Friday, January 22, 2010

Before And After My Workstation

Before 

 

Meja kerjaku adalah meja paling berantakan se-tobucil. Ukurannya ga besar, tapi banyak hal mesti ku kerjakan di meja ini. Bekerja dengan joni (ibook ku), menyimpan peralatan handmade, buku-buku, papan untuk menempelkan macam-macam dan cutting mat, kerena memotong-motong kertas jauh lebih mudah jika di lakukan di atas meja. Tapi apa daya, mejaku yang kecil ini nampaknya selalu penuh. Perlu ada sedikit make over untuk membuat space kerja yang lebih besar di mejaku. Btw, itu Johnny Deep yang aku tempel di papan pesan.. heheheheh.. bekerja sambil memandangi Johnny sungguh menyemangati.. hahahahah...

After


Aku pasang rak di dinding, ga full sih.. tapi lumayan untuk menyimpan yang selama ini tertumpuk di meja. jadinya aku bisa lebih membagi mejaku untuk area joni the ibook, tempat aku online dan bekerja dengan komputer dan area beralaskan cutting mat hijau itu untuk bekerja karena aku sekarang sedang banyak membuat handmade notebook. Jadi aku membutuhkan tempat untuk memotong-motong. Btw.. sekarang aku memasang sobekan dari majalah yang adalah fotonya Jack White dan Meg White (The White Stripes), karena aku ngefans berat sama Jack: aku suka intenistas dan karakternya yang kuat sebagai musisi dan juga kerena dia musisi pintar.. aku suka itu..memberikan inspirasi. Sejak SMP aku senang memasang gambar orang-orang yang memberikan inspirasi di meja belajar atau meja kerjaku. Semacam visual motivasi gitu.. Selain karena Jack White cukup ganteng juga menurutku hahahahha...
Oya itu rak aku beli di Ace Hardware, mudah banget masangnya dan tinggal pilih aja ukurannya.

Mensiasati Malas


Ini adalah bagian dari proyek menyelesaikan yang belum selesai. Dan karena aku sedang terserang malas merajut, jadinya tas ini aku selesaikan dengan cara lain: memakai kain untuk menyambungkan pegangan tasnya. Aku pake katun jepang untuk melapisi bagian dalam tasnya dan memberi dudukan untuk pegangan tasnya. Warnanya kebetulan dapet yang matching sekalian bisa jadi aksen untuk tasnya.


 Pegangannya dari pegangan kayu. Dan berhubung ada sisa kain, aku bikin corsase untuk hiasannya biar ga terlalu polos. Oya ini tas aku bikin dengan teknik crochet sama dengan tas yang lain, aku bikin juga pas liburan lebaran 2009. Heheheh... dipikir-pikir aku bikin banyak tas model begini.. mmm..mau aku jual aja deh.. ada yang berminat? ;)

 

Menyelesaikan yang Belum Selesai


Libur lebaran 2009, secara membabi buta aku membuat beberapa tas tangan ini dengan memanfaatkan benang-benang mambo sisa yang ada di rumah. Bikinnya lumayan cepet, karena sehari aku bisa bikin 2 tas tangan ukuran kecil ini. Benang yang dihabiskan juga sekitar 1.5 gulung.

Aku bikin dengan teknik crochet dengan menggunakan hook no. 10. Waktu liburan lebaran 2009, aku emang ga bisa kemana-mana karena alergi kumat :( jadi ya di rumah dan merenda secara membabi buta :D


Aku pake kain-kain katun yang aku dapet di gang tamim untuk melapis daleman tasnya, Tas-tas ini kalo ga dikasih lapisan kain dalemnya, akan mudah rusak (baik bentuknya maupun benangnya). Terutama jika bawa berat akan jadi mudah melar. Untuk membuat lapisan dalam biasanya ukurannya lebih kecil dari ukuran bagian luar tas. Untuk memasangkannya ke tas rajutan ga bisa di jahit pake mesin jahit, tapi harus jahit tangan.



Tuesday, January 19, 2010

Souvenir Pernikahan Reza dan Shuang



Rasanya satu kehormatan ketika sahabatku, Reza, memintaku membuat souvenir untuk pernikahannya dengan Shuang, tanggal 16 Januari 2009 kemaren. Reza sobatku ini punya selera musik yang bagus. Pecinta sekaligus kolektor progresif rock. Itu sebabnya Reza menyusun kompilasi lagu-lagu cinta yang dia beri judul 'The Mission' sebagai souvenir pernikahannya. Ada 20 lagu dalam CD kompilasi itu. Yang membuat Reza bingung adalah bagaimana mengemas CD kompilasi itu supaya pantas sebagai sebagai souvenir pernikahan, untuk itulah Reza menyerahkannya padaku, "terserah kamu itu CD mau kemas kaya gimana, kamu bebas berkreasi."



