Wednesday, April 28, 2010

Kelir Festival


Barangkali ada yang tertarik ikutan Kelir Festival.

Koleksi Kaleng Permen


Ga inget sejak kapan aku mulai mengumpulkan kaleng-kaleng permen ini. Selain aku dapat dari beli sendiri, temen-temenku juga sering mengoleh-olehi aku permen-permen dalam kaleng-kaleng yang lucu-lucu ini. Kadang permennya sendiri menjadi ga penting karena rasanya banyak juga yang aneh, apalagi pastiles atau permen mentolnya, rasanya bener-bener menyiksa. Kadang juga aku buang aja isinya, karena yang penting buatku adalah kalengnya.


Kaleng permen mint bergambar George W. Bush aku suka tulisannya: National Embarrassmints  menurutku lucu banget, aku dapet ga sengaja pas datang ke salah satu toko kado di Soho, NYC. Pasangannya yang gambar perempuan dengan tulisan You Can Do It Empowermints.


 Aku juga suka yang item Hint Mint, selain permennya lumayan enak, kalengnya juga bagus, aku dapetnya di toko Total Buah Segar di Bandung. Disitu aku suka dapet permen-permen import dalam kaleng yang kalengnya layak di koleksi. Kaleng yang tulisannya 'g' itu aku juga suka. Bentuknya kaya bukan kaleng permen. Lebih mirip gesper sabuk yang ini oleh-oleh Tita dan Suwage waktu mereka ke Eropa. Mereka juga bawain aku beberapa kaleng yang permen lain yang tak kalah kerennya. Eumenthol aku bener-bener suka kalengnya dan amit-amit sama permennya. Bener-bener 'membunuh' banget rasanya.. hehehhe. Ada yang mengkoleksi kaleng permen juga? siapa tau yang double-double bisa tukeran :)

Tuesday, April 27, 2010

Mengorganisir Benda-benda Kecil di Meja Kerja


Benda-benda kecil di meja kerja, bisa jadi merepotkan jika tidak disimpan pada tempat yang sesuai. Jika di campur jadi satu, pas giliran butuh, suka susah nyarinya. Nah itu juga yang kualami dengan meja kerjaku yang cuma segitu-gitunya. Penjepit kertas, kancing-kancing, tag merek, gunting kecil, staples jadi cukup merepotkan mencarinya ketika disimpan di satu laci.


Aku mau berbagi tips mengorganisir benda-benda kecil ini dengan memanfaatkan wadah plastik bekas Pringles potato chips. Alat lain yang diperlukan sedeharna saja, hanya seutas tali yang cukup kuat dan penjepit kertas.


Dengan memanfaatkan ruang di bawah rak buku di atas meja kerjaku, aku bentangkan tali dan aku ikatkan dari penyangga rak yang satu ke penyangga rak yang lain. Talinya kalau bisa yang cukup kuat dan kaku, kalau ada kawat lebih baik. Oya, sebelum di ikatkan, masukan dulu jepitan kertas pada bentangan tali itu.


Setelah itu, jepitkan wadah-wadah plastik bekas Pringles On The Go Potatao Chips (bukan Pringles wadahnya tabung). Jepit wadah yang satu dengan wadah yang lain dengan menggunakan penjepit kertas, seperti pada foto.


Setelah itu jadi deh, sebuah storage yang sangat fleksibel dan mudah di akses untuk menyimpan barang-barang kecil dan membuat meja kerja lebih terorganisir.

Suaka Margasatwa Dari Kain Sprei


Beres-beres stok kain membuatku teringat, kalau aku punya kain sprei yang gambarnya lucu ini. Aku beli udah lama dan kiloan jadi aku bikin tas dan yang lain-lain, tetep aja sisanya cukup banyak. Tiba-tiba aja aku kepikiran menggunting-gunting gambar-gambar binatangnya, menjahitnya, mengisinya dengan dacron dan jadilah.. apa ya namanya.. bisa boneka, bisa gantungan kunci atau bantal mini.. bebaslah..heheheh.. Seneng aja bikinnya. Buat apa? ya ga tau juga.. mengingat banyak bocah-bocah lucu suka maen ke tobucil dan aku paling seneng membekali mereka oleh-oleh. Binatang-binatang ini bisa jadi oleh-oleh menarik buat mereka.


Bagian belakangnya aku jahit dengan bahan yang beda corak. Gara-gara bikin ini aku malah jadi dapet ide untuk menyablon foto-foto siapa lagi kalo bukan Johnny Depp dan Benicio Del Toro. Bikin bantal dengan foto mereka nampaknya seru tuh.. siapa tau mimpinya ditemenin mereka hahahah.. ngarep banget.. :))

Kontributor Info Praktis Tabloid Nova


Kira-kira sebulan yang lalu, temanku Astrid yang kerja di Tabloid Nova telpon aku. Dia minta aku jadi kontributor halaman info praktis Tabloid Nova. Wow.. tawaran yang sangat menarik. Tentu saja aku mengiyakan. Seminggu kemudian Astrid datang ke Bandung dan melakukan pemotretan untuk 6 macam keterampilan tangan sekaligus. Tiga untuk dewasa dan tiga lagi untuk anak-anak. Dan kemarin aku dapet kiriman tabloidnya yang sudah diterbitkan. Untuk hasil jadinya, Nova bikin pemotretan khusus dengan menggunakan model biar hasilnya terlihat lebih menarik.


