluruh pulau Jawa menjadi kajian buku ini. Luar biasa dan sangat membuka perspektif kesejarahan dan kejawaanku.


80. Haryoto Kunto. Aku sangat mengagumi Pak Kunto Alm. Dia dengan segudang referensinya, merangkai sejarah Bandung dalam beberapa buku yang ditulisnya: Wajah Bandung Tempo Doeloe, Semerbak Bunga di Bandung Raya, Ramadhan di Priangan. Dengan berceritanya yang asyik, aku seperti didongengi olehnya tentang bagaimana kota bernama Bandung ini dibentuk dan diwarnai oleh tradisi kolonialisme. Pak Kunto, membuatku memahami dan mencintai Bandung dengan cara yang berbeda. Pak Kunto juga membuatku tertarik pada kajian tentang kota.


81. Ong Hok Ham. Aku sangat menyukai kisah-kisah sejarah yang ditulis oleh Ong Hok Ham. Sejarawan ini senang sekali melihat sejarah Indonesia dari narasi-narasi kecil. Dia bisa menceritakan tentang skandal pencurian gordyn dalam hubungannya dengan konspirasi pembunuhan di sebuah karesidenan di Jawa Tengah. Ong membuat aku melihat Indonesia dari kepingan-kepingan kecil yang terhubung satu sama lain. Apalagi situasi Indonesia paska reformasi yang terasa tak tentu arah dan tujuan begini. Membaca karya-karyanya Ong Hok Ham, membuatku mengenali kembali ke Indonesiaanku.

Saturday, March 26, 2011

Siapa Mau Ikut Bazaar Crafty Days #5, 14-15 Mei 2011 @tobucil ?



Tobucil & Klabs, kembali menyelenggarakan acara tahunan Crafty Days untuk kelima kalinya sekaligus bertepatan dengan ulang tahun Tobucil & Klabs yang ke 10. Crafty Days kali ini mengambil tema: "Craftivism In Our Everyday Life" meliputi kegiatan pameran, bazaar dan workshop.

Untuk itu, kami membuka pendaftaran untuk kegiatan bazaar dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Barang yang dijual adalah karya kerajinan tangan buatan sendiri dan tidak diproduksi dalam jumlah masal.

2. Peserta yang mendaftar mengirimkan data dan foto contoh karya ke tobucil@gmail.com.

Untuk data silahkan copy form berikut ini:
NAMA LENGKAP PESERTA:
NAMA LABEL/MEREK (jika ada):
ALAMAT LENGKAP:
NO TELEPON & NO. HP:
ALAMAT EMAIL:
ALAMAT BLOG (jika ada):
DESKRIPSIKAN BARANG YANG AKAN DIJUAL:
sertakan foto maksimal 5 foto

3. Pendaftaran peserta bazaar dibuka mulai: 27 Maret - 14 April  2011 (terbuka bagi peserta dari bandung maupun luar Bandung).

4. Formulir pendaftaran di serahkan selambat-lambatnya tanggal 14 April 2011, melalui email maupun datang langsung ke Tobucil Jl. Aceh 56 Bandung. Formulir yang terlambat masuk tidak akan diikutsertakan dalam seleksi pemilihan peserta bazaar.

5. Tobucil & Klabs akan menseleksi peserta yang mendaftar berdasarkan: keunikan desain dan bahan yang belum pernah ditampilkan di crafty days sebelumnya. Hanya tersedia 20 meja.

