Skip to main content

ADT's So.lil.o.quy

Inilah bentuk final dari bukunya Achmad D. Tardiyana atau yang biasa aku panggil mas apep. Cover dibuat dari kulit imitasi (oscar) dan tulisan di grafir laser di atas kulitnya. Teks dan sketsa di print laser BW di atas kertas padalarang. Pembatas tiap bagian di print di atas kalkir (biar keliatan kalau ini buku arsitektur hehehehe..). Bindingnya aku pakai long stitch dan tali kulit untuk mengikat bukunya.

Penggarapan buku ini bisa dibilang mission impossible. Dari idenya muncul sampai waktu peluncurannya kurang dari sebulan. Dan tentu saja proses produksi efektifnya hanya seminggu aja (waktu tulisan ini di tulis, proses penggandaan sampai 50 eks, masih berlangsung). Tadinya sempat terpikir untuk di cetak pakai mesin offset biar ada efek rough design, karena sketsa jadi ga perlu terlalu presisi hasil cetaknya. Tapi ternyata tulisannya cukup banyak dan ukuran font tidak mungkin kekejar kalau dipaksakan pakai mesin offset. Akhirnya aku putuskan untuk di print aja biar hasilnya lebih tajam dan tentu pertimbangan waktu juga.

Buku ini diberi nomer dari 00 s.d 50. Seperti yang udah aku bilang, 00 adalah punyaku hehehehhe.. nomer 01 akan di lelang pada acara peluncuran bukunya tgl 19 Desember nanti. Hasil lelangnya untuk mendukung Rumah Baca yang di buat mas Apep di lantai dasar rumahnya untuk warga sekitar. Foto rumah mas apep bisa dilihat di sini.
Aku senang dengan proyek kolaborasi seperti ini. Apalagi orang yang berkolaborasi denganku adalah sosok yang secara kekaryaan dan kebersahajaannya aku kagumi. Rasanya seperti berterima kasih pada salah satu sumber yang memberi inspirasi padaku selama ini. Oya buku ini ga akan mungkin terwujud tanpa kerjasama tim mission impossible: Yulianti Tanyadji, Esti Hapsari, Rahmadina dan Ismail Reza. Tentu saja terima kasih juga untuk mas apep yang sudah mempercayakan produksi buku ini padaku.


Sampai bertemu di acara peluncuran bukunya, Minggu, 19 Desember 2010, Pk. 12.00 di Warung Purnama Jl. Alkateri 22 Bandung.

Comments

printilan said…
aduh keren banget..komplit luar dalam keren!! sukses terus yaahh,i wish bisa ke bandung biar bisa dapet bukunya :p

next time bikin yang kosong yah supaya bisa dibeli buat sketsa pribadi..hehe ;)
Andi Lia said…
Mbak Tarleeen, apa kabar? Thn depan Insya Allah aku pindah ke Bdg lho, jadi bisa sering ke Tobucil ni ;)
Wah, bukunya unik banget, jempol buat mbak Tarlen :)
Sari Sulistiyo said…
kereeenn bukunya...seneng banget y klo pny temen kyk mb tarlen,,pasti sering dihadiahi^^ hehe..
vitarlenology said…
@printilan: aku memang akan membuat edisi ini.. setelah kelar kerjaan ini baru kembali ke blank notebook lagi..

@mba andi lia: wahh mba andi lia, aku seneng banget mba pindah ke bandung, kita bisa belanja kain bareng nih..

@sari: hehehehhe.. tau aja :D
widi said…
Tarlen, satu kata... KEREN
it's so YOU... it's so mas Apep
all thumbs up
aryani said…
Mudah2an aku bisa dapat no 49 atau nomor yang lebih kecil lagi .. :(. Mudah2an tgl 19 Kimi mau diajak ke Purnama ..... :)
Keren Len ... :)
SS said…
bener2 keren...
Len...kertas padalarang itu produk daur ulang ya?
vitarlenology said…
mba widi: thanks mba.. sayang ya kamu ga bisa hadir nanti tanggal 19..

cici: heheheh.. mau cari nomer seri yang sesuai umur ga? asyikk ntar kita ketemu...

ss:iya kertas padalarang itu daur ulang..
gayanti said…
bagus sekali. selamat!
designer said…
Inspiring project! :)

Tarlen aq ada award untukmu lowh.. http://featheringanest.blogspot.com/2010/12/stylish-blogger-award.html

^_^
ingin sekali menjadi 50 orang pertama yg bisa mendapatkan edisi terbatas buku ini.. sayang tgl 19 tidak bisa datang ke bandung..
sukses buat mba tarlen, sukes buat pak apep.. :D
e-k-o said…
keren bukunya. btw jilid long stitch itu yg gmn ya? brp ongkosnya? tks
e-k-o said…
keren bukunya. btw jilid long stitch itu yg gmn ya? brp ongkosnya? klo di bandung, tempat jual alat2 jilid buku dmn ya? tks

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.