Skip to main content

Handmade Notebook: Peta Busway Trans Jakarta & KRL Jabodetabek


Akhirnya, setelah mencoba beberapa design, nemu juga design yang pas untuk mengolah Bandana Peta Busway Trans Jakarta dan KRL Jabodetabek menjadi notebook yang pas. Adaptasi dari model notebook legendaris moleskine dengan handmade binding cross binding dan star binding. Notebook ini aku bikin dalam 2 ukuran A5 dan A6. Jumlahnya juga sangat terbatas karena kain bergambar peta buswaynya juga sangat terbatas jumlahnya. Notebook ini aku buat untuk memenuhi janjiku pada Melly dan Shanty, dua temanku yang bulan April lalu mengelola acara KumKum, untuk mengolah bandana peta busway yang cacat sablonannya alias ga presisi. Dari pada tidak terpakai, lebih baik aku olah jadi produk lain yang bisa berguna namun tetap bisa menampilkan petanya itu sendiri. Selain notebook, akan ada totebag XL (extra large) dari bandana ini juga.. (posting menyusul). Oya, petanya sendiri dibuat oleh Adrian Ian.


Detail handmade binding (A5): cross binding dan simpel binding

Detail handmade binding (A6): Star Binding

Kantong di cover bagian dalam, bisa bebas nyelipin macem-macem.
Detail binding bagian dalam
Karet terpasang dengan kuat di cover bagian belakang.
Yang berminat bisa buka di vitarlenology.multiply.com untuk melihat lebih jelas dan cara pemesanannya.

Comments

moshe things said…
Ini asli lucu banget. Idenya itu lho... bisa aja.
vitarlenology said…
hehehehe terima kasih.. kalo disetiap kota punya peta jalur publik transportasi, bisa jadi merchandise kota.. seru banget kan :)
cecilliahidayat said…
wah mbak ini diajuin ke departemen perhubungan (Ato sapa yah yang ngurusin transjakarta gitu) pasti banyak yang mau :D
Dheeny Thea said…
bagus notebook-nya..unik mbak
Amanda Putri said…
Bagus mbaaa. Mauuuuuu :D
martha puri said…
fiuhh, yg lama belom tega uk ditulis,, ehh udah ngiler sm yg ini.. gmn dong mbak? tahnggung jawab hihihihi :D
vitarlenology said…
waduhhh padahal ada beberapa katalog baru yang akan di publish dalam waktu dekat ini.. :D
Ochie said…
aku tertarik punya ini. gimana caranya ^_^
vitarlenology said…
halo ochie, bisa email ke emailku vitarlenology@yahoo.com mau ukuran yang mana? A4 atau A5

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.