Tuesday, August 31, 2010

Hari #21: Membuat Kotak Kado Sederhana


 
Maap nih, hari ini cukup hectic dengan urusan rumah dan toko, jadi tutorial aku reblog dari tobucil handmade.  Tutorial ini cocok untuk jadi kotak pembungkus parcel lebaran:)

Bahan dan alat yang diperlukan:
Kertas (bisa bekas atau baru). Ukuran bebas.
Pita-pita atau kamu bisa membuat pita sendiri dari potongan kain/kantong kresek.
Pembolong kertas
Gunting untuk memotong pita

Tahapan melipatnya, silahkan ikuti instruksi berikut: 

 
 
 
 
Buatlah beberapa kotak untuk menghapalkan tahapannya . 
Selamat melipat.

Instruksi diperagakan oleh Moelyana, Koordinator Klab Origami Tobucil & Klabs

Monday, August 30, 2010

Hari #20: Pom Your Day

Hari ini, puasa memasuki hari ke 20. Cuaca di seputar jalan Aceh Bandung, panas dan terik. Rasanya malas beranjak atau pergi-pergi. Nah di hari yang lumayan terik ini, mungkin bisa lebih menyemangati dengan pom pom warna warni. Beberapa waktu lalu seorang teman sempat bingung nyari alat pembuat pom pom. Kalau beli jadi, alatnya memang agak susah dicari (di Indonesia), tapi sebenernya kalo mau bikin sendiri alatnya gampang banget. Foto oleh Adi Marsiela.

Bahan yang diperlukan: Kertas karton agak tebal, jangka, gunting, benang untuk membuat pom pom.

 Gambar lingkaran di karton dengan menggunakan jangka. Diameter bebas, sesuai dengan keinginan. Buat pula lingkaran yang lebih kecil di tengahnya, lalu gunting. Hasilnya nanti akan membentuk lingkaran berbentuk donat seperti pada foto.


Setelah itu, gunting sedikit bagian dari lingkaran tadi, sehingga membentuk huruf  'C' seperti pada foto. Jangan lupa buat dua kali.

Ikatkan benang pada dua rangkap cetakan pom pom tadi.

Lilitkan benang, sampai cetakan pom pom terisi penuh dan tebal.

Gunting bagian tengah lilitan tadi dengan memasukkan gunting diantara cetakan pom pom rangkap dua tadi, biar guntingannya bisa lurus dan lebih rapi.

Setelah digunting semua, ikat bagian tengah lilitan benang tadi, dengan memasukkan tali pengikat lilitan benang yang sudah tergunting tadi di antara dua rangkap cetakan tadi. Ikat yang kencang dan sekuat mungkin.

Setelah selesai di ikat, buka cetakan tadi dari lilitan benang. Jika pom pomnya kurang bulat, kamu bisa mencukur/memangkasnya dengan menggunakan gunting.

Sunday, August 29, 2010

Hari #19: Pembatas Buku Magnetik

Ini adalah tutorial paling gampang yang aku buat sejauh ramadhan tutorial project ini berlangsung :D Tadinya aku mau memanfaatkan rol bekas lakban, tapi percobaanku gagal, hasilnya tidak seperti yang dibayangkan. Jadi harus aku coba lagi. Nah, sementara kekagagalan itu aku perbaiki, aku menemukan potongan-potongan magnet lembaran di rak bahan bakuku. Langsung aja aku kepikiran bikin pembatas buku, terinspirasi oleh pembatas buku magnetik yang aku dapat dari Museum of Modern Art.

Bahan yang dibutuhkan: Pita-pita, kancing kayu/hiasan lain berbentuk ceper, potongan magnet lembaran, double tape, gunting.

Gunting potongan magnet lembaran sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Lipat jadi dua, cari sisi yang ketika terlipat menempel lebih kuat dari pada sisi yang lain. Perlu diingat bahwa ada sisi yang tolak menolak, sehingga nanti kedua sisi magnet ini tidak dapat menempel dengan baik.

Tempelkan double tape pada permukaannya.

Tempelkan pita pada permukaan magnet, lalu lipat jadi dua, setelah dilipat tempelkan kancing kayu atau hiasan ceper lain pada ujungnya. Maka selesai sudah pembatas buku magnetik ini. Bentuknya akan seperti jepit rambut.

Untuk menjadikannya pembatas buku, jepit bagian buku yang akan ditandai dengan kedua sisi pembatas buku tadi.

Gampang banget kan, murah meriah untuk dijadikan souvenir..

