Skip to main content

Kartu Pos-Kartu Pos Tobucil

"Eddie, jangan malu-malu loh, dukung literasi di tingkat lokal.. :)"
Pernah ada masa, di mana aku senang sekali membuat print material buat promosi tobucil dengan teknik cetak dua warna. Ini masa ketika printer laser color adalah sebuah keniscayaan untuk dimiliki, ya sekitar tahun 2003. Waktu itu aku masih jadi 'Toekang Tjetak' alias menerima roepa-roepa cetakan. Biasanya kalau ada bagian kosong dalam satu lembar cetak ukuran mesin 52, aku akan nebeng nyetakin flyer-flyer promosinya tobucil.

I love Beni since Excess Baggage
Nah, kartu pos ini salah satu hasil di masa diriku masih jadi Toekang Tjetak. Waktu itu, aku dapet kertas samson kaku yang jarang aku liat di toko kertas langganan. Dengan memaksimalkan teknik cetak dua warna alias hitam putih ditambah orange, aku bikin kartu pos, pembatas buku dan kartu nama tobucil & klab baca (sebelum tobucil jadi tobucil & klabs). Mencomot foto Eddie Vedder, Stone Gossard dan Benicio del Toro lalu menjadikan mereka juru kampanye Klab Baca 'Supporting Local Literacy Movement',  postcard ini ga aku cetak banyak, hanya seadanya kertas aja (namanya juga kertas sisa). Sayangnya aku hanya menemukan kartu posnya, kartu nama dan pembatas buku rupaya sudah kehabisan stok dan tidak tersimpan sebagai dokumentasi.

Stone Gossard as Raoul Vaneigem

Comments

cecilliahidayat said…
mbak ini bagus banget! kalo masih ada aku mau beliii :D
vitarlenology said…
hihihihih tinggal beberapa lembar aja, aku kirim kartu pos ke kamu deh pake kartu pos ini ya.. kan lebih seru ada perangko dan cap posnya.. :)
cecilliahidayat said…
waaaa asikkk thank you mbak Tarleen XD
Uty said…
Mba Tarlen boleh beli yg vedder ngga?
vitarlenology said…
wah ty, penggemar eddie vedder juga ya? hehehehe.. ini postcard yang gambar vedder tinggal 2 lembar, aku kirim satu buat kamu deh.. :) satu lagi buat dokumentasi aku..
Cresentiana said…
Mbak, tobucil juga bikin kartu pos?:D
Dijual gak?
Cresentiana said…
Mbak, tobucil bikin kartu pos juga?
Dijual gak? :D

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.