Skip to main content

Tour de Toko Stationery di Singapura

Ini adalah postingan yang tertunda-tunda dari perjalanan 'melarikan diri ke Singapura'. Toko-toko ini sengaja aku dan Claudine cari, karena kami berdua adalah penggila stationery. Karena sibuk dengan kaki lecet, kegiatan foto-foto jadi susah dilakukan karena sibuk bergulat dengan plester di kaki.. :D Berikut daftar toko-toko yang aku datengin:


Woods in the Books

foto diambil dari flickrnya woods in the books

Toko ini terletak di 58 Club Street, seberangnya kuil besar di Chinatown, di deretan pertokoan dengan bangunan lama yang berwarna-warni. Yang menarik dari Woods in the Books, toko ini khusus menjual buku cerita anak-anak. Bagi pecinta bacaan anak, wajib hukumnya datang ke toko ini.


Selain buku bacaan anak-anak, merchandise juga di jual di sini. Postcard dari cover-cover vintagenya Penguin Books, kaleng-kaleng vintage (bener-bener bikin ngiler) dan barang-barang vintage lainnya. Sepertinya Woods in the Books ini ada hubungannya dengan Birds & Co. dan Books Acctually. Ada ruang belakang yang menjual barang-barang lawasan yang juga di jual di toko-toko yang aku sebutin tadi.
Mr. Scotty the maskot


Yang unik di toko ini adalah Mr. Scotty, anjing penjaga yang selalu stand by di deket meja kasir. Bisa dibilang dia maskotnya Woods in the Books.  Di sini aku dapet notebook dengan kutipan dari karyanya Vladimir Nobokov, 'Lolita' yang dibikin oleh Birds & Co. (langsung terbayang Jeremy Irons di film itu :D) Selain itu juga, interiornya cukup sederhana tapi manis. Sambil nunggu Claudine belanja, aku malah sempet ketiduran di kursi yang disediakan di sini hehehehe..


Tentang Woods in the Books buka aja websitenya:
http://www.woodsinthebooks.sg/




Birds & Co. 
Foto diambil dari sini
No. 8 Grange Road, Cathay Cineleisure Orchad
Hal yang paling mencolok dari Birds & Co. adalah nuansa kayu pinus yang cukup mendominasi. Toko yang terletak di dalam mall  ini agak tersembunyi tapi sangat layak untuk dicari sampai ketemu. Buku-buku yang dijual di sini ga banyak. Sepertinya Birds & Co. lebih menjual merchandise dan stationery lawasan, termasuk kaleng, gelas belimbing dengan motif bunga-bunga (biasanya gelas-gelas ini ditemukan di warteg sebelum tahun 2000), botol-botol minuman juga.


Di sini aku dapet penggaris bambu made in England. Rak yang dipakai di sini dibuat dari bekas kotak buah dan minuman yang di tempel di tembok. Sayangnya interior seperti ini kurang cocok di terapkan di tobucil karena barang tobucil banyak banget. Tentang Birds & Co. bisa di buka di sini:
http://hellobooksactually.blogspot.com/2010/08/birds-co-store.html


Foto di ambil dari sini
Books Actually
No. 9 Yong Siak Street

Foto diambil dari sini


Penasaran banget sama Books Actually. Selama ini aku ngeliatnya cuma di blognya atau di flickrnya aja. Selain toko buku, BA juga sering bikin kegiatan diskusi literatur.  Nyari tempatnya buat turis macam aku ternyata lumayan susah. Akhirnya sempet nyangkut di tempat ngopi nyari WiFi dan search di google map petanya.


Buku-buku yang dijual di sini lebih banyak novel-novel dan tentu saja barang-barang vintage lawasan termasuk kamera polaroid. Di ruang belakangnya ada bagian yang tidak terlalu luas dan biasa dipakai untuk acara diskusi.  Di sini aku dapet notebook simple dan postcard dengan foto Hunter S. Thopmson, salah satu penulis favoritku. Oya, kalau Woods in the Books maskotnya Mr. Scotty, Books Actually punya maskot kucing super cute yang mondar mandir di area kasir. Tentang Books Actually bisa dilihat di sini: http://hellobooksactually.blogspot.com/

Bagian tengahnya tampak ramai dan meriah oleh barang-barang vintage  bikin ngiler aja. 
Foto diambil dari sini