Wah rasanya seneng banget dikasih kekebasan berkreasi dan berkarya untuk moment istimewa sahabatku sendiri. Ide dasar yang terpikir olehku adalah mengemas CD itu dalam sebuah notebook. Tapi seperti apa notebooknya, idenya justru baru muncul  seminggu sebelum pernikahan. Dengan menyesuaikan pada keterbatasan budget dan karakter sahabatku ini serta menimbang ketersediaan bahan yang bisa dimanfaatkan, akhirnya aku putuskan membuat notebook dengan cover sekaligus tempat CDnya dari majalah Rolling Stone. Dengan memanfaatkan gambar-gambar di lembar majalah itu, justru memberi seperti sebuah album kompilasi beneran. Aku membuat 220 pcs notebook CD dengan memanfaatkan sekitar 24 eks majalah Rolling Stone. Dan kemaren ketika pesta pernikahannya berlangsung, tamu-tamu bener-bener menyukainya. Beberapa teman yang hadir malah bertanya padaku apakah ada lagi notebook CDnya? heheheh.. aku seneng sih ngerjainnya 220 pcs dan semua cover notebooknya ga ada yang sama satupun. Ngerjainnya ga bosen.




Tulisan The Mission aku print di atas kalkir. sementara kertas dalamnya dari bahan samson paling murah  satu muka lebih halus dan muka lainnya lebih kasar.  Cover dalamnya aku print di atas samson yang lebih tebal 120 gr. Foto Reza dan Shuang aku print di kalkir.  Jilidnya aku pake teknik simple book binding. Bagian belakang sekalian untuk menyatukan lipatan-lipatan yang menjadi cover notebook ini, aku pasangin mata itik sekaligus lubang untuk tali karet pengikat notebooknya. Cover ini terbuat dari 3 lembar majalah Rolling Stone yang aku satukan dan aku lipat-lipat saja tanpa menggunakan lem sama sekali. Notebook ini jadi berkesan sangat handmade dan kental dengan prinsip Recycle dan Reuse.




 





 

 


Friday, January 8, 2010

My Handmade 2010 Journal



Kunjungan Julie ternyata menyisakan semangat membuat note book tiada henti. Salah satunya adalah jurnal untuk tahun 2010 yang sengaja aku bikin sendiri. Bahkan agenda hariannya, aku garisin dan tulisin sendiri pake pensil warna. Benar-bener handmade abis.

Aku mulai dari cover dulu: terbuat dari bahan suede coklat kopi, trus kain dalamnya katun aneka corak. Aku juga memasang kain keras yang lumayan keras, biar si cover bisa lebih kaku. Trus di bagian dalam cover aku bikin dompet-dompet biar bisa buat menyelipkan macem-macem. Ada kantong kecil buat nyelipin ballpoint atau pensil juga. Aku juga pake velcrow untuk kuncinya, tadinya mau pake kancing bungkus, tapi nanti jadi mengganjal kalo pas nulis.

Untuk isinya: aku pake kertas aneka macam. Kertas korea warna-warni (karena aku tuh punya banyak stok untuk jenis kertas ini), dari kertas korea (yang warna biru) aku juga bikin kertas kotak-kotak, tinggal aku print pake tinta laser dan tinggal bikin kotak-kotaknya aja.

Jilidnya pake simple book binding sih, cuma pake 4 lubang dan di jahit langsung ke cover. Jadi kalo liat punggung jurnalnya, ada garis-garis benang jilid-annya. Aku pake benang rami katun tobucil untuk menjilidnya.

Ayo-ayo.. bikin jurnalmu sendiri.. resolusi di tahun 2010 adalah membuat lebih banyak handmade book aneka model..

Monday, January 4, 2010

Mini Book Coptic Binding





Karena Julie  mendemokan cara menjilid simple book binding di acara gathering bersama etsy lab kemarin, aku jadi keingetan untuk mengingat kembali bagaimana membuat coptic book binding. Dengan memanfaatkan potongan kertas korea ukuran A6 aku bikin yang ukuran kecil ini. Si Upi, datang dengan ide bikin kuncinya dari webbing dan kancing jeans jadinya malah keren. Meski kertas covernya kalau menurutku masih kurang tebel. Mungkin harusnya pake kertas ukuran 1 mili.. aku jadi ketagihan nih.. udah nyiapin beberapa set untuk di bikin mini book coptic binding.. tunggu aja postingan berikutnya ya.. aku perlu melatih teknik coptic binding ini biar tambah mahir.. :)


Sunday, January 3, 2010

Kumis Panu Jalan-Jalan


Akhirnya aku serahkan juga si Kumis Panu, pada Julie, temenku yang juga koordinator Etsy Lab, untuk ikut menemani Unicorn Julie. Kumis Panu goes to Brooklyn, USA... Horreeee akhirnya Kumis Panu bisa jalan-jalan jauh juga...

Ngomong-ngomong, temenku Julie, dia selalu membawa patung Unicornnya kemanapun dia pergi dan di foto sebagai penanda bawa ini patung udah melanglang buana kemana-mana... mmmm.. jadi dapet ide.. bisa juga bikin yang beginian, buat perjalanan selanjutnya... si Kumis aja  gitu..ntar bikin kumis yang spesial dengan baju bertulisan: 'tarlen was here' hihihih... lucu juga tuh...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...