6. Peserta yang terpilih akan di hubungi selambat-lambatnya tanggal 17 April 2011 melalui email dan telepon.

7. Peserta yang terpilih membayar biaya sewa meja rp. 300.000 (untuk dua hari/meja)

8. TOBUCIL TIDAK MENGAMBIL PRESENTASE DARI PENJUALAN.

keterangan lebih lanjut silahkan hubungi:
tobucil 022 4261548 (senin-minggu, Pk. 9.00 - 20.00 wib)
http://tobucil.blogspot.com
twitter: @tobucil

@vitarlenology Buka Lapak di @gogirlmagz Store


Buka lapak di Go Girl Magazine Store http://gogirlmagz.com/store/vitarlenology.. gampang banget caranya loh.. yang berminat bisa buka lapak di sini juga http://gogirlmagz.com/store

#marchproject 26: To Liong To, Musashi Miyamoto dan The Sopranos

76. To Liong To (New Heaven Sword and The Dragon Sabre). Serial silat yang dibintangi Tony Leung Chiu Wai ini sangat mempengaruhiku. Pertama karena aku suka dengan ceritanya, meski pas nonton pertama kali aku masih duduk di kelas 6 SD dan belum sepenuhnya bisa mencerna kompleksitas ceritanya). Kedua, To Liong To membuat aku senang menulis cerita (meski ku tulis buat ku sendiri, atau kubacakan pada adikku atau bapakku alm). Beberapa bulan lalu, adikku membelikan aku DVD serial ini dan aku menontonnya lagi. Ternyata aku masih terkesan dengan cerita dan tokoh-tokohnya, meski kalau di lihat sekarang, special effectnya bener-bener jadul. To Liong To juga yang membuat aku jadi suka sama cerita-cerita silat (karya Kho Ping Ho salah satunya). Waktu SMA aku punya nick name Tarlen Wong karena aku suka sekali membaca serial Tiger Wong dan membawanya ke kelas biar bisa di baca bergiliran dengan teman-teman.



77. Musashi Miyamoto. Aku suka dengan kisah Musashi dan jalan pedang yang diyakininya. Kisah-kisah seperti ini selalu memberi keberanian bahwa keyakinan itu harus di perjuangkan. Sepahit apapun itu jalannya. Meski kisah ini endingnya tidak semanis To Liong To, tapi banyak hal dari Musashi yang menjadi pelajaran berharga dalam hidup.


78. The Sopranos. Sampai saat detik ini, The Sopranos adalah serial TV yang paling berkesan buatku. Mengingkuti serial ini dari episode 1 sampai terakhir, membuka sisi lain dari kehidupan mafia. Sopranos menyadarkanku bahwa di dunia ini ga ada yang benar-benar baik dan ga ada yang benar-benar jahat. Yang harus dilakukan adalah berusaha jadi baik kerena menjadi jahat itu jauh lebih sulit daripada menjadi baik.

Friday, March 25, 2011

#marchproject 25: Craftzine, Designsponge dan Etsy

73. www.designspongeonline.com Aku menemukan situs ini beberapa tahun yang lalu waktu alamatnya masih di blogspot. Ayu temenku yang ngasih tau, "coba deh len, buka designsponge". Membuka situs ini seperti menemukan peti harta karun yang isinya ga habis-habis. Aku salut banget sama yang mengelolanya karena bisa konsisten mengisi dan mengembangkan kontennya dan menyemangati para pembacanya untuk terus berkarya.



74. www.craftzine.com Aku sedih banget waktu majalah ini berhenti terbit, tapi cukup lega karena websitenya jalan terus. Aku terinspirasi oleh konsepnya "transforming traditional craft", mengambil spirit tradisional craft menjadi lebih modernn (Jadi inget karya-karya yang dipamerin di American Craft Museum). Kalau ngomong Indonesia bisa dibilang surganya traditional craft, tinggal gimana mentransformasi semua kekayaan itu jadi lebih aktual. Batik bisa dibilang contoh yang berhasil. Tinggal dokumentasinya aja dan craftzine ini buatku cara mendokumentasikannya juga yang membuat transformasi tradisional craft itu bisa terjadi.

