Thursday, January 27, 2011

Practice Makes Perfect: Star Binding

Aku lagi semangat mendalami macam-macam binding nih. Salah satu yang sedang aku pelajari adalah star binding. Jenis binding ini sebenarnya udah aku pakai waktu aku bikin notebook peta trans jakarta. Ternyata setiap kali menggunakan binding ini, selalu terpikir cara yang lebih baik untuk mendapatkan binding yang lebih kuat, makanya perlu di latih terus biar paham seluk beluknya dan menemukan variasi-variasi baru dari teknik ini.

Untuk notebook ini, aku pakai kertas sisa-sisa yang cukup banyak menumpuk. Covernya aku memanfaatkan kantong bekas kripik, aku cuci dulu trus aku balik biar warna alumuniumnya yang lebih menonjol dan aku lipat seperti recycled notebook. Seru juga, bisa sekalian mendaur ulang kemasan makanan daripada jadi sampah.

Lebih banyak foto ada di album ini

Ngintip Dapur Vitarlenology

Ternyata sudut kerjaku akhir-akhir ini bertambah padat saja. Luasnya tidak bertambah, tapi isinya semakin banyak. Lama-lama rak stok tobucil, aku ambil alih semuanya (di foto ini aja aku udah mengambil alih setengahnya buat tempat kain-kainku) hihihihih..

 Foto sudut kerjaku dari waktu ke waktu ada disini.

Piknik Di Taman Ganesha Bersama Sekolah Taman

Adalah Komunitas Taman Kota yang secara regular membuat program Sekolah Taman.Tujuannya sederhana saja: menghidupkan kembali taman-taman kota yang ada di Bandung sebagai ruang publik yang bisa dijadikan tempat rekreasi. Sebagai informasi, di Bandung Dinas Pertamanan jadi satu dengan Dinas Pemakaman. Makanya taman-tamannya kaya kuburan. Sementara sebagai perbandingan, di NYC, Dinas Pertamanan jadi satu dengan Dinas Rekreasi, makanya taman seabgai ruang publik jadi penting buat aktivitas warga. Taman Ganesha (seberang kampus ITB), menjadi pilihan program Sekolah Taman 23 Januari 2011 lalu. Klab Merajut tobucil dan the men who knit bergabung bersama di Sekolah Taman, sekalian mengenang salah satu inisiator Sekolah Taman yang meninggal 9 Desember 2010 lalu, Norvan si Pecandu Pagi.

 Piknik di taman bisa jadi salah satu alternatif hiburan yang murah meriah dan menyehatkan. Terhubung dengan tetumbuhan, angin, suara burung, rumput hijau, gemercik air akan memulihkan kembali kelelahan fisik dan mental selama seminggu. Bermodalkan, alas duduk, buku bacaan/rajutan/buku sketsa, bekal makanan, mari jeda sejenak dari rutinitas. Biasanya kalau pikiran dan badan sudah segar kembali, kreativitas bisa mengalir deras.

Foto-foto Sekolah Taman bisa dilihat disini

You're The Apple of My Eye








































 
Valentine atau hari kasih sayang sebentar lagi....
bisa berbagi keceriaan dengan pacar ataupun dengan sahabat.

Ide awal adalah untuk membuat sesuatu yang tidak sok romantis untuk momen ini, tetapi sesuatu yang menyenangkan namun masih ada sisi romantisnya. Akhirnya pilihan jatuh pada tema "You're The Apple Of My Eye".
Aku pertama kali mendengar ungkapan ini melalui karakter Christopher McCandless, dalam film layar lebar Into The Wild, yang disutradarai oleh Sean Penn, 2007. Pada adegan ini Christopher yang sedang dilanda kesenangan menjalani sebuah petualangan pembuktian akan kesenangan tidak harus didapatkan dari harta dan uang,  menemukan sebuah apel di jalan, kemudian diambil dan langsung dikunyah dengan senyum lebar dan semangat jiwa mudanya, sambil mengucapkan " You're so beautiful, you're so good...you're the apple of my eye".

Ternyata setelah mencari tahu, ungkapan ini aslinya ditemukan dalam sebuah karya berjudul Gregory's Pastoral Care pada masa ejaaan lama bahasa Inggris, yang dipersembahkan kepada Raja Alfred (the Great) dari Wessex, SM 885. 
Artinya kurang lebih: Titik tengah/focus dari sebuah mata. Secara figuratif sering dipakai untuk menggambarkan sebuah benda/mahluk hidup/ seorang manusia yang sangat dihargai / dicintai.