Tutorial Projectku Di Media Indonesia, 29 Agustus 2010

Hey, ada liputan tentang kegiatan membuat tutorial dan proyek-proyek daur ulang yang aku bikin di Media Indonesia, Minggu, 29 Agustus 2010. Lumayanlah buat menyebarkan semangat mendaur ulang dan berbagi tutorial.  Sedikit sayang, karena yang menjadi foto ilustrasi untuk liputan ini adalah foto notebook dari disket yang aku tempeli dengan stiker yang salah tulis .. is belong to.. harusnya kan belongs to.. :P heheheheh.. itu versi pertama kali bikin notebook disket dan baru menyadari belakangan kalau aku salah tulis, tapi ga papalah..

Membaca liputannya bisa buka di epapernya Media Indonesia dan mesti log in dulu :D
Thanks buat Sica Harum yang menuliskan artikel ini.

Saturday, August 28, 2010

Hari #18: Floppy Disk Block Note

100% handmade in bandung by vitarlenology. 2009
block note ini bisa kamu dapatkan di tobucil & klabs


Tutorial lama yang aku buat untuk tobucil's handmade, berhubung hari ini ada buka puasa bersama tobucil di rumah tanto, jadi tak sempat bikin tutorial baru.  Punya bekas-bekas disket? jangan buru-buru di buang, dengan sedikit sentuhan, disket tak terpakai itu bisa berubah jadi block note unik dan praktis masuk saku bajumu.. Semua ide-ide menarik yang tiba-tiba muncul di kepalamu, bisa kamu catat di block note kecil ini.. selamat berkarya.. :)

Bahan dan alat yang kamu butuhkan:
1. Kertas daur ulang (bisa juga kertas bekas atau kertas apapun sesuai dengan keinginan) banyaknnya tergantung keinginan juga.
2. Kertas bekas undangan atau sampul majalah, untuk cover dalam.
3. Floppy Disk ukuran bekas 2 buah.
4. Double tape
5. heheheh... lupa ngasih nomor jadi langsung ke nomer 6
6. Pita bercorak untuk menutup punggung blocknote
7. Cutting mate/ alas potong jika tidak ada bisa menggunakan kaca atau alas potong lainnya
8. Benang (sebaiknya benang yang agak besar misalnya benang untuk jeans/benang nilon/benang kasur yang penting tidak mudah putus) dan jarum yang sesuai dengan ukuran benang.
9. Bone folder untuk merapihkan lipatan, jika tidak ada bisa menggunakan bolpen atau alat bantu lain.
10. Cutter usahakan isinya yang tajam dan ujungnya yang masih runcing.
11. Awl jika tidak ada bisa menggunakan paku atau jarum besar untuk membuat lubang jahitan di kertas.
12. Gunting kertas
13. Bolpen
14. Penggaris besi

Cara Membuatnya:

1. Potong kertas untuk isi dan kertas untuk cover dengan ukuran yang sama. Kemudian lipat jadi dua bagian sama besar. seperti pada gambar.

2. Tandai dengan bolpen, di garis tengah bekas lipatan, tiga titik, kemudian lubangi ketiga titik itu dengan menggunakan awl. Lubang harus sampai menembus kertas cover untuk memudahkan pada saat menjahitnya.

3. Mulai menjilis isinya dengan memulai memasukan jarum pada lubang paling tengah (dari ketiga lubang yang sudah di buat tadi. Satu tangan memasukan jarum, satu tangan memegang ujung benang. Sisakan ujung benang untuk mengikat dan mengakhiri jahitan nanti.


4. Tarik jarum yang menembus kertas cover. Kemudian masukan jarum dan benang ke lubang satunya, bisa sebelah kiri atau kanan tidak masalah seperti pada gambar.




5. Setelah itu, masukan jarum dan benang dari tengah lubang ke lubang yang berikutnya (lihat gambar), sampai menembus kertas cover, lalu jarum kembali di masukan ke lubang berikutnya, sampai menembus bagian dalam.




6. Setelah itu, kaitkan benang dan tarik setelah itu, buat simpul mati, untuk mengakhiri jahitan dari jilidnya.

7. Rapihkan lipatnya dengan menggunakan bone folder sambil ditekan.

8. Buat garis potong seperti gambar, dengan ukuran 8.5 x 8.5 cm. Tanda potong jangan sampai mengganggu jahitan jilid.



9. Potong kertas sesuai garis potong yang sudah di tandai tadi dengan menggunakan cutter tajam dan penggaris besi dengan beralas cutting mate.



10. Setelah rapi, potong pita sepanjang 8.5 cm lalu tempeli double tape. Kemudian pita yang sudah berdouble tape itu, di tempel pada punggung buku. Tujuannya untuk menutup jahitan/jilid dari note yang sudah di buat tadi.


11. Setelah di tempeli pita, cover luar sekelilingnya di tempeli double tape seperti pada gambar.


12. Setelah itu, tempelkan disket pada cover bagian depan dan belakang. Beri jarak di tengah tengah, jangan tempelkan dua disket itu secara berdempetan, beri jarak antara sekitar 1 cm agar blocknote bisa dibuka 180 derajat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...