Friday, March 19, 2010

Dua Tas Laptop Dalam Seminggu


Seminggu ini aku harus menyelesaikan dua pesanan tas laptop. Satu yang berwarna magenta abu, hitam  ini ukurannya 40 X 25 cm. Cukup lama aku mengerjakannya, karena baru setengah, salah satu benangnya habis dan bodohnya aku lupa menyimpan gulungan ekstra. Belum lagi serangan crafter block yang tiba-tiba. Untungnya salah satu pelanggan benang tobucil masih punya ekstranya. Setelah aku dapatkan lagi benangnya maka segera kulanjutkan pengerjaannya. Tas yang harusnya bisa selesai 3-4 hari, ini 3 minggu baru selesai.. :D


Mulai tas laptop yang ini, aku bikin sabuk pengunci di dalamnya. Jadi ga perlu kawatir laptopnya bakal 'lompat' atau 'tergelincir' ke luar. Ada saku-saku juga di bawah buat masukin charger, mouse dan perkabelan.


Nah kalau ini, ukurannya lebih kecil 30X28 cm untuk ukuran netbook. Kalau di foto tas ini keliatan besar, itu karena aku pakai 7 helai benang di campur jadi satu untuk dapet color chart sesuai dengan pasanan. Dibanding tas yang pertam yang ini lebih tebal dan kokoh karena 7 helai benang itu tadi. Untuk tas laptop ini ngerjainnya cepet banget, sehari aja.. :D


Sama dengan tas yang pertama, di dalemnya juga aku pasang sabuk dengan velcrow untuk menahan laptop. Lapisan dalam aku pakai dua macam kain: kotak-kotak merah putih dan polka dot buat variasi. Satu persatu pesanan beres, tinggal ngerjain handmade notebook dan persiapan buat pemotretan rubrik Varia Warta Tabloid Nova. Oya mereka ngajakin kerja sama tobucil untuk ngisi rubrik ini. Nanti aku posting di sini juga.. Have a nice friday.. :)

Tuesday, March 16, 2010

Tips Menghadapi Perasaan Kalap Saat Berbelanja Kain :D


Hal yang paling menyenangkan berbelanja kain adalah berbelanja bersama sahabat. Dan di hari Selasa disaat umat Hindu merayakan hari raya nyepi, aku mengsms Mei, sahabatku, mengajak makan kue tiau A88 di Jl. Astana Anyar yang enak banget itu. Ajakan makan yang sebenarnya mengandung maksud lain di balik itu: Belanja kain di gang tamim. Mei mengiyakan, maka kamipun bermotor ria ke daerah pasar baru dan belok ke gang tamim, ke tempat engkoh tukang kain langganan kami. Sebuah toko batik lama di Pasar Baru cukup menggoda kami untuk memasukinya. Sebagai sesama penggemar batik, kami tak kuasa untuk menahan godaan untuk membeli beberapa batik yang ada di toko itu. Tapi  budget belanja tidak mencukupi. Akhirnya yang kami lakukan adalah bersepakat memilih batik-batik yang kami suka dan memotongnya bagi dua. jadi setiap orang mendapat setengah bagian yang sama. Karena buatku dan Mei, kami sama-sama tidak membutuhkan terlalu banyak, biasanya kami hanya memakainya untuk membuat sampul buku-buku handmade yang kami buat. Cara ini ternyata cukup mengatasi kekalapan kami berbelanja kain. Jadi kain tetap di dapat (soalnya kalo ga beli,  nyampe rumah akan terbayang-bayang terus) dan budget berbelanja masih bisa di tekan.. jadi pergilah berbelanja kain bersama sahabatmu hehehehe.. jaga-jaga anggaran mepet tapi masih pengen beli kain, kamu bisa patungan dan berbagi setengah-setengah..

Rekaman Produksi Sendiri: Yes, I Listen To DJava String Quartet


Salah satu tugas manager untuk kelompok String Quartet Klasik seperti DJava String Quartet adalah memproduksi rekaman mereka dalam arti yang sebenar-benarnya. Setelah beberapa waktu lalu kami membuat rekaman tiga komposisi: Haydn D Minor Op. 76 No. 2, Miniature For String Sulkhan Tsintsatze dan Cublak-Cublak Suweng Tema Variasi Arr. Budhi Ngurah di studio milik Agus Suwage, Yogjakarta.

Penggandaannya aku lakukan dengan menggunakan software toast 6 titanium yang ada di ibook G4 ku. Kalau di PC bisa pake program burner (yang mendadak aku lupa namanya). Jangan di convert ke mp3, karena nanti mempengaruhi kualitas suaranya. Jadi biarkan saja dia sebagai file audio dengan ukuran yang lumayan besar untuk setiap lagu. Aku biasanya pake kecepatan burning 2x aja.. biar cd burnerku ga cepet rusak. Lagi pula untuk produksi rekaman kaya gini sekali produksi paling 20 copy.. ya sesuai kebutuhan, kalo kurang tinggal burn lagi..ga langsung 1000 copy dibikin. Oya di Bandung ada tempat jualan CD kosong yang murah banget.. kurasa paling murah dibanding tempat lain... Borma Jl. Setiabudi, Bandung. Bisa dapet CD kosong yang di toko biasa rp. 2000, di Borma bisa dapet rp. 1100.. jauh banget kan harganya. Untuk produksi rekaman DIY (Do It Yourself) begini sih perbedaan harga jadi lumayan penghematan biaya produksi.


