Skip to main content

#marchproject 7: Kamar, Ruang Kerja Dan Perpus Hobi



19. Kamarku adalah ruang dimana aku bisa menemukan banyak inspirasi, mungkin juga karena kebanyakan barang kali.. hehehehe. Biasanya kalau lagi mandeg, aku absen benda-benda yang ada di kamarku satu persatu, aku perhatiin dan mereka sering kali memberikan inspirasi yang tak ku sangka-sangka.. "iya ya, kenapa ga gini aja..?" pikiran itu muncul setelah mengabsen deretan benda-benda di salah satu rak yang ada di kamar. Benda-benda pajangan, pemberian teman-teman yang terpajang di kamar juga seringkali memberiku ide-ide baru. Atau tiduran sambil memandang langit dari jendela kamarku, itu juga bisa memberi inspirasi. Meski ukurannya ga terlalu besar, tapi aku senang sekali dengan kamar ini dan udah males pindah-pindah kamar lagi..

20. Ruang kerja ku di tobucil adalah tempat yang inspiratif bagiku. Inspirasi akan muncul saat memandangi bahan-bahan yang berdesak-desakan di rak trus tiba-tiba terpikir: "kayanya bikin ini dari bahan itu, lucu juga.. " trus langsung deh di jalanin.. makanya menyimpan peralatan dan bahan di sekelilingku sangat membantuku merealisasikan ide-ide itu.

21. Ada rak kecil di tobucil yang isinya adalah koleksi buku-buku hobi yang dikumpulkan bersama-sama. Kalau kehabisan ide, rak ini jadi sumber inspirasi yang ga ada habisnya. Berpuluh-puluh kali membolak-balik halamannya, ga akan pernah bosan dan semakin menyadarkan bahwa banyak inspirasi di dalamnya yang belum pernah di realisasikan...

Comments

Grifingga S. said…
hi mb salam kenal..aq mau tanya u/rak buku-nya itu buat dr besi yaa?kl pesen biasanya hrganya brp y mb?mksh..
dunia kerja said…
Good post. I just wanted to say that I have really enjoyed reading your blog posts. Any way I'll be subscribing to your feed and I hope you post again soon. by

Pengertian Kontrak Kerja

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.