Skip to main content

Sneak Preview: ADT's So.lil.o.quy

'Write in recollection and amazement to yourself' quote by Jack Kerouac
Beberapa waktu lalu aku sempat cerita kalau aku sedang mengerjakan buku sketsa temanku, seorang arsitek bersahaja yang karyanya luar biasa. Namanya Achmad D. Tardiyana. Tanggal 8 Desember lalu, dia berulang tahun yang ke 50. Teman-temannya menghadiahinya sebuah buku yang berisi tulisan-tulisannya dan sketsa-sketsa arsitekturalnya. Sebenarnya ini adalah project impossible karena dari ide muncul sampai peluncuran bukunya nanti hanya sebulan saja. Lima puluh eksemplar akan dibuat secara handmade olehku dan setiap buku akan dinomeri 01 sampai 50. Nomer 00 adalah punyaku hehehehehe.. jadi ada 51 eksemplar sebenarnya. Berikut aku posting bocorannya. Ini adalah dummynya dan sekarang dummy ini sudah jadi milik sahabatku si tukang bengkel yang arsitek dan sangat seniman banget itu, Yustinus Arditya.




Acara peluncuran bukunya Achmad D. Tardiyana yang berjudul Sol.lil.o.quy itu akan diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Desember 2010, Pk. 12.00 s.d 15.00, bertempat di tempat sarapan favoritku dan teman-teman, Warung Kopi Purnama Jl. Alkateri 22 Bandung.

Comments

yttria said…
wah, pak Apep.. :) beliau dosen saya yang sangat bersahaja, memang sketsa2nya manteb banget.. beliau dosen pertama yang ngajarin saya sketsa semasa kuliah.. sukses utk project-nya ya, mbak tarlen! ^^
vitarlenology said…
tria, datang aja ke peluncuran bukunya..
Dindie said…
keren amir. btw mbak, aku sudah bisa menyablon sendiri sekarang hehehehe
Anonymous said…
Waah, bagus sekali bukunya. Jadi kaya semacam buku catatan gitu mbak :)
vitarlenology said…
ini jadinya kaya buku teks yang di jilid handmade.. nanti aku posting hasil jadinya..
vitarlenology said…
dindie.. wahhh selamat ya.. ayo bikin kertas surat hasil sablonanmu lalu suratnya kirimkan padaku.. :) kutunggu ya..
MEI SULING said…
waaaa....bagus len!!!!

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.