Skip to main content

#marchproject 17: You've Got Mail, Buku Harian Zlata Filipovic dan Griffin And Sabine


49. You've Got Mail. Film yang dibintangi Meg Ryan dan Tom Hank ini sulit dilupakan bukan karena cerita percintaan tokohnya, tapi karena Meg Ryan di film itu punya sebuah toko buku kecil dan punya program mendongeng untuk anak-anak. Film yang kutoton sebelum aku membangun tobucil ini membuatku bercita-cita ingin punya toko seperti itu, eh.. ternyata jadi kenyataan..


50. Buku Harian Zlata Filipovic. Sebuah buku harian yang berisi jeritan anak Bosnia saat perang Bosnia berlangsung. Selain kisahnya menyentuh, Zlata nama bocah ini, buku hariannya penuh berisi tempelan-tempelan gambar hal-hal yang bisa menghibur dia di saat perang berlangsung dan Zlata menamai buku hariannya Mimmy. Tempelan-tempelan ini menginspirasiku untuk melakukan hal yang sama pada buku harianku dan juga membuatku memberinya nama. Saat harus melewati masa tersulit dalam hidupku, aku seperti punya sahabat tempatku bisa menumpahkan segala yang kurasakan. Memberi buku harianku nama, seperti menulis sebuah surat panjang untuk seorang sahabat.


51. Griffin and Sabine. Pertama kali melihat buku ini, sekitar tahun 1999 aku langsung jatuh cinta dan terinspirasi. Isinya adalah surat menyurat imajiner antara Griffin dan Sabine yang sungguh luar biasa keren adalah artistiknya. Buku ini bener-bener dibikin dalam bentuk surat dan kartu pos dengan ilustrasi yang luar biasa. Baru sekitar tahun 2003 aku mendapat hadiah ulang tahun buku ini dari orang yang sangat istimewa. Sampai sekarang pun kalau aku buka-buka lagi bukunya aku masih saja jatuh cinta dengan cerita dan ilustrasinya.

Comments

chic fuschia said…
You've Got Mail...film favoritku juga...so glad to hear that your dreams come true..
buku harian zlata itu menyentuh banget..dulu nemunya juga tinggal satu di gramedia merdekam buku itu jadi harta berharga sekarang.

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.