75. www.etsy.com tentu saja aku terinspirasi banyak oleh etsy. Menggabungkan bisnis dan semangat craftivisme. Aku sempat terkaget-kaget ketika suatu hari di Etsy Lab, tiba-tiba Robert Kalin masuk ke dalam lab menenteng-nenteng kaos, menyablon kaos itu lalu memakainya. Lalu Julie bilang, kalau Rob, meski sudah jadi entrepreneur sukses, dia masih membuat sendiri barang-barang yang dia pakai. Kejadian itu bener-bener berkesan buatku sekaligus juga membuatku paham, Etsy ga mungkin jadi besar, kalau para pendirinya sendiri tidak menjalankan semangat DIY dan craftsmanship dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Thursday, March 24, 2011

#marchproject 24: Vitalogy, Yu Sing dan IKEA


70.Vitalogy adalah judul album ketiga Pearl Jam (dirilis 1994) yang diambil dari judul buku kaya E.H. Ruddock M.D yang terbit tahun 1918. Aku lebih dulu denger Vitalogynya Pearl Jam tentu saja. Album yang menurutku sangat intens dan pekat dengan situasi emosianal para personilnya. Aku jatuh cinta sama grafisnya juga dan suka dengan bunyi dari kata 'vitalogy' itu sendiri. Vitalogy itu artinya kurang lebih ilmu kehidupan. Lalu muncul gagasan asal-asalan untuk menggabungkan Vitalogy dengan namaku menjadi Vitarlenology yang artinya kurang lebih ilmu kehidupannya tarlen hahahaha.. ini bisa jadi sangat ngawur.. tapi aku suka sekali dengan kata baru dari hasil penggabungan keduanya. Sepuluh tahun setelah Vitalogy Pearl Jam di rilis, tahun 2004, aku baru dapet buku Vitalogy yang kemudian di terbitkan ulang. Buku itu ternyata berisi ilmu kesehatan, misalnya mengapa banyak anak muda mati muda ada penjelasan medisnya dan cara-cara mencegahannya. Ada juga tulisan: 'Siapa yang pantas dinikahi dan siapa yang tidak' salah satunya adalah jangan menikah dengan orang yang senang menyiksa. Sudut pandangnya sangat kartesian sekaligus menarik sebagai sebuah gagasan lama yang dilihat kembali pada saat ini. Blog yang aku buat ini, semua yang aku namai dengan vitarlenology sebenernya upayaku untuk menyusun ilmu kehidupanku sendiri, sebagaimana E.H. Ruddock menyusun ilmu hidup dan Pearl Jam menginterpretasikannya lewat musiknya.




71. Yu Sing adalah seorang arsitek yang membuatku bilang: "Nah ini dia, kalau aku punya rumah, aku pengen Yu Sing yang membuatnya. Aku sangat tertarik dengan konsep rumah murah yang dia bangun. Dalam sebuah email, Yu Sing pernah bilang padaku bahwa rumah itu ga perlu sempurna, karena makin sempurna makin mahal merawatnya. Sama kaya merawat wajah, makin pengen mulus tanpa jerawat, makin mahal dan susah merawatnya. Aku juga suka sekali dengan material yang digunakan Yu Sing untuk membangun rumah, dia bisa memanfaatkan apa yang ada disekitar untuk di jadikan rumah. Yu Sing dan karyanya membuat arsitektur itu bisa sangat dekat dan terjangkau. Coba cek blognya, aku yakin, temen-temen juga bisa dapet banyak inspirasi dari karya-karyanya..


72. IKEA. Aku penggemar produk-produknya IKEA. Katalognya bisa aku bolak-balik sampai lecek. Saat berkesempatan mengunjungi IKEA di negeri orang, aku bisa betah banget di dalamnya dan ga mau pulang pengen menikmati setiap displaynya. Mungkin karena aku ga suka furniture yang terlalu banyak ornamen. Aku suka yang simple dan fungsional dan kurasa desain-desain IKEA mewakili itu, lagi pula barang-barangnya IKEA juga mudah di modifikasi. Berhubung IKEA ga buka di sini, katalognya sangat-sangat membantu untuk membuat versi generiknya dan inspiratif banget.

