Skip to main content

Hangatnya Craft Carnival


Tanggal 22-23 Oktober 2011 di Bentara Budaya, Yogjakarta ada perhelatan yang sangat-sangat menarik. Di gagas oleh Magic Fingers Syndicate dan diberi judul 'Craft Carnival', craft fair yang tujuannya mengumpulkan crafter Yogja dan sekitarnya. Aku dan notebook-notebook vitarlenology dengan penuh semangat berkereta api dari Bandung menuju Yogja untuk bergabung di acara ini. Berangkat dari Bandung Jumat, 21 Oktober 2011 dengan menggunakan kereta pagi, Pk. 08.00 sampai di Yogja Pk. 16.00 sore dengan membawa sekoper penuh notebook, satu tas notebook-notebook yang mau diselesaikan di kereta dan ransel berisi baju dan perlengkapan pribadi. Lumayan 8 jam perjalanan kulewati tanpa bosan, karena aku sengaja membawa notebook-notebook yang belum di binding, biar aku ada kerjaan di kereta. Seperti biasa aku tinggal di rumah sahabatku Titarubi dan Agus Suwage di daerah Minggiran dan langsung berkangen-kangenan dengan dua putri mereka tersayang: Akum dan Gendis. Tanpa terasa chit chat sama mba Tita dan pak Agus,  waktu menunjukkan pukul 4 dini hari, WUAAAAA... tidur sebentar, Pk. 8 pagi buru-buru bangun dan bersiap-siap menuju Bentara Budaya, Yogja.


Sabtu pagi di Yogja, cuaca bener-bener bikin meleleh. Hujan yang masih tertahan, belum bisa menumpahkan tangisnya, karena 22 Oktober ini bertepatan dengan ulang tahun kota Yogjakarta yang ke 251 tahun dan Sabtu malamnya akan ada pawai di Malioboro dengan judul Yogja Java Carnival. Sekali lagi hujan diminta bersabar dan mengalah, karena matahari perlu tampil prima mendukung acara-acara kota Yogja di hari sabtu ini. Alhasil, aku yang kurang tidur, kepanasan  tak kuasa menahan godaan minuman-minuman dingin yang terus menerus menggelontor menghilangkan dahaga dan penat di hari yang super duper panassssssss... (akibatnya sekarang setelah kembali ke Bandung, el meler kembali menyiksa).






Meski baru pertama kali diselenggarakan, Craft Carnival ini digarap dengan persiapan dengan baik oleh Lucia Berta, Lois dari Stoberi Hitam dan kawan-kawan. Hari pertama pengunjung tidak sebanyak hari kedua, namun jumlah pengunjung tidak berpengaruh pada kehangatan dan suasana santai di halaman Bentara Budaya Yogja ini. Ada sekitar 30 meja yang diisi oleh crafter-crafter dari Yogja, Solo, Bandung dan Jakarta. Barang-barangnya juga cukup beragam. Ga hanya handmade, tapi baju-baju, mainan-mainan, stiker vintage meramaikan Craft Carnival yang pertama ini.

Stars and Rabbit, keren banget!
Ojan sedang memberi workshop
Ojan dan Ojantonya bikin workshop juga loh, Hello Bleu juga trus ada live musiknya juga dan aku langsung jatuh cinta sama Star and Rabbit, kereeeeeeeee banget!!!! pengen deh ngundang buat Crafty Days tahun depan, mau ga ya kira-kira mereka..

Putri Santoso, Tarlen, Sari Sulistyo (Ami-Abi), Ria Papermoon, Lucia Berta
Aku dan Artika Maya, akhirnya ketemu juga..
Bersama nona-nona cantik dari Hello Bleu, Kiki dan Iid
Ratu Craft Carnival dan Ratu Pasar Kutu

Terima kasih banyak kepada teman-teman semua, senang sekali bisa bergabung dalam hangatnya Craft Carnival pertama, semoga ada craft carnival berikutnya yang lebih meriah. Akhir pekan yang menyenangkan bersama teman-teman Yogja...:)


Comments

kuwacikecil said…
waaakk ada mukakuu!! aiahahiiha!!
aaawwwww terima kasih udah diposting!!!

Lucia Berta blg: "aku da di blognya Vitarlenology!!!" *teriak histeris XD

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.