Wednesday, March 9, 2011

#marchproject 9: Pak Widya Kopi Aroma, Anita Roddick dan Google Guys


 25. Pak Widya, Kopi Aroma. Aku tidak hanya menggemari robusta atau arabikanya kopi Aroma, tapi juga sangat terinspirasi oleh prinsip dagang pemiliknya. Pak Widya, selalu mengulang nasehat yang sama "kalau dagang jangan bohong, kalau barangnya jelek ya bilang jelek, kalau barangnya bagus ya bilang bagus, percuma dapat untung banyak kalau di dapat dari membohongi pembeli." Kejujuran dalam usaha, kesederhanaannya dan konsistensinya jadi cermin buatku ketika berusaha. Setiap hari, jika tidak mengajar (pak Widya ini juga dosen), dia akan ada di tokonya berbaur bersama pegawainya yang lain, ikut melayani pembeli dan mengolah sendiri kopi yang dipasarkannya. Setiap masuk di dalam gudangnya dan setiap kali dia menjelaskan tentang usaha kopinya, semakin inspirasi itu tertanam kuat. "Hati-hati kalau naik motor, di jalan banyak lubang." Kepeduliannya pada konsumennya adalah cerminan ketulusannya pada usaha yang dia jalani sejak dua generasi di atasnya. Terima kasih Pak :)

foto diambil dari sini

26. Aku harus menyebut bahwa Anita Roddick, pendiri Body Shop adalah pengusaha yang membuat aku bercita-cita: "kalau aku jadi pengusaha, aku ingin seperti Anita, bisa membangun usaha berbasis komunitas" dan apa yang dijalankan oleh Anita jugalah yang banyak menginspirasiku ketika membangun tobucil. Aku mencoba menjalankannya dalam skala yang lebih kecil, tapi bagaimana Anita mencoba membuat perdagangan ini memajukan komunitas pendukungnya dan berjalan dengan prinsip keadilan, sungguh sangat menginspirasiku.
 foto diambil dari sini

27. Google Guys: Larry Page dan Sergey Brin. Dari usia, mereka berdua hanya beberapa tahun di atasku, tapi dari segi pencapaian jangan ditanya. Membaca kisah bagaimana mereka membangun Google (di buku Google Story), benar-benar menyadarkanku tentang, tidak ada mimpi yang tidak mungkin. Prinsip mereka "Don't Be Evil" dalam membangun Google memperjelas bahwa perusahaan yang baik, di bangun dari prinsip yang baik juga. Aku juga sangat mengagumi semangat eksplorasi mereka dan semangat open source dalam membangun Google. Aku sulit membayangkan jika ga ada google bisakah informasi dan pengetahuaan yang tersebar lewat internet ini bisa di akses dengan mudah? Mungkin bisa juga, tapi jalan ceritanya menjadi berbeda.

3 comments:

martha puri said...

makasih mbak sharingnya. aku makin terkagum2 setelah tau kl si google itu awalnya "hanya" berupa kumpulan komputer bekas sumbangan teman2nya yg diletakkan di garasi yg akhirnya dijadikan server atau apalah. yg jelas kagum bgt. (ini tau dr teman) hihihi

vitarlenology said...

bener banget..hebatnya mereka susun tuh komputer bekas kaya nyusun lego dan jadilah server awal google... waktu pertama kali pindah ke amerika, sergey dan keluarganya harus pindah-pindah menumpang pada kenalan keluarga karena mereka imigran yahudi rusia dan mendapat diskriminasi..

vitarlenology said...
This comment has been removed by the author.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...