Teringat-ingat dengan kata-kata itu, akhirnya aku memutuskan untuk berkolaborasi dengan teman-teman crafter dari Bandung untuk proyek Valentine 2011: design by vitarlenologynaini design dan relsa cookies.....untuk membuat sebuah kotak yang bisa memberikan keceriaan tersebut. Daripada sibuk mencari restoran atau kafe, bawa saja kotak ini ke taman atau halaman rumah bersama dengan pacar atau sahabat dan ikutin instruksinya. Menarik bukan?

Instruksi Penggunaan Bersama Pasangan / Sahabat:
1. Sematkan pin apel sebagai simbol hari kasih sayang. 
2. Tulis dan bacakan puisi atau quote-quote yang kalian sukai di notebook apel secara bergantian. 
3. Keluarkan tas ludo apel dan mainkan permainannya.
4. Sembari bermain apel ludo, nikmati lezatnya kue lidah kucing rasa apel dengan cocolan selai apel.
5. Setelah permainan selesai, pemenang mendapat kesempatan pertama memilih gelang tangan batik.

HARGA PER BOX IDR 195.000:
2 pin apel
1 notebook apel A6
1 tote bag apel ludo
1 botol selai apel
1 box lidah kucing 
2 gelang batik
1 box bambu + gift tag

HARGA PER SATUAN:
Sepasang pin apel: Rp.20.000/pasang 
Notebook apel A6: Rp.55.000 
Tote bag apel ludo: Rp.55.000
Selai apel 250ml: Rp.35.000 
Sepasang gelang batik: Rp.45.000 

*Semua harga belum termasuk ongkos kirim.
SHOP ONLINE HERE

Flower of this purple dye,
Hit with Cupid’s archery,
Sink in apple of his eye.
Shakespeare, A Midsummer Night’s Dream, 1600

"You're the Apple of My Eye" 
lagu yang ditulis oleh Otis Blackwell untuk The Four Lovers, 1956

“You are so beautiful…you are the apple of my eye….”
Diucapkan oleh karakter Christopher McCandless, dalam film layar lebar Into The Wild, yang disutradarai oleh Sean Penn, 2007

Tuesday, January 25, 2011

"...And Then What Happened?"



Temanku, Yulianti Tanyadji, pindah ke Makassar. Teman-teman sekantornya minta aku bikinin souvenir perpisahan buat Yuli: kaos, buku sketsa dari seri 'your magic quote notebook'  dan tas kain. Aku suka sama quotenya. Temanku Reza yang memilihkan quote dari Neil Gaiman ini buat Yuli.

Sementara gambar untuk kaos dan tas adalah sketsa proyek-proyek kantornya dan tulisan di kaos satunya lagi adalah ungkapan khas antara Yuli dan teman-temannya. Menurutku dari tiga item souvenir ini yang paling bikin 'galau' adalah quote yang ada di buku sketsa. Sebuah pertanyaan besar, ketika satu chapter kehidupan selesai dan akan masuk pada chapter berikutnya: "..And then what happened?" Selamat menulis chapter hidupmu yang baru di Makassar ya Yul.. sering-sering main ke Bandung.. :)

Kalau Ke Bandung, Mampir Ya Ke Tobucil..:)

baca di sini

Sunday, January 16, 2011

Satu Sore Di Perbukitan Bandung Utara

vitarlenology's visual diary: Dari Perbukitan Bandung Utara

Vitarlenology Di Cendramata Selasar Sunaryo

Salah satu tempat di mana aku menitipkan notebook-notebook buatanku namanya Cendramata. Toko kecil yang menjadi bagian dari Selasar Sunaryo, sebuah galeri seni kontemporer di Jl. Bukit Pakar Timur 100, Bandung. Tokonya tidak terlalu luas tapi cukup menyenangkan. Selain menjual buku-buku seni, desain dan katalog pameran, Cendramata juga menjual merchandise para seniman. Seperti dasi yang tergantung itu, bergambar karya-karyanya pak Sunaryo, pemilik Selasar Sunaryo.
vitarlenology's corner @ Cendramata   

Notebook buatanku dengan cover dari karya Agus Suwage dan Pocket Book dari Vitarlenology's visual diary
Aku senang bisa menitipkan barangku di sini. Sahabatku, Dyah yang bertanggung jawab mengurus Cendramata, banyak memberi masukan dan dorongan untuk mengeksplorasi desain dan produk baru yang mencerminkan karakter 'aries' banget alias aku banget hihihihi..

