Tuesday, November 30, 2010

Lettering Set: Merangkai Kata Dimana Saja Ku Suka

Rubber Stamp Lettering Set
Ini adalah beberapa peralatan yang kupunya: lettering stamp & stencil set. Tiga diantaranya belum pernah aku pakai sama sekali. Udah ada rencana sih, tapi belum sempat dilaksanakan. Rubber lettering stamp set ini aku dapat di toko alat tulis di seberang Kota Kembang Bandung. Toko tak bernama ini, selain menyimpan stationery lawas, juga menyimpan harta karun luar biasa: lettering stamp aneka rupa. Dari yang lokal buatan sendiri seperti yang aku punya ini, sampai ke merek trodat produk impor yang lumayan mahal harganya. Lettering stamp seperti ini termasuk jarang di dapat terutama di kepulauan Nusantara dari Sabang sampai Mereuke heheheheh... Sangat berguna untuk art journaling  membuat tulisan-tulisan di cover notebook.

Steel lettering set

Nah, lettering set yang terbuat dari baja dan made in germany ini sangat-sangat spesifik kegunaannya. Dia dipakai untuk menamai atau menandai benda-benda yang terbuat dari logam: sendok misalnya (seperti yang dilakukan ibuku, dengan alasan biar sendok-sendoknya tidak tertukar dengan milik orang lain.. :D). Tujuanku membeli benda ini sebenarnya untuk membuat cover notebook dari plat logam dan kemudian bisa aku tulisi pake lettering set baja ini. Lagi-lagi yang ini masih dalam tataran ide, belum aku kerjakan, padahal plat almunium buat cover notebooknya juga sudah ada..

rubber stamp lettering set

Benda ini termasuk yang paling tua umurnya diantara lettering set lain yang aku punya. Aku beli  di abad lalu, tahun 1995 hihihihih... pas lagi ada diskon di Gramedia Bandung, hanya Rp. 21.000 saja. Terakhir aku lihat benda yang sama di toko alat tulis di Dalem Kaum itu, harganya sekitar Rp. 260.000.. yang aku punya ini huruf-hurufnya sudah banyak yang hilang. Pas jaman kuliah benda ini suka disalah gunakan oleh teman-temanku untuk membuat nota pengeluaran palsu. Teman-temanku yang kos itu, biasanya sedikit menipu ortunya untuk mendapatkan uang jajan ekstra dari nota pengeluaran palsu yang mereka buat.. :D

Lettering Stencil Set
Yang ini belum pernah aku pakai. Ukurannya lumayan besar untuk setiap hurufnya. Enak nih kalau mau bikin  cetakan huruf buat di pilox atau di warnai dengan teknik stensil atau sablon sederhana. Sudah ada rencana dan ide untuk menggunakan benda ini, tapi masalah klasik: belum ada waktu.

Filosofi dari membeli dan mengumpulkan benda-benda seperti ini adalah: 'beli dulu aja, mau dipakai apa, itu gimana nanti yang penting punya dulu ..'

Monday, November 29, 2010

Nostalgia Stationery Masa Kecil


Hal paling menyenangkan di masa kecil adalah ketika bapakku mengajak aku  dan adikku ke toko buku dan memperbolehkan kami memilih stationery yang kami inginkan. Dulu itu aku paling senang koleksi pensil dan penghapus aneka bentuk, selain koleksi kertas surat dan notebook yang lucu-lucu tentunya. Tak jarang, aku harus menabung dari uang jajan yang tidak banyak itu demi notebook atau kertas surat incaranku di toko buku yang dulu berderet di dekat pintu kereta api jalan Sunda Bandung. Hal yang menyenangkan dari mengkoleksi kertas surat adalah aku bisa tuker-tukeran dengan teman-temanku. Atau ketika aku punya notebook album kenangan, aku bisa meminta teman-temanku mengisinya biodata dan foto mereka sebagai kenang-kenangan. Sementara yang menyenangkan dari mengkoleksi pensil dan pengahapus adalah mengaturnya dalam 'kotak harta karun' berbentuk kaleng atau kotak bekas obat yang diberikan bapakku buat mainan dan memandang-mandanginya sambil mengamati gambar atau bentuk yang lucu-lucu pada pensil dan penghapus itu. Mau dipakai juga sayang, karena aku ga mau pensilku memendek atau penghapusku berubah bentuk. Oya, kebiasaan lain yang berhubungan dengan pensil adalah aku senang mencium-cium bau kayunya, waktu kecil aku senang memasukkan pensil ke hidung dan membiarkannya menggantung di hidung...(bisa sekalian buat ngupil.. hahahaha.)
  
