Skip to main content

Resolusi Baru Blog Tobucil Handmade

Memutuskan untuk lebih serius menjadi fulltime blogger, tidak semudah yang dibayangkan. Perlu komitmen dan keteguhan. Begitulah yang kualami dengan blog-blog tobucil yang selama ini aku kelola. Setelah beberapa tahun terakhir pengelolaannya sempat aku serahkan pada orang lain dan aku hanya memberi pengarahan aja, ternyata masih terasa ada yang kurang pas.Akhirnya aku memutuskan untuk  mengurusi langsung blog tobucil handmade dan blog tobucil, setidaknya sampai beberapa tahun ke depan.

Tahun 2010 ini aku memang sengaja tidak menerima pekerjaan penelitian lepas, karena aku ingin lebih berkonsentrasi dengan passionku dan merumuskan kembali apa yang menjadi cita-citaku ketika memilih jalan sebagai crafter. Aku memutuskan untuk memulai kembali aktivitas blog tobucil handmade dan blog tobucil di bulan Oktober ini. Perubahan strategi konten untuk blog tobucil handmade coba aku terapkan. Aku ingin ke depannya blog tobucil handmade bisa jadi media untuk membangun apresiasi dan memperkuat jejaring crafter lokal. Impianku, blog tobucil handmade ini bisa seperti Designsponge atau Craftzine (setidaknya masalah konsistensi updatingnya..) dengan konten lokal.

Update minggu ini, rubrik craftivism di tobucil handmade mulai menampilkan blog-blog teman-teman semua. Tunggu ya gilirannya. Untuk pertama aku masukin blognya Puri www.idekuhandmade.blogspot.com, berikutnya siapa? tunggu saja update berikutnya hehehehe..yang jelas blog teman-teman akan kebagian muncul di rubrik ini.

Teman-teman yang menitipkan barang handmadenya di tobucil, seperti wooden thread spools buatan Lia Space, aku akan memasang badgenya di blog tobucil handmade. Buat yang berminat bagi-bagi giveaway untuk pembaca blog tobucil handmade silahkan menghubungi aku via email. Setiap kali update posting terbaru akan di promosikan juga via twitter, multiply, grup fb dan yahoogroupsnya tobucil.

Menu tobucil handmade minggu ini:
Bertemu Tangan-tangan Terampil di A Design Weekend
Ageng Purna Galih: Mewawbaw Bersama Wawbaw
Bros Dan Gelang Dari Kain Perca
Bermain Bersama Ideku Handmade
Mengenal rajutan (4): Benang (1)
Menyambut Pasar Seni ITB 10 Oktober 2010


 xoxo
tarlen

Comments

semangat semangat semangat....!!! sukses selalu ya tobucil...

xo
vitarlenology said…
terima kasih ya.. :)
I'm blushing :')
makasih Mbak buat kesempatan mejeng di blog Tobucil :)
ngobrol lebih lanjut di Bandung ya..
*langsung membayangkan udara dingin dan bersahabat'nya Bandung*
Andi Lia said…
Didukuuung mbaak!
Tambah getol deh, nyambangi blognya Tobucil :)

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.