Skip to main content

#marchproject 23: Titarubi, Ariani Darmawan @harmoniak dan Yusrila Kerlooza


67. Titarubi. Sahabatku yang sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Kami bersahabat sejak tahun 2001. Banyak cerita dan pergulatan persahabatan yang telah kami lalui bersama. Dan dia selalu menginspirasiku dengan kegigihannya membela apa yang dia yakini meski semua orang menentangnya. Dia tak akan membiarkan dirinya jatuh dalam teror orang-orang yang ga setuju dengan pikiran-pikiran dan gagasannya. Dia juga ibu yang sangat hebat. Sebagai seniman perempuan, totalitasnya dalam berkarya, menurutku sangat luar biasa. Aku sangat beruntung bisa mengenalnya dan mendapatkan banyak sekali inspirasi darinya. Thanks for always being my best friend, bu.. >:D<


68. Ariani Darmawan. Aku biasa memanggilnya cicik, begitu juga Rani memanggilku: cicik. Sejak menggarap dokumenter Anak Naga Beranak Naga bersama, kami jadi saling menganggap cicik satu sama lain. Kami punya 'kedangdutan' yang berbeda tapi saling melengkapi. Cik Rani ini punya perpustakaan bernama Rumah Buku/kineruku. Perputakaan  dengan koleksi keren dan dikelola secara mandiri tanpa sponsor. Cik Rani adalah sahabat bertukar pikiran yang sangat menyenangkan. Kami seperti saling menjaga satu sama lain idealisme, semangat kemandirian dan energi positif kami masing-masing dengan Rumah Buku/Kineruku dan Tobucil. Selain kami juga sama-sama satu perguruan Tai Chi hehehehe.. aku beruntung bertemu seorang sahabat seperti Cik Rani .. "Selamat ulang tahun ya Cik..terima kasih untuk selalu menjadi sahabatku.."


69. Yusrila Kerlooza. Dia juga sahabatku. Persahabatanku dengannya, cukup menginspirasiku karena Yus adalah sahabat yang kritis (bukan sinis). Dia selalu membantuku memeriksa alur berpikirku ketika kami berbagi gagasan. Dia sering membuatku bilang: "iya ya kenapa aku ga kepikiran pake cara begitu.." Kekritisannya membantuku menemukan kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya ga kepikiran olehku. Bersahabat dengannya susah-susah gampang.. untungnya aku cukup terlatih menghadapi ke'cancer'annya karena adikku dan bapakku bintangnya cancer juga, jadi ga kaget dengan karakternya hehehehe.. "selamat bertanding di Robogames sobat.. menang atau kalah kamu tetep sahabat baikku.."

Comments

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.