Wednesday, March 23, 2011

#marchproject 23: Titarubi, Ariani Darmawan @harmoniak dan Yusrila Kerlooza


67. Titarubi. Sahabatku yang sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Kami bersahabat sejak tahun 2001. Banyak cerita dan pergulatan persahabatan yang telah kami lalui bersama. Dan dia selalu menginspirasiku dengan kegigihannya membela apa yang dia yakini meski semua orang menentangnya. Dia tak akan membiarkan dirinya jatuh dalam teror orang-orang yang ga setuju dengan pikiran-pikiran dan gagasannya. Dia juga ibu yang sangat hebat. Sebagai seniman perempuan, totalitasnya dalam berkarya, menurutku sangat luar biasa. Aku sangat beruntung bisa mengenalnya dan mendapatkan banyak sekali inspirasi darinya. Thanks for always being my best friend, bu.. >:D<


68. Ariani Darmawan. Aku biasa memanggilnya cicik, begitu juga Rani memanggilku: cicik. Sejak menggarap dokumenter Anak Naga Beranak Naga bersama, kami jadi saling menganggap cicik satu sama lain. Kami punya 'kedangdutan' yang berbeda tapi saling melengkapi. Cik Rani ini punya perpustakaan bernama Rumah Buku/kineruku. Perputakaan  dengan koleksi keren dan dikelola secara mandiri tanpa sponsor. Cik Rani adalah sahabat bertukar pikiran yang sangat menyenangkan. Kami seperti saling menjaga satu sama lain idealisme, semangat kemandirian dan energi positif kami masing-masing dengan Rumah Buku/Kineruku dan Tobucil. Selain kami juga sama-sama satu perguruan Tai Chi hehehehe.. aku beruntung bertemu seorang sahabat seperti Cik Rani .. "Selamat ulang tahun ya Cik..terima kasih untuk selalu menjadi sahabatku.."


69. Yusrila Kerlooza. Dia juga sahabatku. Persahabatanku dengannya, cukup menginspirasiku karena Yus adalah sahabat yang kritis (bukan sinis). Dia selalu membantuku memeriksa alur berpikirku ketika kami berbagi gagasan. Dia sering membuatku bilang: "iya ya kenapa aku ga kepikiran pake cara begitu.." Kekritisannya membantuku menemukan kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya ga kepikiran olehku. Bersahabat dengannya susah-susah gampang.. untungnya aku cukup terlatih menghadapi ke'cancer'annya karena adikku dan bapakku bintangnya cancer juga, jadi ga kaget dengan karakternya hehehehe.. "selamat bertanding di Robogames sobat.. menang atau kalah kamu tetep sahabat baikku.."

Tuesday, March 22, 2011

#marchproject 22: Gudang Selatan, Rel Kereta Api dan Aceh 56


64. Gudang Selatan. Mungkin bagi sebagian orang, gudang selatan itu kaya rumah hantu karena seperti bangunan lama tak bertuan. Tapi karena aku lahir dan besar berhadapan dengan Gudang Selatan, bagiku bangunan tua di depan rumahku itu seperti gudang inspirasi yang ga bisa aku dapetin di tempat lain. Waktu kecil aku pernah melihat hantu di situ dan gudang selatan juga berarti hukuman, karena kalau nakal aku bisa di kurung di Gudang Selatan (meski itu tidak pernah terjadi). Agak besar, Gudang Selatan adalah cerita yang selalu menimbulkan rasa penasaran, jika ada kesempatan masuk ke dalamnya, aku dan teman-teman akan menelusuri ruang-ruang kosong yang dibangun Belanda sekitar tahun 1930-40an itu. Rel kereta di dalamnya, barak-barak kosong dan menggemakan suara, bermain di halaman Gudang Selatan, rasanya seperti kisah Lima Sekawan berpetualang di kastil-kastil Pulau Kirin. Aku pernah menuliskan pengalaman tinggal di daerah ini di sini dan di sini.