Ai, Dyah dan Aku
Jadi teman-teman, kalau ke Bandung, jangan lupa mampir ke Selasar Sunaryo terutama Cendramata ya.. Selain bisa menikmati karya seni yang sedang dipamerkan, teman-teman juga bisa menikmati pemandangan perbukitan Bandung Utara yang hijau dan udaranya yang sejuk sambil ditemani secangkir minuman hangat ala Kopi Selasar. Lebih banyak foto Cendramata Selasar Sunaryo, bisa dilihat di vitarlenology's flickr.

Notebook Untuk Kelas Scrapbook

Sabtu kemarin, kelas scrapbook dimulai. Masing-masing dari enam orang yang mengikuti kelas scarpbook ini, mendapatkan sebuah notebook buatanku untuk memulai art journal mereka. Aku bikin notebooknya sederhana saja dengan simple binding dan cover terbuat dari karton 3mm yang disatukan dengan menggunakan gummed kraft papper tapes untuk bagian punggungnya. Notebook ini dibuat sesederhana mungkin karena setiap peserta bisa menghias covernya sesuai dengan keinginannya. 

diaryku ikut di geso..
Pada pertemuan pertama kemarin, setiap peserta mulai mempersiapkan halaman yang akan ditulisi dengan cara melapisi kertas dengan pasta yang disebut geso tujuannya biar lembaran kertas menjadi lebih tebal dan ketika di cat, cat tidak mudah tembus. Selain itu, geso juga berfungsi untuk memberi tekstur pada kertas dan juga menurunkan intensitas warna dari cat yang di sapukan di atas kertas. Jadi setelah dilapisi geso, notebook di angin-anginkan sampai kering, baru setelah itu mulai diberi sentuhan warna-warna dengan menggunakan cat acrylic. Teman-teman di kelas scarpbook yang semuanya peserta usia dewasa, seperti menemukan mainan baru dengan teknik ini, seperti kembali lagi ke TK, bisa bermain-main dengan cat secara bebas tanpa takut salah.
 Foto-foto kelas scarpbook Tobucil & Klabs dan karya teman-teman dapat dilihat di flickr tobucil.

Saturday, January 15, 2011

Koleksi Minggu Ini: Mojo Edisi Tom Waits & Mathematical Set for Students

Musik adalah salah satu sumber terbesar inspirasiku dan Tom Waits adalah salah satu musisi yang sangat kusuka baik attitude maupun karya-karyanya. Tadi siang, sahabatku Reza, datang dan memberiku hadiah: Majalah Mojo edisi 200 dimana Tom Waits jadi Editor khusus untuk edisi ini. Di edisi ini, Tom Waits menentukan tema, menulis artikel dan melakukan wawancara, bener-bener jadi majalah yang sangat penting untuk aku koleksi. Bukan itu saja, Reza juga memberikan CD yang menjadi bonus dari majalah Mojo edisi khusus ini, berjudul 'Step Right Up' berisi 15 lagu dari 15 musisi pilihan Tom Waits  (salah satunya adalah Son House, musisi blues yang sangat dikagumi Jack White) yang selama ini menjadi referensi Waits dalam bermusik. WOW.. aku bener-bener happy.. penting bagiku untuk mengetahui darimana para musisi favoritku ini mendapatkan sumber inspirasi dengan demikian aku dapat memahami karyanya dengan lebih baik dan dalam. Reza, thanks a million ya.. you really make my day!!


Benda lain yang menjadi penting di minggu ini untuk menambah koleksiku adalah Mathematical Set for Students Made In The People's Republic of China. WOW! Semalam niatnya mau nyari kertas di Toko Tidar Art Supplies, toko yang lokasinya tidak jauh dari Tobucil. Iseng-iseng memindai isi rak Toko Tidar, dan ga tau kenapa aku kok pengen liat rak yang selama ini ketutup tempat kertas. Tiba-tiba mataku tertuju pada kotak merah yang ketumpuk-ketumpuk benda-benda lain. Aku minta si bapak penjaga untuk memperlihatkan benda itu padaku dan ternyata benda yang sangat layak aku koleksi. "Kamu kok nemu aja sih, itu kan sudah saya umpetin.." kata tante Yuli, pemilik Toko Tidar. Heheheh.. namanya juga rejeki.


