Skip to main content

Notebook Untuk Kelas Scrapbook

Sabtu kemarin, kelas scrapbook dimulai. Masing-masing dari enam orang yang mengikuti kelas scarpbook ini, mendapatkan sebuah notebook buatanku untuk memulai art journal mereka. Aku bikin notebooknya sederhana saja dengan simple binding dan cover terbuat dari karton 3mm yang disatukan dengan menggunakan gummed kraft papper tapes untuk bagian punggungnya. Notebook ini dibuat sesederhana mungkin karena setiap peserta bisa menghias covernya sesuai dengan keinginannya. 

diaryku ikut di geso..
Pada pertemuan pertama kemarin, setiap peserta mulai mempersiapkan halaman yang akan ditulisi dengan cara melapisi kertas dengan pasta yang disebut geso tujuannya biar lembaran kertas menjadi lebih tebal dan ketika di cat, cat tidak mudah tembus. Selain itu, geso juga berfungsi untuk memberi tekstur pada kertas dan juga menurunkan intensitas warna dari cat yang di sapukan di atas kertas. Jadi setelah dilapisi geso, notebook di angin-anginkan sampai kering, baru setelah itu mulai diberi sentuhan warna-warna dengan menggunakan cat acrylic. Teman-teman di kelas scarpbook yang semuanya peserta usia dewasa, seperti menemukan mainan baru dengan teknik ini, seperti kembali lagi ke TK, bisa bermain-main dengan cat secara bebas tanpa takut salah.
 Foto-foto kelas scarpbook Tobucil & Klabs dan karya teman-teman dapat dilihat di flickr tobucil.

Comments

siti-aisyah said…
halo mbak, aku pengen bnget ikutan kelas scrapbooknya . boleh ga? kapan ada lagi?
salam kenal ya. aku chacha :D
vitarlenology said…
cha, kelas scrapbook setiap hari sabtu pk. 10.00 di tobucil, kita bikin temanya bulanan, kalo mau ikut tema yang januari, sabtu besok masih bisa daftar.
Amanda Putri said…
seandainya ada Tobucil dan mba Tarlen di Jakarta :(
siti-aisyah said…
Setuju sama mbak amanda, :( seandainya mbak tarlen dan tobucil ada di jakarta. kapan dong mbak buat untuk temen2 disini? :D
Mbak Tarlen, ada kelas scrapbook jugaa..waah,,kalo hari sabtu aku ga kerja aku pengen ikutaann,,sayangnya aku harus bekerja,,padahal ingin skali bermain-main ke Tobucil
Aku punya award nih buat Mbak Tarlen, ada di blog aku : http://rainbowteaumbrella.blogspot.com/2011/01/stylish-blogger-award.html
smoga senang dan bermanfaat yaa!!
salam scrapping!!heheh

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.