Friday, October 1, 2010

Dompet 'Running Stitch' Buat Ibu

Beres-beres files foto, trus menemukan foto-foto ini. Dompet yang kusulam dengan teknik running stitch, khusus kubuat untuk ibuku 2 tahun lalu. Dompet ini aku bikin di hari-hari terakhir di NYC. Waktu itu aku baru ikut kelas sulaman di Brooklyn Museum yang diadakan oleh Education Department (divisi tempat aku menjalani summer intern selama di NYC 2008 lalu) dalam rangka mengapresiasi koleksi museum dari wilayah Timur Tengah. Aku ingin memberikan sesuatu yang kira-kira bakalan berkesan untuk ibuku. Berhubung  dana beasiswa sudah habis buat jalan-jalan ke San Francisco dan Seattle dan hanya cukup untuk makan sampai waktu pulang tiba, akhirnya aku memutuskan untuk membuatkan sesuatu dengan running  stitch ini. Aku pergi ke Michaels untuk beli benang sulam dan resleting, kain putihnya aku dapet dari museum dan kain pelapis dalamnya dari bajuku yang sengaja aku potong heheheheh. Pokoknya aku hanya mengeluarkan uang untuk membeli benang sulam dan resleting aja (sekitar $3). Cuaca Manhattan di hari-hari terakhirku  tidak cukup bersahabat. Hujan turun terus dan angin cukup kencang, jadi aku lebih banyak menghabiskan waktu di apartemen dan mengerjakan sulaman ini . Akhirnya aku bisa menyelesaikannya dengan 2 hari diseling tidur dan bermalas-malasan, menikmati hari-hari terakhir tinggal di apartemen upper east side yang sewa sebulannya bisa buat sewa tobucil satu tahun itu :D.

Jadi yang kulakukan pertama-tama adalah memindahkan sebagian demi sebagian polanya ke kain dengan menggunakan spidol kain yang lama-lama bisa ilang sendiri. Itu sebabnya sebagian-sebagian aja gambar polanya di gambar ulang di kain. Kalau semua, nanti sebagian keburu hilang gambarnya. Lalu mulailah membuat sulaman running stitch berdasarkan gambar pola yang sudah dipindahkan ke kain tadi.

Begitulah terus sampai selesai sesuai dengan polanya. Pada dasarnya yang disebut dengan running stitch adalah tusukan jelujur bolak balik Jadi nanti hasil tusukannya akan menyerupai jahitan mesin yang bolak-balik sama dan terisi penuh. Hanya saja ini menggunakan tangan. Gampang banget. Ukuran yang konstan akan didapatkan berdasarkan jam terbang dan latihan sampai kita bisa mendapatkan ukuran tusukan yang sama.Oya sampai lupa, aku mindahin gambar pola ke kain dengan cara menjiplaknya langsung, karena kain yang kupakai tidak terlalu tebal, jadi gambar yang ada dikertas bisa terlihat ketika aku jiplak.


Oya, perlu diingat juga, tarikannya juga mesti di usahakan tidak terlalu ketat, tapi tidak juga terlalu longgar, biar nanti hasilnya kain yang sudah di sulam tidak mengkerut.atau sebaliknya, hasil sulaman yang longgar akan membuat tusukan jadi musah rusak karena tersangkut-sangkut.


Setelah kain selesai di beri motif sulaman, barulah dijahit untuk dijadikan dompet. Di sini aku pakai teknik menjahit dompet resleting bolak-balik. Gampang kan.

7 comments:

mbak dan said...

wohooo..keren banget mbak! :)

astrid reza said...

keren abis!!!

Lia said...

gile, ini mah niat bener :) mestinya ngeteh dong mba, di tea and sympathy ;) dingin2 sendu2 sambil liat keluar dari jendela :D

vitarlenology said...

ini juga ngerjainnya sambil ngeteh herbal di campur madu, sambil memandang hujan dari di lexington ave sambil menghitung hari .. hihihih.. tapi yang disetel di itunes: mp3nya de kabayan..

siouxfairy said...

bagus banget mbak, kayak perpaduan kain batik sm kain ulos plus ada unsur cina-nya gt. :D

dewdew said...

mbak...lam kenal..ak suka bgt...pokoknya hrs dicoba!!

dewdew said...

kereeeen

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...