Skip to main content

#ceritabendabenda Miniatur Rumah Edgar Allan Poe


Ini adalah miniatur dua dimensi rumahnya Edgar Allan Poe  (1809-1849), penulis asal Amerika Serikat yang karya-karyanya aku suka. Aku mendapatkan miniatur rumah ini di toko souvernir Bronx Museum. Kalau ga salah harganya hanya 10 dolar dan tinggal satu-satunya. Aku suka dengan benda ini. Menurutku gagasan souvenir dalam bentuk miniatur rumah itu gagasan sederhana dan bisa berhasil atau tidak. Dan benda ini termasuk yang berhasil. Ga perlu bikin souvenir tiga dimensi, dua dimensi saja cukup, asal dikerjakan dengan baik dan informatif. Di bagian belakang miniatur ini ada keterangan tentang rumah ini. Kurasa desain sederhana seperti ini juga bisa dijadikan cara teman-teman yang bergerak di heritage untuk mensosialisasikan bangunan-bangunan tua dan bersejarah. Indonesia ga akan kehabisan sumberlah buat yang beginian. Waktu itu aku sebenernya pengen banget ikut tur sejarah ke rumah Edgar ini, tapi sayang sekali ga bisa karena rumah ini ditutup sementara untuk umum karena sedang di renovasi.

Comments

stroberiHITAM said…
sukaa banget!!! tapi denger2 katanya rumah Edgar Allan Poe lagi disengketa mbak, karna nggak terawat dan terancam mau dialihfungsikan atau malah dihancurkan :( semoga nggak ya...
olivizer said…
Wah lucu :)) Btw, sala kenal mbak. mampir-mampir ke blog aku juga boleh hehehe
olivizer said…
Wah lucu :)) Btw, salam kenal mbak. Mampir ke blog aku juga boleh :p

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.