Skip to main content

Craft for Humanity


 Teman-teman,

Sedih banget ya kalau nonton atau baca berita beberapa hari terakhir ini, bencana datang bertubi-tubi. Banjir Jakarta yang kerap datang dan semakin parah, tsunami di Mentawai yang berbarengan dengan meletusnya gunung Merapi. Rasanya ga mungkin ga tergerak dengan bencana yang dialami saudara-saudara kita di tempat lain. Indonesia sebagai negara yang rawan bencana, rasanya bencana adalah soal menunggu waktu, hari ini saudara-saudara kita di Mentawai dan Merapi, besok siapa yang tau, bisa saja kita. Tapi apa semua itu membuat kita skeptis dan mati rasa? Rasanya, sekecil apapun, kita bisa melakukan sesuatu untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana.

Beruntunglah kita yang diberi keluasaan untuk melakukan hobi, mengaktualisasikan diri lewat craft dan segudang bakat kreatif lainnya. Bagaimana jika bakat dan karunia itu, sedikit saja kita bagi pada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana itu? Dengan hobi, bakat dan keluasaan yang kita miliki, kita bisa membantu mereka.


Bagaimana caranya? aku terpikir  hal yang sederhana. Bagaimana jika kita membuat sesuatu (tentu sesuai dengan bakat, keahlian dan minat masing-masing) untuk  saudara-saudara kita yang tertimpa bencana itu? Yang senang merajut, mungkin bisa membuatkan topi dan syal untuk menghangatkan mereka yang harus tinggal di pengungsian, yang senang membuat bantal bisa membuat bantal untuk mereka, yang senang membuat notebook (seperti aku) bisa membuatkan mereka buku gambar atau notebook untuk mereka menuliskan atau menggambarkan apa yang mereka rasakan. Aku yakin, sesederhana apapun benda yang kita buat dengan  semangat kemanusiaan dan kepeduliaan kita, akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita.

Silahkan informasikan pula kontak untuk menyalurkan bantuan kepada korban di Merapi dan Mentawai untuk menyalurkan bantuan sederhana ini nantinya. Teman-teman di Jakarta, mari kita bertukar informasi juga, atau silahkan mengkoordinir bantuan untuk korban banjir. Yuk, kita buat karya-karya sederhana yang bisa menghibur saudara-saudara kita yang terkena musibah. Silahkan teruskan ajakan ini kepada teman-teman crafter lainnya. Tidak ada benda yang bermakna, selain benda yang buat dengan cinta dan kasih sayang pada sesama manusia.

salam hangat,
tarlen

Comments

martha puri said…
ayo Mbak, Mbak Tarlen koordinir ya. jd nanti bisa diposkan di tmp Mbak Tarlen.
setuju mbak tarlen... i'm in :)
tobucil n Klabs said…
bantuannya nanti akan disalurkan melalui posko bencana tobucil & klabs :)
Linda said…
setuju mbk, linda mau banget mbk
jadi apa aja yg dibutuhkan mbk?
trus harus dikirim kemana?
amesh said…
i'm in :) ayo mesti ngapain, aku siappp :)
vitarlenology said…
teman-teman, aku udah posting 5W+1H craft for humanity.. semoga cukup jelas.. kasih masukan ya..

Popular posts from this blog

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyakšŸ˜Š hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.