Skip to main content

Dompet 'Running Stitch' Buat Ibu

Beres-beres files foto, trus menemukan foto-foto ini. Dompet yang kusulam dengan teknik running stitch, khusus kubuat untuk ibuku 2 tahun lalu. Dompet ini aku bikin di hari-hari terakhir di NYC. Waktu itu aku baru ikut kelas sulaman di Brooklyn Museum yang diadakan oleh Education Department (divisi tempat aku menjalani summer intern selama di NYC 2008 lalu) dalam rangka mengapresiasi koleksi museum dari wilayah Timur Tengah. Aku ingin memberikan sesuatu yang kira-kira bakalan berkesan untuk ibuku. Berhubung  dana beasiswa sudah habis buat jalan-jalan ke San Francisco dan Seattle dan hanya cukup untuk makan sampai waktu pulang tiba, akhirnya aku memutuskan untuk membuatkan sesuatu dengan running  stitch ini. Aku pergi ke Michaels untuk beli benang sulam dan resleting, kain putihnya aku dapet dari museum dan kain pelapis dalamnya dari bajuku yang sengaja aku potong heheheheh. Pokoknya aku hanya mengeluarkan uang untuk membeli benang sulam dan resleting aja (sekitar $3). Cuaca Manhattan di hari-hari terakhirku  tidak cukup bersahabat. Hujan turun terus dan angin cukup kencang, jadi aku lebih banyak menghabiskan waktu di apartemen dan mengerjakan sulaman ini . Akhirnya aku bisa menyelesaikannya dengan 2 hari diseling tidur dan bermalas-malasan, menikmati hari-hari terakhir tinggal di apartemen upper east side yang sewa sebulannya bisa buat sewa tobucil satu tahun itu :D.

Jadi yang kulakukan pertama-tama adalah memindahkan sebagian demi sebagian polanya ke kain dengan menggunakan spidol kain yang lama-lama bisa ilang sendiri. Itu sebabnya sebagian-sebagian aja gambar polanya di gambar ulang di kain. Kalau semua, nanti sebagian keburu hilang gambarnya. Lalu mulailah membuat sulaman running stitch berdasarkan gambar pola yang sudah dipindahkan ke kain tadi.

Begitulah terus sampai selesai sesuai dengan polanya. Pada dasarnya yang disebut dengan running stitch adalah tusukan jelujur bolak balik Jadi nanti hasil tusukannya akan menyerupai jahitan mesin yang bolak-balik sama dan terisi penuh. Hanya saja ini menggunakan tangan. Gampang banget. Ukuran yang konstan akan didapatkan berdasarkan jam terbang dan latihan sampai kita bisa mendapatkan ukuran tusukan yang sama.Oya sampai lupa, aku mindahin gambar pola ke kain dengan cara menjiplaknya langsung, karena kain yang kupakai tidak terlalu tebal, jadi gambar yang ada dikertas bisa terlihat ketika aku jiplak.


Oya, perlu diingat juga, tarikannya juga mesti di usahakan tidak terlalu ketat, tapi tidak juga terlalu longgar, biar nanti hasilnya kain yang sudah di sulam tidak mengkerut.atau sebaliknya, hasil sulaman yang longgar akan membuat tusukan jadi musah rusak karena tersangkut-sangkut.


Setelah kain selesai di beri motif sulaman, barulah dijahit untuk dijadikan dompet. Di sini aku pakai teknik menjahit dompet resleting bolak-balik. Gampang kan.

Comments

mbak dan said…
wohooo..keren banget mbak! :)
Lia said…
gile, ini mah niat bener :) mestinya ngeteh dong mba, di tea and sympathy ;) dingin2 sendu2 sambil liat keluar dari jendela :D
vitarlenology said…
ini juga ngerjainnya sambil ngeteh herbal di campur madu, sambil memandang hujan dari di lexington ave sambil menghitung hari .. hihihih.. tapi yang disetel di itunes: mp3nya de kabayan..
siouxfairy said…
bagus banget mbak, kayak perpaduan kain batik sm kain ulos plus ada unsur cina-nya gt. :D
dewdew said…
mbak...lam kenal..ak suka bgt...pokoknya hrs dicoba!!

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.