Sunday, February 27, 2011

Hadiah di Minggu Hectic


Seminggu kemarin, rasanya bener-bener hectic. Menyelesaikan satu pekerjaan tapi tahapannya begitu banyak dan menuntut tingkat presisi yang tinggi, sampai-sampai hampir gila dibuatnya (heheheheh lebay deh..!!!) Jadinya selain menguras tenaga dan pikiran juga waktu yang cukup banyak.  Di tengah-tengah kehectic-an alias keriweuhan yang melelahkan, datanglah 4 buah kartu pos yang datang secara bersamaan. Tiga dari sahabatku Adi Marsiela yang dia kirimkan saat jalan-jalan ke Vietnam-Kamboja dan Bangkok, dan yang bergambar piring itu dari Ika Vantiani. Wow.. langsung deh seperti mendapat kesejukan di tengah kepenatan.. 

Besoknya, saat mejelang penghujung deadline, datanglah satu kiriman kejutan dari Angel Paper pleased. Sebuah sampul untuk notebook kecil dengan bahan yang sama dengan dompet yang aku punya sebelumya. Rasanya kaya sebuah pijetan enak, disaat badan udah cape banget... biar sebentar tapi bisa memberi tenaga ekstra untuk memenuhi deadline.. berjuta-juta terima kasih untuk: sahabatku Adi Marsiela, Ika Vantiani dan Angle.. terima kasih sudah membuat minggu yang hectic, alias rariweuh dan papuket ini terlalui dengan baik...

Sunday, February 20, 2011

Oleh-Oleh Perayaan Cap Go Meh di Bandung

Setelah 52 tahun dilarang melakukan perayaan Cap Go Meh, akhirnya tahun ini, 19 Februari 2011, Cap Go Meh kembali dirayakan di Bandung. Mengambil lokasi dari daerah Klenteng - Gardujati - Pasar Baru - Sudirman  kembali lagi ke Klenteng iring-iringan Liong, barongsay, tapekong memadati jalanan. Yang aku rasakan adalah keharuan mendalam, karena akhirnya acara ini bisa dirayakan bersama dalam damai dan kebersamaan yang tulus.

foto lebih lengkapnya ada di vitarlenology's visual diary

Monday, February 14, 2011

Needle Felting Tools


Beberapa hari lalu aku disibukkan dengan kegiatan membuat dadu untuk tas I Ludo You dengan menggunakan kain felt. Membayangkan mata dadunya harus di jahit satu-satu sungguh melelahkan (dasar pemalas..!) kalau di lem dengan lem UHU biasanya kain felt dengan kain felt nempelnya ga terlalu kuat. Lalu aku teringat pada temanku Moel The Mogus yang punya sebuah alat bernama Needle Felting, sebuah alat yang berguna untuk menempelkan kain felt dengan kain felt tanpa perlu di jahit dan menggunakan lem.

 
Needle Felting terdiri dari dua bagian: Needle Felting (jarumnya) dan Needle Felting Mat (yang berbentuk seperti sikat, ukurannya macam-macam).


Needle Felting Mat ini fungsinya untuk menjadi alas kain felt yang hendak di sambung atau ditempel. Jika diperhatikan, jarum Needle Felting tidak seperti jarum biasa. Bentuknya pipih dan sisi-sisinya tidak rata. Bentuk seperti ini dimaksudkan untuk membuat kain felt yang ditusuk-tusuk jarum ini jadi saling berkait dangan kain felt yang ada di bawahnya.



Cara menggunakannya: letakkan kain felt yang menjadi dasar (warna biru), setelah itu letakkan pula kain felt yang akan ditempelkan pada kain felt dasar (warna merah). Tusukkan jarum pada kain felt merah dengan Needle Felting dengan posisi tegak lurus. Needle Felting ini di dalamnya memiliki per yang membuat jarum memantul ketika di tusuk-tusukan pada pain felt. Namun perlu diingat, jangan sampai jarum yang ditusukkan menyentuh dasar Needle Felting Mat karena akan membuat jarum menjadi mudah tumpul dan patah.


Setelah menempel, permukaan kain felt pori-porinya akan menjadi lebih besar yang disebakan bekas tusukan jarum. Namun kain felt merah yang menempel pada kain felt biru seperti menjadi satu kesatuan. Jika kita balikkan kain felt merah dan biru akan menjadi lebih berserabut. Jadi teman-teman bisa berkreasi dengan dua macam sisi yang dihasilkan Needle Felting ini. Selamat mencoba.

Thursday, February 10, 2011

Twist Stitch Binding Notebook Buat Ami

Hal yang paling menyenangkan dari membuat notebook adalah aku bisa bereksperimen dengan teknik dan hasilnya bisa dinikmati oleh teman-teman yang menyukainya. Aku kembali membuat notebook buat temanku Ami. Dia minta notebooknya lebih tebal, sekalian aja aku nyoba variasi baru untuk bindingnya. Aku coba mengaplikasikan Twist Stitch untuk bindingnya dan hasilnya menyenangkan.
 


Ternyata hobi cross stitch di masa lalu (pra merajut dan book binding) sangat membantuku mengekplorasi  teknik binding yang lebih bervariasi. Lalu terbersit cita-cita untuk menulis buku tentang book binding.. heheheh ya mungkin beberapa tahun lagi, setelah bener-bener mendalami ilmu binding ini.