65. Rel Kereta Api. Rel buatku seperti garis cakrawala, semakin di telusuri ujungnya semakin menjauh. Rel kereta api adalah bagian penting dari hidupku, karena rumah tempat tinggalku sejak aku bayi sampai sekarang ada berhadapan dengan Rel kereta api (depan Gudang Selatan). Banyak cerita yang mewarnai hidupku, permainan masa kecil, berhubungan dengan Rel Kereta Api. Mungkin itu sebabnya aku lebih senang melakukan perjalanan dengan kereta api daripada bus atau mobil. Aku suka bunyinya. Aku suka rel kereta api saat basah tersiram hujan. Aku suka kesunyiannya tergilas roda kereta api di tengah malam yang pekat.


66. Aceh 56. Sejak tobucil pindah ke Jalan Aceh 56, aku merasa tempat ini membawa banyak sekali inspirasi dan energi positif. Terutama halamannya depannya. Pohon-pohon dan tanaman-tamanannya itu loh.. kalau lagi bosen, nongkrong aja di halaman deket kolam ikan, di bawah pohon rambutan sambil ngopi arabika.. mmm... Daerah di sekitar jalan Aceh (dari markas KODAM III/Siliwangi sampai Taman Pramuka) ini adalah ruang bermainku sejak aku kecil. Ketika tobucil pindah ke sini, rasanya seperti kembali ke tempat yang sangat akrab dan aku kenali.

Monday, March 21, 2011

Magic Quote Notebook Untuk @adalahkita

Beberapa waktu lalu, Adalahkita.com, sebuah situs yang mendukung produk-produk dalam negeri, suka banget sama Magic Quote Notebook buatanku dan menjadikan Magic Quote Notebook ini sebagai merchandise mereka. Senangnya.. hari ini, lewat twitter @adalahkita bikin kuis dan menjadikan Vitarlenology Magic Quote Notebook sebagai hadiahnya.. senangnya.. :)



Ayo follow twitternya adalahkita.com ikuti kuisnya, siapa tau kamu beruntung dapet Magic Quote buatanku..

twitter: @adalahkita


foto diambil dari sini

Lima Pilihan Warna Magic Quote Notebook



Sekarang, Magic Quote Notebook punya 5 pilihan warna: hitam, coklat tanah, hijau lumut, krem dan coklat kopi. Talinya juga jadi lebih praktis karena aku ganti dengan karet yang cocok dengan warna sampulnya. Star binding menambah manis penampilan Magic Quote Notebook.. Ada warna yang 'kamu banget' di sini?



Printing By Hand, Hadiah Dari Kakak Tercinta


Rupanya kakakku udah ga sabar menunggu sampai hari ulang tahunku tiba. Dia ingin segera memberiku hadiah yang sangat diyakininya, bahwa aku pasti menyukainya. WOHOOOOO.. tentu saja, aku sangat menyukainya..!!!!! buku Printing By Hand yang ditulis oleh Lena Corwin semakin menyemangatiku untuk mulai membuat motif sendiri di kain-kain yang akan ku jadikan notebook.. Terima kasih ya kakakku tersayang.. >big hug<




ada bonus pola-polanya juga loh..:)

Hobo Totebag Tiga Muka Untuk Mba Irma

Sebenernya udah agak lama, mba Irma minta dibuatin tas ini tapi baru aku kerjain. Terima kasih ya mba, sudah mau bersabar menunggu..:) Hobo totebag ini aku bikin dari kain handmade printed by Polaku. Kain bagian dalamnya, batik dengan motif dan warna yang menjembatani perbedaan kedua warna kain depannya. Aku pernah bikin hobo totebag ini dengan kain dari Polaku hanya motifnya beda, cara bikinnya juga ada di sini.



#marchproject 21: Land Rover, Julie Schnieder Dan Kain


61. Land Rover. Aku ga punya land rover (kakakku yang punya), tapi aku cinta banget sama mobil ini. Dan bercita-cita kalau aku mampu beli mobil bagus, pilihanku adalah Land Rover Defender. Aku suka banget bentuknya, kotak, leluasa dan tangguh. Bentuknya itulah yang memberi banyak sekali inspirasi perjalanan dan membayangkannya seperti rumah berjalan.. sampai saat ini, aku ga menginginkan mobil lain, selain landy.. Adikku sampai membelikan miniatur ini buat hadiah ulang tahunku tiga tahun lalu. Adikku bilang: "sebelum mampu beli aslinya, minimal udah punya miniaturnya dulu.."


