Skip to main content

Belanjaan Pasar Seni ITB 2010

Belanja apa di Pasar Seni ITB 2010 kemaren? Ternyata dengan kepadatan pengunjung yang luar biasa, banyak juga yang malah ga bisa belanja, butuh perjuangan untuk mendekati stand-stand yang ada. Berhubung aku lebih banyak keliling-kelilingnya daripada jaga stand, lumayan lah bisa berburu merchandise kenang-kenangan dari Pasar Seni ITB. Malahan aku bisa tidur sebentar di Galeri Soemardja, FSRD ITB (thanks to Albert dan Ucok) berhubung beberapa hari sebelumnya kurang tidur dan cuaca panas banget bikin lemes dan ngantuk. Jadi lumayan kembali seger dan bisa keliling-keliling. Tapi emang beneran susah mau liat-liat dan berburu barang di stand yang ada. Akhirnya aku nyari di stand merchandise resmi Pasar Seni aja dan dapet tas belanja, badge dan peta. Di stand seniman aku dapet kaos dan kalender yang dibikin sama DKV ITB.  Nah, kalo mahluk lucu dan empuk ini, aku dapet di standnya Puri dan mba Andi Lia. Aku adopsi dan sekarang 'Beni the Owl' udah jadi penghuni kamarku..

Comments

angki said…
wekekek aku ndak belanja. boro-boro dah. eh wait, belanja dink.. :P barang dagangan temen 1 stand. lol. termasuk ga tuh yaa? :D
aku sama sekali ga bs muter2.. ga ada yg gantiin jaga..:(
jgn harap pacarku bs gantiin jualan hehehe....
makasih loh mbak, udah mampir booth rameanku dan beli si bigie owlie..ohh namanya Beni ya mbak?
nakal ga mbak si Beni di rmh Mbak? hihihihi...

Popular posts from this blog

22 Hari Mendaur Ulang: Membuat Buku Catatan Dari Barang Bekas

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, bulan April 2015 lalu, aku membuat hastag khusus di instagram #22recyclednotebooks #22harimendaurulang. Selama 22 hari, mulai 1 sampai 22 April 2015 aku mempublikasikan 1 notebook yang kubuat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas sebagai sampulnya maupun sebagai isinya. Sehingga di Hari Bumi ada 22 ide notebook dari barang bekas. 
1 April 2015,  Disket Bekas Hari pertama dibuka dengan mendaur ulang disket bekas jadi notebook. Lumayan, temen-temen tau kalo aku pengumpul 'sampah' kaya begini jadi mereka suka buang sampah disket dengan mengirimkannya padaku makanya stok disket lumayan banyak😊 hayooo siapa yang belum pernah ngalamin ngetik dan di save di disket?
2 April 2015, Kardus Bekas Bir Notebook ini buat dari kardus bekas tempat bir corona. Aku suka dengan perpaduan warna kuning biru. Di bagian tengah ada pegangan untuk menjinjing. Tanpa mengurangi banyak bagian, akhirnya kardus bekas ini berubah jadi notebook yang cukup kuat.
3 April 2015, …

Hari #16: Cara Membuat Kantong 'Gehu' Kertas Dari Kertas Bekas

Tadi itu temenku telpon, "len, request dong.. bikinin tutorial cara bikin kantong gehunya tobucil.. temen nih pengen bikin, tapi lupa lagi caranya.." sebenarnya aku udah pernah bikin tutorial ini dalam bentuk ilustrasi yang dibikin sahabatku tanto, tapi ga ada salahnya aku bikin lagi khusus buat ramadhan tutorial project kali ini. Kantong gehu, begitulah aku dan teman-teman di tobucil menyebutnya. Karena kantong kertas macam ini biasanya dipakai buat bungkus gorengan (gehu,cireng, bala-bala, pisang, combro.. :D), tapi sejak awal tobucil berdiri, 2001, kantong kertas dari kertas bekas ini sudah dipakai untuk pengganti kantong kresek. Jadi teman-teman yang udah pernah berkunjung dan berbelanja di tobucil, pasti pernah bertemu dengan si kantong gehu ini. Caranya gampang banget.. Oya tutorial kali ini aku dibantu oleh Ipey dan Agus Rakasiwi sebagai model tanpa wajah..

Bahan yang dibutuhkan: kertas bekas ukuran bebas, lem kayu (lem putih).

1. Lipat kertas 1/4 dari ukuran keseluruh…

"Petra d/h Hosana" Tempat Berburu Manik-manik Murah di Bandung

Buat kamu yang di Bandung, yang bingung mencari di mana tempat mencari manik-manik: Jepang, kayu, kristal, dan perlengkapan jahit menjahit, ada tempat bernama Petra dulu bernama Hosana di Jalan Asia Afrika, hanya beberapa toko saja dari perempatan Jalan Asia Afrika dan Otista. Di Bandingkan dengan "Dunia Baru" di Otista (tunggu pembahasan berikutnya), Hosana lebih murah. Selain itu, cukup enak milih manik-manik dari berbagai jenis, karena pengaturannya yang di bikin seperti swalayan.

Selain itu, perlengkapan untuk kerajinan asesoris juga lumayan lengkap dan murah. Termasuk juga aneka tali untuk bikin kalung. Untuk peralatan jahit seperti pita-pita, renda, kancing, aplikasi, ga terlalu lengkap sih, ga selengkap Dunia Baru.

Sangat direkomendasikan untuk mencari perlengkapan kerajinan asesoris.
Alamat Jalan Asia Afrika (Dekat perempatan Otista) Bandung.