Grafisnya sungguh-sungguh vintage. Aku suka warna kotak-kotak bungkus penggaris dan layout time tablenya..jadul banget.

Jangkanya masih terbuat dari besi, karet penghapusnya empuk banget dan penggaris-penggarisnya itu loh.. duh jadi teringat jaman SD dulu.. kerjanya beli penggaris karena ga pernah bisa bertahan lama.. Ngomong-ngomong ini Mathematical Set for Students ini mereknya Bofa loh.. merek yang sangat familiar terutama pada pelajaran gambar teknik (untuk anak SMA jurusan A1 atau A2) dimana menggambarnya harus pakai trekpen dan jangka dengan tinta.. dulu kalau pelajaran gambar teknik ini tiba, rasanya menyiksa banget, tapi sekarang setelah berlalu, rasanya jadi kenangan meski tidak manis rasanya, tapi ga bisa terlupakan juga..

'I Ludo You' Totebag

Berawal dari ajakan Mei untuk berkolaborasi membuat paket valentine (soal paket ini akan diceritakan di publikasi beberapa hari mendatang, tunggu saja). Untuk project kolaborasi ini aku tidak membuat notebook tapi totebag. Idenya adalah totebag yang bisa dipakai sebagai tas belanja sekaligus permainan. Ludo, menjadi pilihan yang realistis secara teknis pengerjaan daripada ular tangga.

Ya, akhirnya aku membuat desain ini, gambar tas adalah alas dari permainan ludo. Bisa dimainkan maksimal oleh empat orang. Sementara bidak-bidaknya berbentuk pin dari kancing bungkus yang bisa di lepas dan dimainkan.

Desain ini adalah desain pertama yang membuat aku menyablon lebih dari satu warna. Sebelumnya aku belum pernah menyablon lebih dari satu warna. Seru juga, meski prosesnya memakan waktu lebih lama, karena sebelum menyablonkan warna lain, harus menunggu warna sebelumnya kering, sampai bela-belain beli hair dryer baru bukan untuk mengeringkan rambut, tapi untuk mengeringkan sablonan..  heheheh..

Dadu untuk permainan ini, menjadi gantungan kunci sekaligus. Jadi sangat praktis. Jika dadu tidak dipakai untuk main, tinggal digantungkan saja dan bidak-bidaknya, ditempel di tas sebagai pin. Totebag ini harapannya memberi kesenangan lebih ketika memakainya. Penasaran sama totebag dan ingin tau gimana cara mendapatkannya? tunggu saja .. aku beritahu nanti .. (heheheh.. biar tambah penasaran)

Wednesday, January 12, 2011

Tas Rajutan Merah, Dua Tahun Kemudian..


Semingguan yang lalu Amesh berkunjung ke tobucil. Senang sekali akhirnya bisa bertemu langsung. Di tobucil, Amesh melihat tas rajutan ini dan langsung jatuh hati. Tas ini udah lama selesai dirajut. Aku merajutnya dalam perjalanan pulang dari Karimun Jawa, Mei 2009 lalu hihihih lama banget ya.. :D. Karena perjalanan di kapal sungguh membosankan, makanya merajut menjadi kegiatan yang cukup menghibur. Biarpun selesainya tahun 2009, penyakit malas memberi kain pelapis menghinggapiku sampai Amesh datang pada tanggal 6 Januari 2011. Dua tahun kemudian akhirnya si tas rajutan merah ini menemukan nasibnya. Sepertinya kalau Amesh ga suka sama tas ini, nasib tas rajutan merah ini pasti masih tergantung di salah satu sudut tempat kerjaku, mengantri bersama tas rajutan lain yang belum diberi kain pelapis.


Sebenarnya memasang kain pelapis ini, bukan pekerjaan yang memakan terlalu banyak waktu. Setengah hari juga selesai. Yang seringkali bikin malas justru bikin polanya, karena untuk setiap tas rajutan, pelapisnya butuh pola yang beda juga dan ga bisa dijahit pakai mesin jahit untuk menempelkannya, harus dijahit pakai tangan. Nah itu dia yang sering  bikin males. Mengapa kain pelapis ini menjadi penting untuk sebuah tas rajutan? karena kalau ga dikasih kain pelapis, rajutan bisa rusak dan melar oleh beban yang masuk ke dalam tas. Akhirnya bentuk tas bisa berubah malah bisa rusak. Selain itu, kain pelapis juga sekaligus memberi bentuk pada tas rajutan biar tampak seperti yang diharapkan.

