Skip to main content

Tas Tangan Buat Kanti Bagian 1

Temanku Kanti yang baru saja menikah, minggu depan akan berangkat ke Australia mengikuti suaminya. Sebelum pergi, ia memintaku membuatkan tas tangan untuk oleh-oleh buat mertua dan kakak iparnya. Sebenernya bahan-bahan ini udah aku terima sekitar 2 bulan yang lalu. Tapi ya aku baru kerjain beberapa hari ini. Hasilnya baru jadi tiga tas dan ada beberapa lagi yang sedang aku kerjakan.  Tas hijau ini modelnya sederhana aja, ga ada ornamen macam-macam, karena gagang tasnya sudah cukup heboh dengan sulur-suluran seperti itu. Kalau terlalu sepi, bisa di tambahkan korsase atau apapun untuk memberi aksen.



Untuk yang ini, Kanti memberiku bahan berbordir bunga jarang-jarang. Makanya ambil satu bunga di sestiap sisi dompet. Hasilnya belum terlalu rapi, karena aku masih belum mahir memasang penjempit dompetnya. Aku lem dulu bagian dalam penjepit, terus dompet bagian atas aku masukkan setelah itu baru di jepit dengan tang khusus untuk menjepit  gagang besi semacam ini. Aku perlu berlatih dan menemukan trik memasangnya supaya rapi.

Nah yang ini, Kanti memberiku kain sutra cina hitam. Aku ambil motif bulat untuk bagian tengah tas. Gagang tas model seperti ini sama dengan gagang tas yang dipakai untuk tas hijau di atas. Gagang dapat di copot dengan gampang, tinggal di buka saja bautnya dan bagian badan tas bisa di ganti-ganti. Mirip dengan  tas tangan yagn pernah aku buat beberapa waktu lalu.

Comments

Liza A. said…
Love the black silk! Good job!
Andi Lia said…
Waa, cakep2 mb, terutama yang sutra cina hitam itu, eksotis banget :)
vitarlenology said…
mba andi lia: terima kasih mba, kapan pindah ke bandung?
Andi Lia said…
Insya Allah thn depan mbak, nungguin kelulusan si Kiki, biar SMPnya di Bdg aja ;)
Kalo di Bdg, si Kiki bisa join klub menulisnya Tobucil kan ya...dia lagi seneng2nya nulis.
Dewi Citra said…
Aku suka semuanya mbak, warnanya manis-manis
mb itu gagang dompetnya beli dimana ya? terimakasih
Kaespe said…
mau tanya mbak, aku lagi butuh handle tas dari besi yang ada penjepitnya (mirip tas ungu) dg ukuran 20-30cm, kr2 ada usul gak mbak carinya dimana?
Bidadari said…
Sudi kiranya memberi tahu dimana membeli gagang tas yang dipakai pada tas black silk... mohon info lebih lanjut, Apakah di tobucil tersedia?
Hatur nuhun..

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.