Sambil ngeburn biasanya aku ngerjain sampulnya. Untuk cover DJava aku bikin dari kertas BC warna dan aku pake 2 paduan warna. Coklat dan biru atau hijau dan orange. Trus untuk CDnya aku print pake stiker aja. Tentunya dengan memanfaatkan printer laser hitam putih yang ada.. desainnya juga aku sesuaikan biar hasilnya ga norak.. sederhana tapi manis gitu.. hehehehhe. Dan beruhubung aku masih punya banyak pin Djava, akhirnya aku kasih bonus pin untuk setiap CDnya. Jadilah CD rekaman produksi sendiri. CD ini dijualin langsung sama anak-anak DJava kalo mareka konser bareng atau kalo temen-temen mereka konser, mereka titip jual. Aku juga jualin CD ini di tobucil, Selasar Sunaryo, Rumah Buku, Omuniuum dan bisa juga delivery via kurir untuk yang luar kota. Lumayan ngumpul-ngumpulin modal buat konser keliling bulan Mei nanti. Senengnya CD rekaman ini menyemangati temen-temen komunitas musik klasik untuk bikin rekaman independen sejenis. Selama ini kan biasanya anak-anak underground, punk, atau pop yang biasa bikin rekaman independen, musik klasik masih jarang banget. Buat yang berminat sama CD ini bisa kontak aku di vitarlenology@yahoo.com CD ini di jual rp. 20.000 belum termasuk ongkos kirim.

Mendapat 'Ruang' Lebih


Salah satu cara yang cukup ampuh yang biasa kulakukan untuk mengembalikan 'mood' bekerja adalah beres-beres ruangan. Kebetulan tobucil juga stok opname jadi ada satu deretan rak dekat meja kerjaku yang kosong karena stok buku-bukunya berkurang. Horeee.. langsung saja aku ambil alih untuk memindahkan barang-barangku terutama kertas-kertas dan kain-kain. Dan yang jelas meja kerjaku jadi lebih 'luas' meski di foto tetep aja berantakan hehehehhe... tapi sekarang kalo mau motong-motong kertas atau ngelipet-lipet ada tempatnya ga usah repot-repot mindahin cutting mate. Sejak senin kemarin aku mulai ngerjain buku-buku lagi dan juga beberapa pesenan tas rajutan yang belum selesai. Sebelum tgl 22, semuanya harus udah selesai.. karena aku ga punya waktu lagi sebelum aku pergi. Sedikit perubahan ruang ternyata cukup membantu juga untuk menambah semangat...

Wednesday, March 3, 2010

Crafter Block


Ternyata bukan menulis aja yang tiba-tiba bisa ngeblock alias buntu. Berkerajinan tangan juga bisa mengalami hal itu. Ya, itulah yang kualami dalam seminggu terakhir. Tiba-tiba bingung ga ngapa-ngapain. padahal semua bahan baku yang mau dikerjain udah siap, rencana mau bikin apa aja udah terdaftar, tapi trus bengang-bengong aja kaya orang bego. Nonton film ga berhenti-berhenti dan udah sampai taraf yang gawat, kalo matanya ga pegel, pasti bisa 24 jam nonstop nonton film.. mungkin ini akibat in the mood for Benicio Del Toro heheheh... (kasihan, Benicio jadi kambing hitam). Tapi kurasa penyebab utamanya adalah banyak banget yang mau dikerjain sampe bingung mau ngerjain yang mana dulu. Yeah..mungkin sedikit over load..


Dalam seminggu ini yang berhasil aku kerjakan adalah me-make over jam tangan swatch lamaku yang talinya udah amburadul dan aku ga menemukan penggantinya di counter swatch di Bandung. Sayangnya aku lupa memotret kondisi jam ini sebelum dilakukan make over. Akhirnya aku bungkus aja itu tali dengan kain polkadot coklat dan hijau daun.. karena sayang jamnya sendiri masih bagus, cuma talinya aja yang udah rusak. Ya lumayan lah daripada ga menyelesaikan apa-apa..

Akhirnya yang kulakukan beberapa hari terakhir untuk mengembalikan mood adalah bertemu dengan teman-teman yang udah beberapa lama ga ketemu. Jalan-jalan keliling-keliling spot-spot favorit di Bandung untuk menetralisir keadaan dan mengembalikan mood bekerja dan menyelesaikan apa yang harus di selesaikan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...