Saturday, March 5, 2011

#marchproject 5: BQ, Langit dan Cahaya Matahari


13. Bambang Q-Anees atau aku biasa menyebutnya BQ. Kami bersahabat sejak tahun 2001. Mungkin BQ bisa dibilang teman yang langka, karena pada saat bertemu untuk pertama kalinya, aku langsung merasa sangat bersahabat dengannya. Kami tidak sering-sering amat bertemu, tapi jika aku ingin sekali bertemu dengannya, tanpa di kontak, BQ sering tiba-tiba muncul. Dalam persoalan spiritual, aku mendapat banyak bimbingan darinya. Pengetahuan agama dan wawasannya yang begitu luas, bukan hanya sangat menginspirasiku, namun juga banyak memanduku mengeksplorasi keluasan dunia. Dia banyak sekali membantuku melalui masa tersulit dalam hidupku. Setiap pergi jauh dari rumah, aku selalu mengingat omongannya: 'jangan kawatir, kemana pun kamu pergi, langitnya akan selalu langit yang sama dengan langit yang ada di atas rumahmu. Kalau kamu rindu, bilang saja pada langit, minta tolong pada langit untuk menyampaikan rasa rindumu..'

14. Aku suka sekali memandang langit. Menyadari bahwa di mana pun aku berada langitnya adalah langit yang sama, menjadi kesadaran yang melapangkan hatiku. Aku senang sekali melihat awan yang berubah-ubah di langit, perubahan waktu. Perjalananku menyusuri sungai Mahakam tahun 2003, memberi pengalaman yang luar biasa dengan langit. Enam hari di kapal dan ketika sore tiba, aku dan teman-teman seperjalanan akan berbaring di dek atas kapal sambil memandang langit, sampai langit gelap dan bintang-bintang bermunculan satu per satu. Setiap orang sibuk berdialog dengan langit. Pengalaman itu ga akan pernah aku lupakan. Aku bisa menemukan inspirasi apapun pada langit. Jendela kamarku yang menghadap matahari terbit, sengaja tak kupasangi tirai, karena ketika purnama tiba, cahaya bulan akan masuk ke dalam kamarku. Setiap bangun tidur dan sebelum tidur aku bisa langsung menyapa langit. Bagaimana dengan langit di sekelilingmu, tidakkah banyak inspirasi terbentang di sana?


15. Cahaya Matahari. Aku senang sekali memotret cahaya matahari yang jatuh menyinari apapun di sekelilingku. Thanks God, karena manusia menemukan kamera digital sehingga bukan lagi keterbatasan untuk mengambil gambar sebanyak mungkin. Matahari pagi dan sore, aku paling suka. Jika di langit aku bisa menggambar apa saja, pada cahaya matahari aku bisa menemukan apa saja, terutama detail-detail, kontras dalam gelap dan terang.

foto langit dan cahaya matahari jepretan vitarlenology

3 comments:

Sheyka said...

Sama, aku juga suka sekali dengan langit dan cahaya matahari. Sumber inspirasi :)))

Rini_sulis said...

Aku juga suka langit, apa lagi memandang langit sambil dibelai angin. Like this.

Rini_sulis said...

Sama, aku juga suka memandang langit, apalagi langit sore yang warna warni sambi dibelai angin ramah. Like this.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...