Hal yang paling menyenangkan dengan menjadi kontributor seperti ini adalah aku jadi terpacu untuk mencoba membuat banyak hal baru. Setidaknya buku-buku di perpustakaan Art & Craftnya tobucil bisa lebih teraplikasikan.

Monday, April 26, 2010

Notebook Suede Batik


Akhirnya selesai juga notebook suede batik ini. Seminggu kemarin targetnya memang menyelesaikan notebook oriental dan suede batik ini dan tercapai juga. Rasanya lega, satu persatu beres, jadi aku beranjak ke model yang lain lagi yang akan aku selesaikan. Semangat bikin notebook macem-macem model ini sebenernya karena tahun ini aku mau buka meja sendiri di Crafty Days, khusus untuk notebook-notebookku ini. Makanya aku ngejar target, minimal sampai crafty days ada lebih dari 5 model notebook di meja "design by vitarlenology" nanti.


Oya, notebook ini covernya terbuat dari bahan kulit suede imitasi dan lapisan dalemnya adalah kain batik dari beberapa daerah: ada batik Madura, Yogja, Madura, Lasem, Pekalongan. Masih ada beberapa kain batik lagi yang belum aku pakai, tapi berhubung aku kehabisan bahan suedenya, aku harus nunggu belanja bahan ini dulu, baru kain-kain itu aku pakai. Isinya terbuat dari kertas fancy import 80 lbr (kertas yang sama yang aku pakai untuk notebook oriental). Cover dalam aku kasih kertas jeruk. Ukurannya sama dengan notebook oriental 19 x 14 cm. Aku pasangin sabuk sebagai penguncinya aku kasih magnet biar gampang buka tutupnya. Sebenarnya ini modelnya sama dengan Notebook Bersabuk Batik Garut  tapi lebih di sempurnakan lagi.




Lebih banyak foto notebook suede batik ada di sini

Saturday, April 24, 2010

Crafty Gentleman, Daniel Day Lewis



Menemukan wawancara Daniel Day Lewis (salah satu aktor favoritku, selain Johnny Depp dan Benicio del Toro) bersama Oprah untuk promosi film terakhirnya, 'Nine'. Di akhir wawancara ada pertanyaan menarik dan jawaban yang lebih menarik lagi soal craftmanshipnya Day Lewis. Oprah bertanya apakah Day lewis masih membuat sepatu sendiri? Selain di kenal sebagai 'method actor' yang sangat serius mendalami karakter-karakter yang diperankannya, Day Lewis di luar kegiatan keaktorannya, ternyata dia juga seorang crafter. Day Lewis pernah diberitakan, magang pada sebuah workshop sepatu di Italy selama berbulan-bulan, untuk belajar membuat sepatu sendiri. Kegiatan ini ga ada hubungannya dengan karakter yang didalaminya, tapi semata-mata karana Day Lewis ingin tau bagaimana membuat sepatu. Selain membuat sepatu, Day Lewis juga senang membuat furniture sendiri. WOW!  itu sebabnya dia memilih tinggal di daerah pedesaan di Inggris dan membangun workshop kecil untuk menyalurkan hobinya itu.

Buatku hobinya Day Lewis ini menjelaskan, kenapa dia bisa begitu intens dalam setiap peran-perannya. Sangat menarik ketika menelisik proses kreatifnya Day Lewis dalam dunia akting ternyata berhubungan dengan sosoknya sebagai crafter. Day Lewis menjalani karakter-karakter yang diperankannya itu seperti dia membuat sesuatu dengan  craftmanshipnya. Cara dia menghayati perannya kukira juga sangat dipengaruhi oleh kecintaannya membuat sesuatu dengan tangannya sendiri. Inspiratif banget.

Untuk lebih mengenal Daniel Day Lewis dan craftmanshipnya, ada tulisan menarik di situs ini yang menuliskan tentang itu.

