Skip to main content

Ini Notebookku, Mana Notebookmu?


Aku ga pernah bisa menggunakan hanya satu notebook saja untuk segala kebutuhan. Saat ini ada tiga notebook yang aku gunakan secara bersamaan. Tiga notebook ini yang setiap hari ada di tasku.


Yang biru dan berukuran A5 ini adalah buku harianku. Aku ga suka mencampurkan buku harian dengan catatan serba-serbi. Makanya aku selalu menyediakan satu notebook khusus untuk buku harianku. Notebook ini aku dapat dari sahabatku, Tanto, sebagai oleh-oleh dari Belanda. Kertasnya dari jenis book paper yang ringan. Makanya biarpun tebel, tetep ringan. Aku seneng sama notebook yang ga bergaris. Aku banyak menempel-nempel sesuatu di buku harianku dan menulis di atas tempelan-tempelan itu (maaf bagian yg lain ga bisa aku kasih liat di sini, soalnya mengandung tulisan yg ga bisa di publikasikan heheheh..).

Notebook kedua yang aku pakai adalah sketchbook A5, buatanku sendiri. Aku pakai notebook ini buat orat-oret craft project yang mau aku buat. Fungsinya jadi kaya buku gambar. 


Notebook ketiga adalah notebook buatan page one. Ukurannya lebih kecil dikit dari A6. Notebook ini yang aku bawa ke mana-mana, buat mencatatan kilasan-kilasan ide, catatan belanja, notulensi rapat, nomer telpon. Tulisan di depannya menurutku oke banget: "Inspired today, stuck tomorrow. Better make a note"

Bagaimana dengan notebook yang kamu pakai?

Comments

Orin said…
yaa...udah bertahun-tahun ga punya dan ga pake notebookk....

*segera
as soon as possible

pengen pake notebook bikinan sendiri

oya mbak Tarlen, tepat hari ini, setelah 2 jam mencoba, akhirnya aku bisa bikin bunga rajutan kecil, belajar dari buku Merajut utk pemula.

dan ternyata, enak ya merajut. senjata cuman benang sama hakken, udah jadi sesuatu.

pantesan,hobier merajut, banyak :)))
Paulus said…
saya pakai satu! :)

tiap tahun selalu ganti notebook, biasanya pemberian.
selalu jenis yang pakai ring, ukuran A5.

menurutku notebook untuk mencatat, coret2 sketsa, dll tidak akan bisa tergantikan iPad, dll; karena meski sama-sama bentuknya 'garis', menurutku sebuah 'garis' di notebook pake pensil or bolpen selalu punya dimensi lebih dan punya 'nyawa'.

beberapakali liat notebooknya Tarlen, pengen beli. Tapi sudah terbayang kayaknya gak akan terpakai karena sayang untuk coret2 :D
dweedy said…
Notebook yang ku gunakan cuma satu. Isinya macam-macam; curhatan, cerpen/puisi yang aku buat, daftar belanja, daftar pengeluaran, juga kutipan dari buku-buku yang aku baca :D
Aku suka notebook yang lumayan besar dan bergaris, dan aku jarang menempelkan foto atau gambar di notebook ku, cuma kuselipkan bunga atau daun untuk mengingatkan suatu tempat :)
chic fuschia said…
sama....ga cukup satu notebook...satu jurnal harian yg tiap taun ganti, sisanya, dr note book kecil sampe notebook besar...buat catet macem2, dr resep, sampe project list ato latihan nulis sambung :D
perjalanan hidup yang ditulis oleh tangan kita sendiri, ketika di baca beberapa tahun lagi, masih bisa teraba rasanya..
samaaa, aku juga suka bikin notebook sendiri, tapi ga cukup satu, buat diary, sketchbook, scrapbook, agenda dan yang dibuat tapi nganggur,hidup notbuklah!!!!!
Cicilia said…
Sama banget kayak aku mba! Aku punya 3 agenda, semuanya ukuran A5 dan berat2 :( Soalnya kan dr hvs biasa kertasnya.

1 untuk design oret2, 1 untuk agenda daily, 1 lagi buat nulis2 di kantor kalo ada meeting ama boss.

Aku ga pernah puas kalo cuma punya 1 buku, kayaknya too many things yang mau ditulis :p

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.