Semua nostalgia koleksi stationery masa kecil ini muncul kembali setelah aku dan Mei, menemukan harta karun di toko alat tulis seberang Kota Kembang, Dalem Kaum, Bandung. Niat awalnya hanya ingin makan mie di Linggar Jati, trus teringat toko alat tulis satu-satunya di Dalem Kaum. Jadilah setelah makan mie, cek toko sebelah. Tadinya hanya ingin membeli stempel huruf, tapi kemudian menemukan stationery ini. Gile.. album kenangan, pensil berbentuk perman tongkat, pisau lipat yang dulu mbah kakungku pernah punya, bolpen pilot, langsung membuat aku dan Mei kalap dan membelinya. Stationery ini memanggil kembali semua hal-hal paling menyenangkan di masa kecilku dulu.



 Waktu ditanya: "Pak, ini (album kenangan) harganya berapa?." Si Bapak penjual nampak kebingungan, "Berapa ya?" dia malah balik bertanya. Album kenangan itu dibolak-balik olehnya sambil dibersihkan dari debu tebal yang menempel bertahun-tahun. Terlihat label harga yang masih tertempel 'Rp. 500'. "udah neng, seribu aja," akhirnya dia mengambil keputusan. Kami tidak protes, malah semangat memilih semua model dan gambar sampul. Barang langka nih, kapan lagi bisa menemukan yang seperti ini. Tulisan 'simfoni pribadi' dan 'trim's'nya itu loh benar-benar ga nahan..


 'Jadi teman-teman jangan lupa ya tulis kata kenanganmu dan juga cita-citamu di album kenanganku'

Tuesday, November 23, 2010

Third Man Records Store & Novelties, Suatu Hari Nanti..

foto-foto di ambil dari sini

Salah satu cita-citaku, kalau berkesempatan kembali ke US adalah berkunjung ke tokonya Jack White di Nashville. Sebuah toko kecil yang menjual produk-produk Do It Yourselfnya Thirdman Records, perusahaan rekaman yang bangun Jack White sejak 2001 (seumur tobucil dong ya.. :D). Semua vinyl dan  merchandise band keluaran Third Man Records ada di toko ini. Uniknya, Jack seneng banget bikin mengeluarkan vinyl bootleg yang diproduksi terbatas, 200 keping saja dia juga senang membuat merchandise yang ga kepikiran sama celeb lain, misalnya aja: custom White Stripes portable record player. Aku juga suka sama selera artistiknya dia: duotone  colors, secara produksi bisa murah tapi hasilnya bisa keliatan simple elegant. Aku suka banget sama orang ini biarpun dia udah jadi superstar tapi semangat DIY sejak dia masih jadi upholsterer sampai sekarang, bikin dia jadi superstar yang punya sikap. Love this man so much... :)




Capung dan Kupu-kupu Kiriman Moshe Things


"Cuteeeeeeeeee banget!!!" begitulah reaksiku ketika membuka paket dari Moshe Things yang berisi capung dan kupu-kupu dari pita yang lucu-lucu ini. Aku suka banget sama perpaduan warnanya dan bentukannya juga. Pas banget. Aku pengen bikin sesuatu dari capung dan kupu-kupunya Moshe Things ini, cuma masih belum kepikiran desain fixnya seperti apa. Lihat pita-pita cantik ini, aku jadi inget sama seniman jepang, namanya Baku Maeda dia juga bikin art project dengan menggunakan pita-pita dan membuat bentukan-bentukan binatang.. lucu banget dengan label Ribonesia.

Terima kasih Tia dari Moshe Things untuk kiriman capung dan kupu-kupunya...:)

Thursday, November 18, 2010

Handmade Notebook: Peta Busway Trans Jakarta & KRL Jabodetabek


Akhirnya, setelah mencoba beberapa design, nemu juga design yang pas untuk mengolah Bandana Peta Busway Trans Jakarta dan KRL Jabodetabek menjadi notebook yang pas. Adaptasi dari model notebook legendaris moleskine dengan handmade binding cross binding dan star binding. Notebook ini aku bikin dalam 2 ukuran A5 dan A6. Jumlahnya juga sangat terbatas karena kain bergambar peta buswaynya juga sangat terbatas jumlahnya. Notebook ini aku buat untuk memenuhi janjiku pada Melly dan Shanty, dua temanku yang bulan April lalu mengelola acara KumKum, untuk mengolah bandana peta busway yang cacat sablonannya alias ga presisi. Dari pada tidak terpakai, lebih baik aku olah jadi produk lain yang bisa berguna namun tetap bisa menampilkan petanya itu sendiri. Selain notebook, akan ada totebag XL (extra large) dari bandana ini juga.. (posting menyusul). Oya, petanya sendiri dibuat oleh Adrian Ian.