Friday, April 23, 2010

Siapa mau Ikutan Bazaar Crafty Days #4 "Play Your Magic Fingers"

Poster untuk publikasi kegiatan ini dibuat oleh: Errie Nugraha dari Kontemplacity 

Tobucil & Klabs, kembali menyelenggarakan acara tahunan Crafty Days untuk keempat kalinya. Kali ini mengambil tema: "Play Your Magic Fingers" meliputi kegiatan pameran, bazaar dan workshop.
Untuk itu, kami membuka pendaftaran untuk kegiatan bazaar dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Barang yang dijual adalah karya kerajinan tangan buatan sendiri dan tidak diproduksi dalam jumlah masal.
2. Peserta yang mendaftar mengirimkan data dan foto contoh karya ke tobucil@yahoo.com. Untuk data silahkan copy form berikut ini:
NAMA LENGKAP PESERTA:
NAMA LABEL/MEREK (jika ada):
ALAMAT LENGKAP:
NO TELEPON & NO. HP:
ALAMAT EMAIL:
ALAMAT BLOG (jika ada):
DESKRIPSIKAN BARANG YANG AKAN DIJUAL:
sertakan foto maksimal 5 foto
3. Pendaftaran peserta bazaar dibuka mulai: 24 Maret - 30 April  2010 (terbuka bagi peserta dari bandung maupun luar bandung).
4. Tobucil & Klabs akan menseleksi peserta yang mendaftar berdasarkan: keunikan desain dan bahan yang belum pernah ditampilkan di crafty days sebelumnya. Hanya tersedia 20 meja.
5. Peserta yang terpilih akan di hubungi selambat-lambatnya tanggal 10 Mei 2010 melalui email dan telepon.
6. Peserta yang terpilih membayar biaya sewa meja rp. 250.000 (untuk dua hari/meja)
7. TOBUCIL TIDAK MENGAMBIL PRESENTASE DARI PENJUALAN.
keterangan lebih lanjut silahkan hubungi:
tobucil 022 4261548 (senin-minggu, Pk. 9.00 - 20.00 wib)

Handmade Corner: Notebook Oriental


Pekerjaan yang pertama kuselesaikan setelah kembali pulang adalah menyelesaikan notebook oriental ini. Sebelum pergi notebook-notebook ini sudah tertumpuk di mejaku, tinggal jilid aja sebenernya, tapi aku keburu pergi. Jadi setelah pulang buru-buru aku selesaikan dulu. Ada 9 eks aku bikin dari bahan oriental yang masih tersisa. Aku belum nyari lagi. Kancingnya yang sekarang lebih beragam. Jilidnya sedikit bervariasi sekarang. Yang berminat buka toko onlineku di sini.

 

Kertas Handmade (masih) Dari Chatuchak


Selain kertas-kertas kado bergambar manuskrip-manuskrip kuno Thailand, di Chatuchak aku juga dapet kertas-kertas handmade yang keren-keren. Kaya kartas daur ulang gitu, tapi di sablon motif. Foto yang ini kertasnya kaya kertas washi Jepang yang tipis dan bisa di pake buat lampion. Di sablon motif jadi lebih keren keliatan unik.  Harganya selembar 20 bath. Ukurannya A2 atau double A3. Lumayan besar juga kan.


Kalo yang ini kertasnya lebih tebel dan di sablon satu warna. Harganya juga sama 20 bath perlembar. Untuk yang putih polos lebih murah harganya, 15 bath. Kertas daur ulangnya juga bikininannya menurutku lebih rapi dan lebih konstan di banding yang aku dapet di Bandung. Mau dibikin apa, aku juga belum tau.. masih mikir-mikir, kadang malah suka sayang buat motong-motongnya.

Kertas Kado Dari Chatuchak



Chatuchak, weekend market di Bangkok, Thailand, barang-barang yang dijualnya bener-bener bisa bikin aku kalap. Pengen beli semuanya, tapi trus bingung mikirin gimana bawanya. Akhirnya ya terpaksa harus memilih apa yang bener-bener bisa dibeli. Dan inilah salah banyaknya (bukan cuma satu). Begitu lihat kertas kado ini, langsung deh ga pake mikir, beli semua gambarnya selembar-selembar aja. Maklum budget backpacker terbatas dan juga pusing bawanya kalo terlalu banyak.



Harga selembarnya 20 bath Thailand, sekitar Rp. 6000. Lucu juga sebenernya kalo manuskrip atau babad-babad nusantara dibikin beginian juga ya.. sekalian gambarnya emang keren-keren, sekalian juga belajar sejarah. Aku belum tau kertas-kertas kado ini mau di jadiin apa, yang penting punya dulu deh.. heheheh..




Orang Thailand, rupanya punya tradisi membungkus kado yang cukup serius. Aku menyimpulkan ini dari banyaknya kertas-kertas fancy yang di jual di Chatuchak ini lengkap dengan peralatan pembungkus kado lainnya, seperti pita-pita dan tali-tali fancy.


Monday, April 19, 2010

Pulang Kembali Ke Pekerjaan

Setelah berlibur tiga minggu lamanya, melakukan perjalanan, mencoba menemukan ide-ide baru dari semua tempat yang dikunjungi, aku kembali ke rumah. Membawa kerinduan yang begitu besar pada meja kerjaku, pada semua bahan baku oleh-oleh perjalanan, ide-ide dan semangat kembali bekerja. Di Kinokuniya Kuala Lumpur, aku nemu buku ini. Sebuah buku penting untuk lebih serius berbisnis 'handmade'. Jangan kawatir, nanti isinya aku bahas di blog tobucil handmade. Catatan perjalananku ada di sini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...