62. Julie Schnieder adalah orang yang pertama kali mengajari aku teknik-teknik book binding di Etsy Class. Dia seorang crafter dan koordinator Etsy Lab. Julie membuatku akhirnya memutuskan untuk fokus mendalami book binding dan memilih handmade notebook sebagai fokus eksplorasiku di dunia craft.

63. Kain. Aku menggilai kain. Baik kain-kain pabrikan maupun tradisional. Toko kain: King's, Gang Tamim, Pasar Baru, Cigondewah, Toko-toko batik di seluruh penjuru tanah Jawa.. adalah sumber inspirasiku yang ga akan pernah habis. Selalu saja ada ide muncul setiap kali melihat kain. Pikiran yang seringkali muncul ketika melihat kain-kain itu adalah "wah ini bagus nih buat jadi cover notebook, bikin tas juga oke.."padahal belum jelas juga mau jadi apa. Kalau mati gaya karena ide mandeg, tinggal jalan-jalan ke toko kain. Bawa uang pas-pasan akan membantu mengendalikan nafsu membeli, kecuali ada ATM di deket situ..

Sunday, March 20, 2011

#marchproject 20: Anak Naga Beranak Naga, Sembakung dan Ramadhan Tutorial Project



58. Anak Naga Beranak Naga. Ini adalah project dokumenter pertama dimana aku terlibat sebagai co-produser dan penulis. Gagasannya adalah gagasan sahabatku, Ariani Darmawan yang ingin mengangkat soal akulturasi masyarakat Betawi dan Tionghoa lewat musik gambang kromong. Sepanjang tahun 2005-2006 kami menggarap proyek ini dari riset, penggambilan gambar, editing, pemutaran keliling di beberapa kota di Jawa. Bener-bener sebuah proyek yang sangat berkesan dan membuka berjuta-juta inspirasi buatku. Selain karena dikerjakan bersama dengan sahabat, juga karena aku sangat tertarik pada persoalan akulturasi terutama budaya peranakan Tionghoa di Indonesia.Proyek ini benar-benar mengubah cara pandang dan pemahamanku terhadap proses akulturasi dan kelompok minoritas dan relasinya dengan mayoritas.



59.  Awal 2009, aku terlibat dalam penelitian tentang Hak Minoritas kelompok Dayak Agabag dan Dayak Tidung di Kecamatan Sembakung, Kalimantan Timur yang digarap oleh Yayasan Interseksi. Sebuah studi etnografi di daerah terpencil yang lebih mudah dicapai lewat sungai daripada jalan darat (karena kalau hujan, jalannya ga bisa dilewati). Sebulan aku tinggal di desa Atap, ibukota kecamatan Sembakung dimana listrik menyala setiap jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Aku hidup di sana, merasakan menjadi bagian dari warga di sana, melihat, mengamati dan mencatat persoalan-persoalan apa yang dialami oleh mereka dalam kerangka hak minoritas ini.  Kurasa pengalaman ini bener-bener ga akan pernah aku lupakan. Lima bulan sebelum aku tinggal di desa ini, aku baru saja kembali setelah hidup empat bulan di NYC. Betapa kontrasnya. Di Sembakung aku belajar memahami bagaimana hidup dengan pilihan yang sangat-sangat terbatas, situasi hidup yang sungguh berlawanan dengan pengalaman hidup di NYC. Selama sebulan juga aku melakukan internet detox. Nomer hpku juga ga bisa dipakai karena sinyalnya ga nyampe. Makan beras organik dan ikan dari sungai. Bangun dan tidur teratur, tidur siang setiap hari sungguh kemewahan di balik kondisi yang serba terbatas. Bukan hanya itu, setelah kembali ke Bandung, selama hampir setahun  berkutat dengan proses menyelesaikan laporan, mencari jalan damai dengan alergi dan persoalan pribadi yang mengganggu. Pada proyek ini aku seperti dicemplungkan pada banyak masalah dalam satu waktu dan semua harus selesai. Setelah berhasil melampauinya dan laporan terbit dalam bentuk buku, bukan hanya lega yang terasa, tapi ada persaan kalau mengerjakan 'soal-soal ujian' seperti ini aku bisa, berarti kalau dikasih yang lebih sulit, aku ga boleh komplain dan mengeluh karena Tuhan yakin, aku pasti bisa menyelesaikannya.



