Skip to main content

Koleksi Minggu Ini: Mojo Edisi Tom Waits & Mathematical Set for Students

Musik adalah salah satu sumber terbesar inspirasiku dan Tom Waits adalah salah satu musisi yang sangat kusuka baik attitude maupun karya-karyanya. Tadi siang, sahabatku Reza, datang dan memberiku hadiah: Majalah Mojo edisi 200 dimana Tom Waits jadi Editor khusus untuk edisi ini. Di edisi ini, Tom Waits menentukan tema, menulis artikel dan melakukan wawancara, bener-bener jadi majalah yang sangat penting untuk aku koleksi. Bukan itu saja, Reza juga memberikan CD yang menjadi bonus dari majalah Mojo edisi khusus ini, berjudul 'Step Right Up' berisi 15 lagu dari 15 musisi pilihan Tom Waits  (salah satunya adalah Son House, musisi blues yang sangat dikagumi Jack White) yang selama ini menjadi referensi Waits dalam bermusik. WOW.. aku bener-bener happy.. penting bagiku untuk mengetahui darimana para musisi favoritku ini mendapatkan sumber inspirasi dengan demikian aku dapat memahami karyanya dengan lebih baik dan dalam. Reza, thanks a million ya.. you really make my day!!


Benda lain yang menjadi penting di minggu ini untuk menambah koleksiku adalah Mathematical Set for Students Made In The People's Republic of China. WOW! Semalam niatnya mau nyari kertas di Toko Tidar Art Supplies, toko yang lokasinya tidak jauh dari Tobucil. Iseng-iseng memindai isi rak Toko Tidar, dan ga tau kenapa aku kok pengen liat rak yang selama ini ketutup tempat kertas. Tiba-tiba mataku tertuju pada kotak merah yang ketumpuk-ketumpuk benda-benda lain. Aku minta si bapak penjaga untuk memperlihatkan benda itu padaku dan ternyata benda yang sangat layak aku koleksi. "Kamu kok nemu aja sih, itu kan sudah saya umpetin.." kata tante Yuli, pemilik Toko Tidar. Heheheh.. namanya juga rejeki.


Grafisnya sungguh-sungguh vintage. Aku suka warna kotak-kotak bungkus penggaris dan layout time tablenya..jadul banget.

Jangkanya masih terbuat dari besi, karet penghapusnya empuk banget dan penggaris-penggarisnya itu loh.. duh jadi teringat jaman SD dulu.. kerjanya beli penggaris karena ga pernah bisa bertahan lama.. Ngomong-ngomong ini Mathematical Set for Students ini mereknya Bofa loh.. merek yang sangat familiar terutama pada pelajaran gambar teknik (untuk anak SMA jurusan A1 atau A2) dimana menggambarnya harus pakai trekpen dan jangka dengan tinta.. dulu kalau pelajaran gambar teknik ini tiba, rasanya menyiksa banget, tapi sekarang setelah berlalu, rasanya jadi kenangan meski tidak manis rasanya, tapi ga bisa terlupakan juga..

Comments

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.