Skip to main content

RTP#3 Cara Memindahkan Gambar Dengan Menggunakan Quick Film Atau Stiker Transparan

Pelajaran lain yang aku peroleh dari kelas scarpbook tobucil adalah cara memindahkan gambar ke atas quick film atau stiker transparan untuk laminasi. Caranya sangat mudah dan hampir mirip dengan Cara Memindahkan Gambar ke Atas Kain Dengan Menggunakan Gloss Gel Medium. 


Caranya mudah. Potong quick film atau stiker transparan sesuai dengan ukuran gambar yang akan di pindahkan. Print gambar dengan menggunakan printer laser atau dengan memfoto copy. Penting untuk diperhatikan bahwa gambar yang di print dengan menggunakan printer desk jet (tinta) tidak dapat diproses karena gambar akan luntur dalam proses pemindahannya nanti.  

Catatan: Jika gambar yang ada tulisannya, sebelum di print gambar dan tulisan di "mirror" dulu biar terbalik, sehingga ketika dipindahkan nanti tulisan akan ada dalam posisi normal. Gambar di sini lupa di "mirror" makanya kebalik :D




Tempelkan gambar pada quick film/stiker transparan, lalu ratakan dengan menekan-nekan dengan menggunakan bone folder atau sepotong kayu/pegangan gunting. Tujuannya biar tidak ada gelembung udara pada gambar.

 Setelah tertempel, rendamlah quick film atau stiker transparan tadi di dalam wadah berisi air. Biarkan sekitar 10 menit. Rujuannya biar kertas bisa lebih mudah dipisahkan dari gambar.

 Kelupas kertas dengan cara menggosok-gosok secara perlahan dengan menggunakan jari sampai kertas benar-benar terpisah dari gambarnya. Teman-teman akan mendapatkan hasil gambar transparan. Jika ingin menempelkannya seperti stiker, oleskan gloss gel medium pada sisi yang akan ditempel, lalu tempelkan dimanapun kamu suka.


Selamat mencoba..:)

Comments

Dewie.Rha said…
Bagus mba, sy pernah belajar juga tehnik ini..susahsuah gampang...pokonya BRAVO deh buat mba Tarlen

hugs,dewie
dekepiks said…
ini beda yah sama kertas decal gitu?
Lukman Hakim said…
saya cari yang jual di internet gak ada mba,di tempat saya juga gak ada yang jual udah muter2 cari nih ,gimana solusi nih,
lkmnhkm85@gmail.com

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.