Aku, Amesh dan Yuara
Thanks ya mesh, udah membuatku menyelesaikan tas rajutan merah itu dan mengapresiasinya.. selamat memakai tas rajutan merahnya.. :)

Membuat Bobbin Dari Bekas Tempat CD


Aku paling benci jika menghadapi benang atau tali-tali yang kusut dan tidak tergulung pada tempatnya. Sangat merepotkan ketika hendak dipakai. Nah, untuk merapikannya, biasanya aku membuat bobbin atau dudukan untuk menggulung benang untuk merapikan tali-tali/benang ini. Caranya sangat mudah dan bahan yang digunakan bisa memanfaatkan bekas tempat CD.


Bahan yang dibutuhkan: Bekas tempat CD pilih yang terbuat dari plastik yang lentur, gunting.




Gunting tempat CD menjadi dua bagian, lalu setiap bagian gunting lagi menjadi dua bagian, sehingga mendapatkan bagian tempat CD berbentuk persegi panjang.





Gunting bagian persegi panjang tadi dengan membentuk tulang, lalu rapikan sisi-sisinya. Gunting sedikit pada kedua bagian ujungnya. Sobekan pada bagian ujung ini berfungsi untuk menyelipkan ujung benang, supaya gulungan tidak mudah terurai. 


Mudah kan, sekarang benang/tali tak akan kusut terurai setelah di lilitkan dengan rapi pada bobbin-bobbin buatan sendiri..:)


Selamat Ulang Tahun Aoiniji


Hai, saya EkBess.
Dalam rangka ulang tahun ke-3 blog sederhanaku aoiniji.blogspot.com tanggal 19 Januari,
saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda yang memiliki blog keren,
sehingga menginspirasi saya melakukan banyak hal yang menarik.
Terima kasih telah menginspirasiku.
I Love Your Blog...^_^


Begitulah email yang kuterima pagi ini dari EkBess, crafter dari Makassar. Aku senang dengan blognya, karena aku dapat banyak informasi tentang kegiatan EkBess dan teman-teman Makassar di beberapa ruang alternatif mereka. Sukses ya EkBess dan tambah semangat buat berkarya..:)

salam hangat dari Bandung,

xoxo
t

Tuesday, January 11, 2011

Kartu Pos-Kartu Pos Tobucil

"Eddie, jangan malu-malu loh, dukung literasi di tingkat lokal.. :)"
Pernah ada masa, di mana aku senang sekali membuat print material buat promosi tobucil dengan teknik cetak dua warna. Ini masa ketika printer laser color adalah sebuah keniscayaan untuk dimiliki, ya sekitar tahun 2003. Waktu itu aku masih jadi 'Toekang Tjetak' alias menerima roepa-roepa cetakan. Biasanya kalau ada bagian kosong dalam satu lembar cetak ukuran mesin 52, aku akan nebeng nyetakin flyer-flyer promosinya tobucil.

I love Beni since Excess Baggage
Nah, kartu pos ini salah satu hasil di masa diriku masih jadi Toekang Tjetak. Waktu itu, aku dapet kertas samson kaku yang jarang aku liat di toko kertas langganan. Dengan memaksimalkan teknik cetak dua warna alias hitam putih ditambah orange, aku bikin kartu pos, pembatas buku dan kartu nama tobucil & klab baca (sebelum tobucil jadi tobucil & klabs). Mencomot foto Eddie Vedder, Stone Gossard dan Benicio del Toro lalu menjadikan mereka juru kampanye Klab Baca 'Supporting Local Literacy Movement',  postcard ini ga aku cetak banyak, hanya seadanya kertas aja (namanya juga kertas sisa). Sayangnya aku hanya menemukan kartu posnya, kartu nama dan pembatas buku rupaya sudah kehabisan stok dan tidak tersimpan sebagai dokumentasi.