60. Ramadhan Tutorial Project yang aku kerjakan di bulan puasa lalu, sebenarnya itu adalah cara menemukan makna baru dalam menjalankan ibadah puasa. Karena beberapa tahun terakhir ini aku merasa puasa buatku hanya sekedar rutinitas kewajiban yang kujalani dengan datar dan hambar. Menjalankan proyek ini membuatku menemukan kebaruan makna. Tentang apa arti mengamalkan ilmu yang aku miliki, berbagi dan mendisiplinkan diri.. Termasuk juga kesadaran bahwa diriku ini harus terus menerus diberi tantangan biar ga berhenti tumbuh..

Saturday, March 19, 2011

#marchproject 19: Quotes Inspirasional

55. "No matter how cold the winter, there's a springtime ahead". Quote yang aku kutip dari lagunya Pearl Jam 'Thumbing My Way' album Riot Act. Aku suka quote ini karena seperti janji Tuhan pada umatnya: Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Optimisme dan harapan.

56. "Knowledge is a tree, growing up just like me". Ini juga masih dari Pearl Jam, dari lagu 'In My Tree, album No Code. Selalu mengingatkanku untuk belajar dan terus belajar karena mencari pengetahuan itu seperti pertumbuhan itu sendiri. Kalau aku berhenti mencari itu sama artinya dengan aku memutuskan berhenti untuk tumbuh.

57. "We are also what we have lost." Quote ini ditulis Alejandro Gonzales Inarittu di akhir credit film pertamanya "Amores Peros". Innarittu menulis ini untuk mengenang anaknya yang meninggal dan kematian anaknya itu sangat berdampak pada dia dan keluarganya. Aku membaca quote ini saat harus melewati masa sulit kehilangan besar dalam hidupku setelah bapakku meninggal. Butuh  bertahun-tahun untuk mencerna makna quote ini sampai akhirnya aku mengerti yang hilang itu  akan selalu kembali lagi dalam wujud yang berbeda dan terus menerus membentuk diriku. "Everything Change, but nothing really lost," kalau kata Morpheus, Lord of dreams.

Friday, March 18, 2011

Giveaway: Sepuluh 'Vitarlenology's Visual Diary Pocket Book' Hanya Buat Kamu :)


Halo teman-teman semua. Menjelang ulang tahunku, aku ingin bagi-bagi hadiah buat teman-teman semua. Ada sepuluh pocket book buatanku yang akan aku bagikan cuma-cuma. Pocketbook ini covernya diambil dari foto-foto jepretanku dari koleksi NYC visual diary. Aku ingin berbagi kesan mendalamku tentang NYC pada teman-teman semua lewat pocket book ini. 

Caranya: silahkan tulis komentar apapun di postingan ini dan yang belum follow, silahkan follow dulu biar bisa ikutan giveaway ini. Aku tunggu paling lambat tanggal 30 Maret 2011, Pk. 24.00 WIB. Sepuluh orang yang beruntung akan mendapat kiriman pocket book ini dariku.. 

