Skip to main content

#marchproject 12: Bambang Sugiharto, Extension Course Filsafat dan Oprah

Foto diambil dari vitarlenology visual diary

 34. Ada Bambang yang lain yang menginspirasiku selain Bambang Q-Anees (BQ). Namanya Ignatius Bambang Sugiharto, Filsuf dan guru besar Fakultas Filsafat UNPAR ini, banyak memberi pencerahan dalam hidupku. Mendengar ceramah-ceramahnya di kelas filsafat, sungguh membantuku menguraikan kekusutan berpikir tentang fenomena-fenomena di sekitarku. Sebagai Profesor, pak Bambang, biasa aku memanggilnya, sosok yang sangat terbuka, humble dan cukup trendy hehehehe.. Pak Bambang cukup lugas dan artikulatif dalam menjelaskan banyak teori atau fenomena yang seolah rumit dan kompleks itu sehingga relatif mudah dipahami dan dimengerti. Biasanya penjelasan pak Bambang ini membawa pada lebih banyak pertanyaan dan penelusuran yang membuatku menemukan strategi-strategi pengembangan komunitas di tobucil dengan lebih baik. Karena setiap kali mendengar kuliahnya atau ngobrol sama dia, seperti proses mereview lagi apa yang sudah aku jalankan dan apa yang perlu diperbaiki atau ditambahkan. Aku merasa sangat beruntung bisa mengenalnya dan berkesempatan mengikuti kelas-kelasnya.


35. Bicara tentang Pak Bambang Sugiharto, aku juga harus menyebutkan bahwa program Extension Course Filsafat dan Budaya yang selenggarakan oleh Fakultas Filsafat UNPAR sejak tahun 2003 adalah salah satu sumber inspirasiku. Di program ini aku bertemu banyak pemikir-pemikir dan mengenali keragamanan pemikiran yang bisa memperjelas atau malah memperumit. Program ini banyak memberi masukkan secara konseptual dan substansi terhadap gagasan-gagasan yang muncul dalam diriku. Meski realisasi dari gagasan itu adalah tindakan yang remeh temeh atau sederhana saja, tapi biasanya proses mengkonsepnya cukup rumit dan perlu banyak masukkan dan perspektif. Karena aku ga tertarik sekolah formal lagi, program seperti ini sangat membantuku mengupgrade pola pikir tanpa harus terbebani oleh menyusun tesis atau disertasi :D

foto diambil dari sini

36. Oprah. Siapa yang tidak terinspirasi oleh Oprah? Setiap menonton box set 20 tahun Oprah terutama edisi Christmas Kindness, aku selalu nangis bombay karena begitu terharu. Oprah selalu menunjukkan pada semua orang termasuk aku bahwa banyak sekali cara untuk berbagi pada sesama manusia dan sesederhana apapun itu.

Comments

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.

Hari #6: Cara Membuat Kotak Serba Guna Dari Kardus Bekas

Hari #6, mari kita membuat kotak serba guna. Biasanya menjelang hari raya begini, udah pada mulai sibuk beres-beres rumah. Kotak serbaguna seperti ini biasanya diperlukan untuk menyimpan barang-barang yang terpakai maupun yang tidak. Caranya sangat mudah, karena tidak perlu membuat kotak  dari kardus baru, cukup dengan memanfaatkan kardus bekas dan sedikit sentuhan saja.


Bahan yang diperlukan: Dus bekas kertas (yang ada tutupnya), plastik bercorak buat taplak meja (mengapa menggunakan plastik taplak, bukan kain atau kertas? tujuannya biar umur dus jadi lebih lama, karena tidak mudah rusak karena basah), tali tas, lem aibon, doule tape, kancing ukuran disesuaikan dengan lebar tali tas 4 buah), jarum dan benang, karton untuk lapisan dalam), jarum pentul.

 1. Potong plastik taplak dengan ukuran setinggi dus (lebihi beberapa cm dibagian atas dan bawahnya) dengan panjang sesuai dengan ukuran keliling dus.


2. Lumuri sisi dus dengan lem aibon, kemudian tempelkan plastik taplak membungkus kelil…