Stone Gossard as Raoul Vaneigem

Wednesday, January 5, 2011

Survei Penggunaan Kantong Kresek

Teman-teman bantu survey ini ya..
Informasi ini di publikasikan kembali dari  http://surveykresek.blogspot.com/

Saat ini kantong kresek merupakan barang yang sangat populer digunakan oleh warga di seluruh dunia. Di Indonesia, kehadiran supermarket di tahun 1980an telah mempopulerkan penggunaan kantong kresek. Sejak saat itu perlahan-lahan penggunaan tas/ keranjang belanja mulai ditinggalkan, diganti dengan kantong kresek.

Untuk mengetahui berbagai hal terkait dengan penggunaan kantong kresek, maka sekelompok warga di beberapa kota di Indonesia berupaya mengembangkan sebuah survei.

Tujuan survei antara lain untuk:


  • Mengidentifikasi pola penggunaan kantong kresek oleh konsumen di beberapa kota besar di Indonesia
  • Menggali sumber utama yang membagikan kantong kresek kepada konsumen
  • Mengidentifikasi kesediaan konsumen & penjual untuk mengurangi kantong kresek
Besar harapan kami warga di kota-kota besar, seperti Jabodetabek, Bandung, Yogya, Surabaya & Denpasar, bersedia menjadi responden survei, serta turut menyebarluaskan survei ke jejaringnya.

Untuk mengisi survei, silakan klik tombol di bawah ini:



Hari terakhir pengisian survei tanggal 14 Januari 2011.

Hasil survei nantinya akan kami sebarluaskan. Bagi yang berminat, sila kirim surel ke: surveykresek@gmail.com

Siapa Mau Ikut Kelas Scrapbook Januari - Maret 2011


Kelas scrapbook kembali berkegiatan. Tiga bulan ke depan (Januari s/d Maret 2011) akan mengambil tema besar: "Aku dan yang Kucintai" Tema ini akan dibagi lagi dalam tema-tema kecil setiap bulannya:

Januari: "Tentang Aku"
Membuat scrapbook tentang: profil diri, lagu favorit, quote favorit rahasiaku, kegiatan rutinku dan hal-hal yang aku suka dan tidak aku suka dari diri sendiri.

Februari: "Bulan Cinta"
Membuat scrapbook tentang: Ayah dan Ibu, Kakak dan adik, Teman-teman dan sahabat dekat, project: seminggu bersamaku 

Maret: "Bulan kenangan"
Membuat scrapbook tentang masa kecilku, kenangan di masa kecil, cerita-cerita di masa kecil yang aku suka, dan impian masa kecil.

Setiap bulan pertemuan berlangsung 4 kali pertemuan. Setiap Jumat Pk. 17.00 -19.00 (dalam konfirmasi) dan Sabtu, Pk. 10.00-12.00 Wib
Peserta terbuka untuk semua umur: anak-anak, remaja, dewasa, manula.
Biaya pendaftaran: rp. 150.000/bulan atau rp. 400.000/3 bulan biaya sudah termasuk alat dan bahan dasar.
Karya para peserta akan di pamerkan pada acara Crafty Days Mei 2011 dalam edisi Ulang Tahun ke 10 Tobucil & Klabs. 

Daftarkan dirimu segera ke: Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung telp dan fax  022 4261548
Senin - Minggu, Pk. 09.00 - 20.00 Wib. 

Tuesday, January 4, 2011

Stanhopea Oculata

Senangnya, pagi-pagi datang ke tobucil langsung disambut anggrek langka yang mekar pagi ini. Anggrek yang  banyak tumbuh di Mexico dan Brasil, namanya Stanhopea Oculata bentuknya mirip serangga, tapi wangi bedak harum. Hari kemarin anggrek ini masih kuncup. Mas Yono, pemilik rumah di Aceh 56 sangat bertangan dingin dalam mengurus koleksi tanamananya. Kalau teman-teman pernah main ke tobucil, pasti pernah merasakan rindangnya pepohonan di halaman rumah yang dibangun tahun 1920 ini.  Dalam sebulan terakhir ini, anggrek-anggrek di jalan aceh memang sedang bermekaran. Hujan juga sudah mulai jarang datang. Sore terasa lebih indah dengan cerahnya matahari sore dan angin segar di antara pepohonan. Paling enak menikmati secangkir kopi Arabika dari Kopi Aroma dan bagelen keju toko roti Bawean.. mmm.. nyammm.. what a wonderful life..:)

cantiknya....
 
kuncup sebelum mekar di hari kemarin..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...