Tea Cosy
Plaza Singapura, 68 Orchard Road #05-10 (beside Spotlight)
Setelah kalap belanja di Spotlight dan Daisho, eh di seberangnya ternyata ada toko yang tampak sangat menarik, namanya Tea Cosy. Toko di Plaza Singapura ini menjual pernak-pernik berbentuk malaikat sesuai dengan taglinenya: 10.000 angels. Selain pernak-pernik malaikat, Tea Cosy juga jadi tempat yang enak buat rehat, sambil ngopi dan nyemil. Aku naksir furniture yang ada di toko ini terutama kursi-kursinya yang bergaya 'jengki' dan juga kain-kain yang dijadiin pelapis furniturenya. Tentang Tea Cosy ada si sini http://www.teacosy.com.sg/Welcome.html


Claudine bergaya di depan kasir Tea Cosy
Spotlight 
Plaza Singapore, 68 Orchard Road #05



Spotlight adalah supermarket perlengkapan hobi yang sepertinya cukup lengkap di Singapore. Di sini aku kegirangan nemu Fiskar Everywhere Puch yang bulet dan kotak, Fiskar rounded corner punch, Fiskar berbentuk bolpen untuk melipat kertas dan banyak sekali kain-kain bagus di sini tapi sayang sekali harganya mahal sekali per meternya. Aku juga menemukan  benang dalam kaleng dari Gutermann & Co. Tentu saja yang menjadi penting buatku adalah  kalengnya hahahahah... Spotlight bisa di cek di sini: http://www.spotlight.com.sg/


Daisho Singapore
Plaza Singapore, 68 Orchard Road #05
Aku suka sekali Daisho Singapore, lebih murah dari pada Daisho Indonesia semua barang harganya 2 SGD alias 14rb rupiah saja. Sementara Daisho di PVJ Bandung IDR 22.500 lumayan kan bedanya. Menurutku Daisho ini wajib di datengin setiap ada kesempatan ke Singapura.


Toko lain yang juga aku datangi:
Typo
Shop B1-54/61 Wisma Atria Shopping Center, 435 Orchard Road,
Sepertinya ini cabang dari Typo Australia. Banyak stationery keren di sini (sayang aku ga motret tokonya). Tapi aku dapet penggaris kayu panjangnya satu meter, cuma dilipet-lipet karena ada engselnya.


Smiggle
Plaza Singapura, Shop B1-02 68 Orchard Road
Label stationery dari Australia ini, produk-produknya sangat ABG sekali. Warna-warna yang mereka tampilkan juga warna-warna yang lumayan ngejreng: silver, fuschia, hijau, kuning, hitam. Aku dapet notebook keren di sini dan penggaris pendek yang modelnya cukup unik.


Papermarket 
Plaza Singapura B1-12 68 Orchard Road
Toko kertas dan peralatan scrapbook, mirip dengan Made With Love yang ada di Jakarta dan Bandung.


Kinokuniya 
Takashimaya, Orchard Road
Tentu saja Kinokuniya ga boleh di lewatkan. Salah satu tujuan utamaku ke Singapura juga sebenernya ke Kinokuniya nyari buku tentang Book Binding, yeahhhh surga banget karena buku-buku tentang book binding dan art journaling lumayan banyak, pengennya dibeli semua namun apa daya budget terbatas. 


Aku belum sempet ngubek-ngubek daerah Bras Basah. Aku sisakan untuk kunjungan berikutnya. 



Comments

rika daniel said…
tahun lalu aku ke Sg ga kepikiran dtg ke tempat2 keren ini :(..next year aku mau ke sanaaaaa..nice post mba!
thx buat postingan ini tarlen! aku taunya cm Books Actually, itupun ga sempet pergi kemarin ini *hiks*

anyway, setuju banget soal Daisho. aku bisa sampe dua kali balik dlm sehari, just in case takut ada yg kelewatan blom dibeli hahaha :D
angki said…
*gasp* bisa menggila luar biasa aku! haruss pergi!! :))
kuwacikecil said…
cat socrates-bras basah.. buatku it's the best of all!!! *sindrom cat soc.. tiap hari dateng kesana cuma buat megang2 postcard nya
Eugenia Gina said…
haiiisshhh! cateett! thanks Tarleen :D

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.