Monday, April 4, 2011

Wawancara Vitarlenology Dengan Tobucil Handmade

Sedikit berbau KKN :D, reporternya tobucil handmade, Nunu, mewawancaraiku untuk rubrik kenal lebih dekat. Ini seperti ngobrol dengan 'anak' sendiri.

"Virus Bernama Handmade"

Haha hihi dari note book sampai dunia maya, dari Orba sampai gerakan politik membuat wawancara kali ini memecahkan rekor sebagai wawancara terlama dan terpanjang yang pernah dilakukan oleh Tobucilhandmade. Agak sulit memang mewawancarai sahabat dekat, ah, tapi berhubung saya memang keren, jadi yang sulit pun terasa mudah (narsis mode-on, hahaha). Sedikit serius, Vitarlenology adalah sebuah perbincangan mengenai handmade dan pergerakannya, virus paling tidak berbahaya yang wajib ditularkan. Mangga di baca kawan-kawan sekalian…

Nama Vitarlenology, tuh, kapan munculnya dan mengusung gagasan tentang apa, sih?
Vitarlenology tuh muncul skitar tahun 94-95 ketika album Pearl Jam Vitalogy muncul, hehehe. Karena seneng dengan album itu jadi saya masukin nama saya di tengah-tengahnya, kan Vitalogy artinya ilmu tentang kehidupan, nah, jadi Vitarlenology artinya ilmu tentang kehidupan tarlen, hahaha, udah kayak sekte aja. Nah, akhirnya nama itu saya pakai untuk nama buku harian saya. Ketika blog muncul, saya membuat blog dengan nama itu. Ketika saya membuat produk-produk handmade ya sudah saya gunakan juga nama itu.

Ilmu baru, tuh, Vitarlenology, hahaha. Nah, Vitarlenology, kan, banyak banget, tuh, produk buku-buku notesnya. Awalnya emang pengen fokus membuat note book atau “ngacaprak” weh, semua dibuat?
Awalnya sih, mmm.. saya, kan, meminati segala bentuk craft. Pokoknya yang berhubungan dengan jarum, kain, benang, saya tertarik. Pokoknya segala yang berhubungan dengan dunia needle. Nah, ketika 20042008 pulang dari Amrik, saya berpikir untuk fokus memilih apa yang paling saya suka dari sekian banyak yang saya pelajari. Ternyata saya paling suka dengan book binding, menjilid buku dan itu sejalan dengan hobiku nulis buku harian. Apalagi saya pernah ikut kelas book binding di sana, ya sudah, akhirnya itu yang menjadi pilihan. 


Memang serumit itu, ya, menjilid, sampai ada kelasnya?
Sebenarnya yang saya pelajari di tempat kursus itu masih sangat dasar. Jadi yang simple-simpel, tapi itu membuat saya mengerti tentang “logika” binding. Jadi binding itu, kan, menyatukan bagian-bagian. Seninya ada pada hasil ikatan-ikatan tersebut. Bagaimana menciptakan ikatan yang indah dengan membuat pola-pola tertentu. Dan itu menjadi satu bagian yang saling mendukung dengan desain buku notes tersebut. Nah, kalau untuk cover saya lebih senang menggunakan bahan-bahan non-kertas seperti kulit imitasi dan lain sebagainya. Balik lagi ke binding, sebenarnya teknik menjilid ini sudah ada dari dulu, kalau kita melihat manuskrip-manuskrip kuno, di sana sudah digunakan teknik untuk menjilid dan semua kebudayan yang menghasilkan manuskrip pasti memiliki teknik-teknik sendiri. Saya, sih, punya cita-cita membuat buku tentang pola-pola binding. Isinya tentang pola-pola buatan saya. Ya, perlu beberapa tahun lagilah.

Lebih lanjut wawancaranya bisa dibaca di sini.

1 comment:

gloriaputri said...

cute bgt sihhh......whuhuhuhu......
itu semua hand made? ckckckk......thumbs up for u girl :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...