Oya, giveaway ini terbuka bagi seluruh penghuni planet bumi ini hehehhe.. alias selain orang Indonesia boleh ikutan juga kok.. :)

Salam hangat, 
tarlen









#marchproject 18: Dongeng Sebelum Tidur, Sanggar Cerita dan Sandiwara Radio

Gambar diambil dari sini. Lukisan ini mengingatkanku pada kalender dari perusahaan tempat bapakku kerja, dengan gambar seperti ini

52. Dongeng Sebelum Tidur. Beruntung, aku punya orang tua yang sempat melakukan tradisi mendongeng sebelum tidur. Kalau ibuku senang sekali menceritakan dongeng-dongeng seperti Timun Mas, Ande-ande Lumut dan mengajarkan doa-doa sebelum tidur. Tapi aku ingat, favorit ibuku adalah mendongeng Ande-ande Lumut yang biasanya oleh ibuku akan di 'tembang'kan dengan langgam Jawa. Sementara bapakku paling senang dongeng bebas alias mengarang indah. Dia selalu punya khayalan-khayalan yang penuh kejutan. Paling seneng kalau mbah kakung datang berkunjung, dia akan didaulat untuk mendongeng juga. Biasanya mbah kakung lebih seneng mendongeng soal sejarah lisan keluarga besar dari pihak ibuku yang ceritanya 'luar biasa' menurutku. Dongeng yang menjadi kesadaran sejarah individu, tentang asal-usulku yang membentuk identitasku. Kurasa pengalaman didongengi sebelum tidur di masa kecil, jadi pondasi dari sumur inspirasi yang ga pernah kering. Ada masa dimana aku bertanya-tanya: 'kenapa sih aku lahir dari orang tua dan keluarga besar seperti ini?' Tuhan, kenapa aku ga bisa milih aja pengen dari keluarga seperti apa aku ingin dilahirkan?'  tapi lama-kelamaan proses menemukan jawaban dari pertanyaan seperti ini, justru melahirkan kesadaran: Terima kasih Tuhan, aku diberi orang tua yang luar biasa ini, tidak sempurna tapi tidak ada duanya. Justru pertanyaanku sekarang adalah: Tugas apakah yang harus kujalankan, ketika Engkau lahirkan aku dari orang tua dan keluarga besar seperti ini?

gambar diambil dari sini

53. Sanggar Cerita. Zaman aku kecil, ada sebuah acara di TVRI namanya Sanggar Cerita. Isinya drama tentang cerita-cerita rakyat tradisional. Bahkan si Sanggar Cerita ini juga ada dalam bentuk kaset (aku inget yang nyanyi lagunya namanya Hanna Pertiwi.. kemana ya dia sekrang?) Aku seneng banget sama acara ini. Padahal kalau diinget-inget lagi, dramanya bener-bener 'cupu' abis. Tapi, waktu kecil karena eranya masih era TVRI, acara Sanggar Cerita sungguh sesuatu yang dinanti dan inspiratif banget. Sahabatku malah hunting lagi rekaman-rekaman Sanggar Cerita dan di mp3kan. Sama seperti kaset-kaset lawak yang sekarang kalau didengerin lagi, masih tetep lucu.

54. Sandiwara Radio. Aku ingat ada satu drama radio terkenal di masa kecilku dulu, judulnya: "Ibuku Malang, Ibuku Sayang". Pengisi suaranya: Ferry Fadhli, Maria Oentoe, Ivana Rose. Trus tokoh yang aku ingat, namanya Pak Sasongko.. hahahahaha.. sumpah deh aku jadi ketawa-ketawa sendiri nih nginget-nginget sandiwara radio ini. Karena internet belum lahir dan TV masih terbatas, radio jadi hiburan satu-satunya. Mengikuti sandiwara radio ini sungguh inspiratif, karena imajinasi dipaksa untuk bermain-main, membayangkan kira-kira visualisasi adegannya seperti apa. Termasuk juga dongeng Sunda di radio yang dibawakan oleh Wa Kepoh. Wa Kepoh ini sungguh hebat, suaranya bisa jadi perempuan, laki-laki dan anak-anak. Dongeng diputar jam 11 siang dan biasanya terselip cerita hantunya juga. Aku belajar bahasa Sunda selain dari pergaulan sehari-hari, juga dari dongeng Sunda di radio ini. Di rumah, orang tuaku berbahasa Jawa.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...