Skip to main content

Vitarlenology Di Cendramata Selasar Sunaryo

Salah satu tempat di mana aku menitipkan notebook-notebook buatanku namanya Cendramata. Toko kecil yang menjadi bagian dari Selasar Sunaryo, sebuah galeri seni kontemporer di Jl. Bukit Pakar Timur 100, Bandung. Tokonya tidak terlalu luas tapi cukup menyenangkan. Selain menjual buku-buku seni, desain dan katalog pameran, Cendramata juga menjual merchandise para seniman. Seperti dasi yang tergantung itu, bergambar karya-karyanya pak Sunaryo, pemilik Selasar Sunaryo.
vitarlenology's corner @ Cendramata   

Notebook buatanku dengan cover dari karya Agus Suwage dan Pocket Book dari Vitarlenology's visual diary
Aku senang bisa menitipkan barangku di sini. Sahabatku, Dyah yang bertanggung jawab mengurus Cendramata, banyak memberi masukan dan dorongan untuk mengeksplorasi desain dan produk baru yang mencerminkan karakter 'aries' banget alias aku banget hihihihi..

Ai, Dyah dan Aku
Jadi teman-teman, kalau ke Bandung, jangan lupa mampir ke Selasar Sunaryo terutama Cendramata ya.. Selain bisa menikmati karya seni yang sedang dipamerkan, teman-teman juga bisa menikmati pemandangan perbukitan Bandung Utara yang hijau dan udaranya yang sejuk sambil ditemani secangkir minuman hangat ala Kopi Selasar. Lebih banyak foto Cendramata Selasar Sunaryo, bisa dilihat di vitarlenology's flickr.

Comments

moshe things said…
Udah bertahun-2 gak ke Selasar Sunaryo. Ternyata ada barang-2 Tarlen di saya ya?

Tempatnya enak. Aku suka banget sama lukisannya anaknya Pak Sunaryo (sorry namanya lupa).
vitarlenology said…
iya dibanding karyanya pak naryo, aku memang lebih seneng karyanya arin, anaknya pak naryo.. lebih nendang kalo menurutku..

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.