Detail handmade binding (A5): cross binding dan simpel binding

Detail handmade binding (A6): Star Binding

Kantong di cover bagian dalam, bisa bebas nyelipin macem-macem.
Detail binding bagian dalam
Karet terpasang dengan kuat di cover bagian belakang.
Yang berminat bisa buka di vitarlenology.multiply.com untuk melihat lebih jelas dan cara pemesanannya.

Kartu POSitif Kiriman Cecillia Hidayat

Gambarnya Cecil: Dukun pengobatan dari Mentawai.. keren ya..!!


Beberapa hari lalu, aku dapet kiriman Kartu POSitif dari Cecillia Hidayat, seneng banget nerimanya. Serasa mendapat kiriman energi positif dari Cecil dan temen-temen Kamar Karma.

Ide Kartu POSitif ini menarik, tujuannya adalah untuk menyebarkan energi positif untuk Indonesia. Temen-temen ini percaya tindakan sekecil apapun dan dari siapapun semoga bisa mengembalikan keseimbangan negeri kita. Penjualan dari Kartu POSitif ini keuntungannya digunakan untuk menyumbang untuk Mentawai dan Merapi. Tentang Kartu POSitif bisa di buka di sini.



btw, Cecil, tulisan tanganmu rapi banget aku sampe takjub (karena tulisan tanganku jelek banget  plus berantakan dan aku selalu takjub dengan orang yang tulisan tangannya rapi)  :D

Wednesday, November 10, 2010

Perlengkapan 'Book Binding' dari Boektotaal

Sebenernya udah hampir sebulan aku dapet oleh-oleh dari Roy Voragen yang baru mudik ke Holland, seperangkat peralatan menjilid  yang ia beli dari Boektotaal di Holland sana. Horeeee.. senangnya.. ada linen thread wax, beeswax, jarum  dan bone folder kecil. Dan tadi siang aku cobain linen thread waxnya ikatan simpul bindingnya jadi lebih kuat hohoho..

Dan tadi siang juga, bertemu dengan beberapa teman yang memintaku mengerjakan produksi buku sketsa arsitektural temanku yang arsitek. Aku ngerjain yang edisi spesialnya, karena hanya di buat 50 saja untuk merayakan ulang tahun temanku itu yang ke 50. Aku antusias banget sih. Senang bisa membuat karya kolaborasi dengan orang-orang yang selama ini karyanya aku kagumi.

Monday, November 8, 2010

Laporan Distribusi Bantuan Craft for Humanity


Teman-teman, bantuan yang berhasil di kmpulkan lewat tobucil telah di kirimkan ke posko Studio Biru di Jl, Suryodiningratan 39 Yogjakarta pada hari Sabtu 6 November 2010 lalu dan telah diterima dengan baik pada tanggal 17 November 2010. Dari 15 karung (@ karung berukuran 60 kg), satu karung berisi bantuan craft for humanity yang dikumpulkan oleh para crafter dari Jakarta, Bandung dan Bogor termasuk juga hasil rajutan dari kegiatan Merajut Bersama Untuk Kemanusiaan. Terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah mengirimkan karyanya untuk para korban bencana, teman-teman di Posko Studio Biru segera menyampaikannya langsung kepada para korban. Posko Studio Biru adalah posko yang dikelola oleh pasangan seniman Titarubi dan Agus Suwage. Pada tahun 2006, saat gempa besar mengguncang Yogyakarta, studio ini diubah menjadi posko darurat bantuan korban gempa. Empat tahun kemudian, 2010, studio kembali di ubah menjadi posko untuk membantu korban letusan merapi.

Bagi yang ingin mengirimkan bantuan, akan ada pengiriman bantuan tahap kedua yang akan difokuskan  untuk korban Merapi terlebih dahulu (sampai saat ini tobucil masih mencari organisasi yang bisa memastikan bahwa bantuan yang dikirimkan bisa sampai kepada korban tsunami Mentawai). Silahkan kirimkan karya teman-teman untuk membantu korban bencana melalui:

Tobucil & Klabs
Jl. Aceh 56 Bandung  telp. 022 4261548
senin s/d minggu Pk. 09.00 - 20.00

Terima kasih  kepada Leuwi Gajah Paket yang telah membantu mengirimkan bantuan tahap pertama secara cuma-cuma (Danu makasih banyak buat kontaknya) dan juga. Terima kasih sebesar-besarnya untuk bantuan yang telah disampaikan teman-teman kepada para korban. Hal yang terbaik yang dibuat oleh tangan dengan penuh cinta dan kasih pada sesama manusia, semoga menambah kekuatan pada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa kesusahan.


xoxo
tarlen

Tentang laporan distribusi bantuan melalui posko tobucil, bisa dibaca juga disini. http://tobucil.blogspot.com/2010/11/pengiriman-pertama-bantuan-posko.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...