Dompet Cantik Dari Paper Pleased

Siapa yang bisa menahan godaan dompet cantik dari paper pleased? tentu saja bukan aku :D.. aku sungguh-sungguh tak bisa menahan godaan dompet lotus coklat emas ini. aku suka sama kombinasi warnanya.  Sebelumnya aku sempet pesan yang motif batu untuk ulang tahun kakakku dan sekarang yang ini untukku sendiri. Keren ya, di dalemnya da notebook kecil buat catetan juga. Intip deh blognya untuk melihat dompet-dompet cantik dari paper please.


Tuesday, February 8, 2011

Sepatu Merah, Kirimi Saya Kartu Pos!


Okke Sepatu Merah, punya project menarik: saling berkirim-kirim kartu pos. Dia mengirimkan satu buatku dan aku membalasnya. Hehehe.. seru banget nih mengingatkan pada jaman SD dan SMP dulu waktu masih punya banyak sahabat pena. Hampir setiap minggu dapat surat dari teman-teman di pulau lain. Aku ingat punya dua sahabat pena yang sangat setia: Yulia dari Prabumulih dan Goen dari Denpasar, mereka bisa mengirimkan berlembar-lembar surat sampai isi amplopnya tebal sekali. Sekarang, di jaman segala pesan bisa terkirim dalam kedipan mata, nerima kartu pos cukup mengobati kerinduan bersahabat pena.. 
Siapa tertarik sama projectnya Okke, bisa intip blognya:
http://tukerankartupos.tumblr.com/ atau follow twitternya @sepatumerah 

Yuk bersahabat pena lewat kartu pos denganku juga, kirim alamatmu ke alamat emailku: vitarlenology@yahoo.com akan kukirimkan kartu pos untukmu. (cecil, uty, dindie.. aku mengirimkan kartu pos untuk kalian, kabari kalau sudah sampai ya..)

Monday, February 7, 2011

Mari Mencatat Perjalanan


Beberapa waktu lalu, Soraya dari Jakarta minta dibikinin notebook buat catatan perjalanannya. Kertasnya ingin pakai kertas yang mirip dengan moleskine dan banyak kantongnya untuk menyimpan tiket, nyelipin passport dan selipan-selipan lain selama di perjalanan. Tentu saja tak lupa tempat buat menyimpan bolpen. Permintaan ini langsung mengingatkanku pada organizer handmadeku di tahun 2010.


Tekstur dan warna kertasnya sama dengan yang dipakai moleskine hanya yang ini lebih tebel dikit (103gr). Bindingnya aku pakai star binding. Karet pengikatnya warna merah juga. Kain pelapis bagian dalam sengaja aku kombinasikan polka dot merah dan kotak-kotak merah, biar manis dan hangat (semoga bisa menambah kehangatan di perjalanan nanti).



Banyak banget kan kantong-kantong selipannya, bisa buat nyimpen macem-macem. Buat Soraya, selamat melakukan perjalanan ya, semoga semua kesan dalam perjalanan nanti dapat menjadi catatan perjalanan yang manis.. :)

Oya, yang berminat silahkan email aku vitarlenology@yahoo.com aku bikinin notebook catatan perjalanan spesial buat kamu.. :)

Saturday, February 5, 2011

Setumpuk Bunga Kiriman Desiyanti

Minggu ini aku dapet 'harta karun' nih, sekresek besar kain-kain sisa motif-motif bunga vintage kiriman temanku Desiyanti atau yang biasa kupanggil Echi. Sebagai pecinta kain, menerima perca-perca ukuran lumayan besar-besar ini, seperti menemukan harta karun. Bau kamper/kapur barus yang menyeruak ketika kreseknya dibuka... Mmmm... *aku nyandu berat nih sama kain-kain. Mamanya Echi senang membuat baju sendiri, makanya motif-motif bunganya warna 'ibu-ibu' banget hehehhe.. thanks ya chi, kain-kain ini akan menambah semarak rak koleksi kainku..:D

Rounded Corner Punch Made In Bandung


Aku tuh pengen banget punya 'Rounded Corner Punch' (RCP) yang heavy duty alias bisa buat motong tumpukan kertas yang tebal sekaligus. Dan ternyata RCP heavy duty yang aku pengen hanya dijual di Amrika dan UK, dia tidak bisa melayani pengiriman ke Indonesia, padahal aslinya alat ini buatan Taiwan. Sebelll banget! Waktu aku curhat soal ini sama omku yang serba bisa itu, dengan santainya dia bilang, "kenapa ga bikin aja, aku bisa bikinin buatmu". Langsung langit berubah cerah ceria, aku percaya dengan kemampuan dia. Beberapa hari lalu, omku datang dan membawa hasil pertamnya, belum sempurna, tapi sudah sangat lumayan. Masih harus disempurnakan di bagian pegangan atasnya biar ga perlu di ketok pake palu itu tombolnya.. :D

 Aku coba memotong ujung buku setebal 0.5 cm kekaligus, hasilnya lumayan juga. Itu palu karet yang ada di sebelah alat ini aku pakai untuk memukul tombolnya biar pisau bisa menekan sekaligus memotong lebih kuat.

Alat ini terbuat dari almunium, teflon dan pemotongnya terbuat dari pipa baja, prinsip kerjanya sederhana sebenarnya, asal menggunakan bahan yang tepat, hasilnya ga kalah sama yang buatan pabrik.


Yang bikinan sendiri dan yang bikinan pabrik. Dua Rouded Corner Punch yang kecil-kecil itu, maksimum hanya bisa memotong 3 sampai 5 lembar kertas tipis, jadi kebayangkan kalau satu buku pinggir-pinggirnya mau dipotong, tentunya membutuhkan waktu lama kalau pakai RCP yang kecil.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...